Kamis, 24 Februari 2011

Berapa Hargamu, Nona?

Oleh: Pinta Astuti pada 19 Januari 2011 jam 17:31 via note efbi

Cerita ini saya dapatkan disini
Pada suatu hari terdapatlah orang yang sangat sempurna didunia, dalam arti: kaya, tampan, pintar, bijaksana, juga baik hati, bernama Sulaiman.
Datanglah ia kesebuah toko eksentrik yang sering dibicarakan teman-teman, bersama putrinya.
Sesampainya disana, ia agak terkejut mendapati bahwa setiap benda yang dijual disusun dalam lima baris dan hanya itu, tidak lebih. Maka datanglah ia kepada sang penjual.
Sulaiman: ”Assalamu’alaykum, wahai saudaraku, tunjukkan aku jam, baju, dan perhiasan yang kau miliki dan katakanlah kenapa tempatmu seperti ini?
Penjual: Waalaykumsalam, Mari Sulaiman, kutunjukkan alasan kenapa.”
Berjalanlah mereka ke tempat barang yang dijual, pada baris yang pertama….
Penjual: ” Barang ini tuanku, adalah barang bekas yang sudah dipakai puluhan orang, harganya paling murah.”
Sulaiman: ”Tentu kau tahu aku tidak akan membeli barang murah!”
Mereka beranjak ke baris yang kedua.
Penjual: ” Baris ini tuan, adalah barang yang pernah dipakai oleh satu orang saja, tidak lebih. Harganya sedikit lebih mahal.”
Sulaiman: ”Berapa kali harus kubilang, aku tidak mau barang bekas!”
Lalu baris ketiga….
Penjual: Yang satu ini, agak lebih mahal, belum pernah dimiliki orang namun ia selalu dipegang oleh calon pembeli.”
Sulaiman: ”Lalu bukankah wajar?”
Sang penjual tidak menjawab melainkan menuju baris keempat.
Penjual: ”Yang satu ini tuan, tidak pernah disentuh namun selalu dipamerkan kemana-mana tanpa ditutupi sepantasnya.”
Sulaiman: ”Lalu?”
Sang penjual menuju baris yang terakhir.
Penjual: ”Yang terakhir ini tuanku yang agung, diliputi oleh kemuliaan dan kesederhanaan. Barang ini belum pernah dilihat oleh seorangpun, apalagi dipegang atau dipakai, hanya pembuatnya saja yang tahu apa benda ini. Aku pun belum pernah melihatnya. Tidak ada yang pernah melihatnya kecuali sang pembuat.”
Sulaiman: ”Aku tentu saja akan membeli barang yang ini, namun bukankah aku tidak tahu apakah barng ini bagus atau tidak. Dan apa maksudmu sebenarnya?
Penjual: ” Maksudku yang mulia (sambil melihat ke putri sulaiman), baris pertama melambangkan pelacur, sering dipakai orang. Baris kedua melambangkan hilangnya kesucian yang bukan berarti pelacur, dimana keduanya tidak mungkin melambangkan putri tuan yang cantik ini. Baris ketiga melambangkan wanita yang sering sekali bergaul walaupun dengan lawan jenis. Baris keempat melambangkan tubuhnya yang selalu dipamerkan walaupun ditempat umum. Dan kedua itu terdapat di putrimu. Baris terakhir melambangkan kesucian seorang muslimah sejati, selalu menjaga diri. Kita memang tidak tahu dan tidak boleh tahu bagaimana asli mereka karena bukankah tidak baik membeda-bedakan wanita yang cantik atau tidak.”
Sejak saat itu, putri Sulaiman berusaha menjadi muslimah sejati dengan dorongan Sulaiman sendiri. Ia menutupi tubuhnya dan menjaga pikirannya.
Untuk menjadi muslimah sejati yang benar-benar baik memang tidaklah mudah. Namun itu semua bukanlah untuk memberatkan kalian melainkan menambah harga diri kalian juga.
Jadi, Berapa Hargamu Nona? ;-)

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.