Rabu, 16 Maret 2011

Derajatku Menurun Bisa Dilihat Dari Helmku

Tepat pada tanggal 25 januari 2009 kupijakkan ragaku dibumi Jogja. Sambutan hangat sapa dari sebuah terminal di Jogja yaitu Jombor. Malam yang sunyi menemaniku duduk lebih dari satu jam menunggu akan jemputan seorang teman. Jenuh, riuh pun kurasakan pada malam yang pada saat itu aku butuh istirahat. Tak lama kemudian jemputan pun datang dan kulepaskan kelelahan itu saat ku tiba di sebuah rumah yang tak lain adalah payung hidup dari panasnya matahari dan air hujan. Itulah sekilas cerita permulaanku di bumi JOGJA.

Ya inilah kota, aku harus taat pada semua aturan yang ada, termasuk taat pada aturan lalulintas. Ku bawakan helm dari kampung halaman demi nyamannya dalam mengendarai sepeda motor. Namun apa yang terjadi, ya sekitar 9 bulanan lah saya pake, kemudian raib hilang saatku mengembalikan buku diperpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akhirnya ku putuskan untuk membeli yang lebih murah dari yang sudah hilang, tapi sama juga nasib helmku itu. Hanya bisa menemani kepalaku sekitar 6 bulananlah, ya akibat lupa naruk dan tiada kabarnya lagi sampai sekarang. Kuputuskan beli lagi yang lebih murah lagi, hehe sama juga nasibnya paling-paling nanya 4 bulan aku pakainya, digondol orang saat aku mengurusi sertifikasi outbond KAMMI angkatan Al-Fatih di Babarsari yang lalu. Ya begitu akibat banyak dari elemen lain yang juga mengagendakan outbondnya di Babarsari juga. Akibat semrawutnya para pengguna helm, dan kini helmku itu tiada kabar lagi. Wah gini caranya bener-bener bikin mules perut nih..
Banyak helm di kosku, namun ya ala kadarnya, ya untuk sementara pake yang ada dulu aja deh meskipun tidak ada label SNI nya. Yang penting aman buat berkendara... Kalo beli lagi kira-kira saya makin berhati-hati tidak ya?

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.