Rabu, 27 April 2011

DI KEJAR POLISI

Lampu lalu lintas dalam keadaan akan berpindah menjadi merah, terasa silau rasanya dan sementara laju kendaraan motorku dalam kecepatan yang tidak pelan. Gelap tanpa cahaya itulah keadaan lampu lalu lintas yang terjadi. Bersama kendaraan motor yang lain, aku tetap melaju kencang dan bahkan semakin ku tekan putar handle gas motorku. Jarak antara pengendara dan aku kurang lebih 5 m, sama-sama menambah kecepatan. Pengendara yang lain itu tetap melaju tanpa ada halangan apapun. Angin yang begitu kencang menulikan sedikit pendengaranku. Tiba-tiba!!! bunyi peluit pun dilontarkan kepada saya. Polisi itu sambil meunjuk saya menginstruksikan untuk berhenti dihadapannya. Wah enak saja kau polisi main berhentiin orang seenaknya saja.

Dengan kecepatan yang tidak pelan malah semakin ku tancap gas motorku. Bertanya pada benakku, kenapa hanya saya yang disemprit. Jarak dengan teman sepengendaraanku saja berdekatan. Melihat didepanku masih melaju kencang, aku pun tetap konsisten dengan ketidaksalahanku dalam lalu lintas tadi.

Ku lirikkan mataku kesebelah kananku yaitu tepatnya pada kaca spion, ternyata terlukiskan gambar "seorang polisi yang sedang mengendarai motor". Wah baru kali ini spion sepeda motorku pandai melukis "polisi yang sedang mengendarai motor". Ada apa gerangan ini? Apa dia termasuk fans beratku? Apa dia  mengharapkanku dan menginginkanku? Cuek aku dengan lukisan kaca spionku itu. Sengaja ku tambah kecepatanku, loh kok polisi itu juga tetap mengikutiku. Dan ku keluarkan jurus handal "mahirnya aku berkendara" hingga kendaraan-kendaraan yang ada didepanku ku libas habis dan tak satupun ada yang berani mendahuluiku. Ternyata polisi itu juga mengeluarkan jurus andalannya juga.

Ide cemerlang tiba-tiba muncul pada benak pikiranku. Apa itu?
Ku banting stang stir motorku berpindah haluan ke gang-gang kecil diperumahan penduduk kota guna sulit menghilangkan jejakku, kenapa demikian? karena aku sudah males berurusan dengan polisi yang pandai bersilat lidah itu.

Gang-gang kecil itu ku susuri, dan kutemukan dua arah dimana keduanya itu jalan BUNTUUUUUUU. hahahahahahahhahahahahahahhahaha. Dah kalau begitu muncul ide cemerlang yang kedua yaitu kuberhentikan motorku pada kerumunan banyak warga. Stand by saya disitu.
Polisi yang terlukis dikaca spion ku tadi, datang dan menghampiriku dan terjadilah perdebatan yang DAHSYAT luar biasa :

Polisi  : Selamat siang pak (polisinya gak pake assalamu'alaikum) bisa tunjukkan SIM dan STNK nya?
Aku    : Apa salah saya pak?
Polisi  : Mas nya tadi nerobos lampu merah to?
Aku   : Saya gak merasa pak.. tadi juga belum lampu merah.
Polisi  : Sudah mas manaSIM dan STNKnya?
Aku   : Bapak tidak punya hak meminta SIM dan STNK saya, tunjukkan dulu apa salah saya?
Polisi  : ya mas nya tadi nerobos lampu merah..
Aku    : lampu merah gimana pak, la wong saya sendiri tidak merasa nerobos
Polisi  : ya sudah kalo masnya gak percaya tak telfon dulu teman saya.. (polisi itu menelfon temannya satunya lagi, dan jarak 15 menitan polisi satunya itu datang)
Kembali saya berdebat kembali seputar lampu merah, saya mempertahankan kebenaran saya, sementara polisi itu berusaha memojokkan saya dan berusaha minta SIM dan STNK saya.
Polisi  : wes mas!! KAMU JANGAN MBANTAH!! (Suara kasar itu ia lontarkan) mana tunjukkan SIM dan STNK mu.
Aku  : (tak gentar aku dengan bentakanmu itu polisi). Pak saya merasa tidak bersalah, dan hak saya untuk mengutarakan kebenaran  itu, kenapa bapak tadi hanya saya yang dikejar, pengendara yang depan saya tadi kenapa tidak dikejar juga.
Kalo saya kasihkan SIM dan STNK saya pasti bapak tidak akan mengembalikannya. semaentara saya merasa benar.

Polisi  : wes mas mana SIM da STNKnya coba saya lihat..
Aku   : Sebelum saya keluarkan SIM dan STNK saya, sekarang keluarkan dulu SURAT TUGAS BAPAK!!

Wah perdebatan yang sangat kondusif sekali, di kerumunan warga coy.. keren!! Polisi itu dengan pede-nya "ini surat tugas saya" hahag SURAT TUGAS KOK ISINYA SURAT TILANG. Yo ra matuk no.

Singkat cerita polisi itu pergi dengan "memakaikan helm saya ke kepala saya, yah walaupun dengan sedikit dicubit, dia uda cukup puas!! hingga ia pergi. Alhamdulillah "uangku" terselamatkan atas nama kebenaran.

[nomor plat kendaraan diluar jogja emang agak "terdiskriminasi", apalagi polisi itu tau plat itu dari jauh bukan dari pulau jawa] aku kudu hati-hati dibumi orang.

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.