Selasa, 31 Mei 2011

Benarkah Untukku (Aku)

Dalam keadaan yang cukup sulit bagiku untuk menggerakkan bahasa tubuhku terhadap aktivitas yang ada didepan mataku. Di lain sudut pandang aku harus membaur kepada mereka yang mungkin juga sudah paham akan interaksi antara lawan jenis. Aku paham itu namun masih belum sempurna dalam melaksanakan hal itu.


"Mereka merasa nyaman dekat denganku" itulah yang menjadi harapanku. Keunikankah ataukah kebobrokan moralku! Oh tidak ! sekali lagi tidak bisa dikatakan demikian atau memfonisku terhenti tak diberi kesempatan berbicara. Lagi-lagi aku katakan aku adalah aku adalah aku. Yang berusaha selalu dalam perbaikan dan tidak langsung jadi sesuai apa yang sudah menjadi karaktermu. Silahkan cintai aku dengan apa yang bisa kau lihat dari tingkahku yang mungkin dapat mempesonamu. Jika harus sama dengan harapanmu silahkan kau teriakkan sekuat suaramu bahwa kau bukanlah si pencemburu.

Tulisanmu benarkah tertuju untukku? Aku merasa terketuk seusai membacanya, merasa bahwa aku ikut dalam tulisan itu. Contoh-contoh yang dipaparkan pada tulisan itu sungguh sangat mengetuk dengan apa yang sudah ku alami. Kalaupun benar aku ucapkan "selamat tulisanmu itu tepat pada sasarannya, kau hebat, dan semoga kau tidak merugi mengenaliku".

2 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.