Kamis, 23 Juni 2011

Cintaku Tidak Mampu Menghinakan Diriku

Adapun orang-orang yang mulia cintanya, maka sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Mu'taz "Meski hatiku rindu padamu, namun cintaku tidak mampu menghinakan diriku"
Hari gini PACARAN!! wah mikirin yang lainnya aja buanyak. Kalkulusnya aja gak kopen dan gak telaten, malah cabut cari penghibur diri... heheg gak banget deh. Nelfon Ortu aja jarang, apalagi ampe telfon2an se-jam dua-jam yang arahnya menuju pada hal-hal yang sensitif. "halah pelit dengan pulsa" Bukannya gak punya pulsa bos, tapai bukan aku banget yang kayak gitu. Maklumlah uda berfikir kritis dan mulai mendewasakan diri. "Aduh lelek uda kena virus ngaji kali ya?" oh bener banget tuh, apalagi aku bukan jadi orang yang ngaji sekedar ngaji, tapi aku super hero yang berusaha tau aplikasi dari ngaji tersebut. Pasti pembaca juga pengen gitu tohh.. Piye carane? Cari murobbi handal, diskusi-diskusi dan diskusi dan sebelumnya ngaji dulu sema'an. Ono MC ne dll ya dibikin seunik mungkin.



PINDAH HALUAN NIH....

Hak itu berpihak padaku saat aku berikhtiar untuk membangun jembatan yang suci tanpa ada butir kotoran yang tersembunyi. Dan hak itu juga berpihak padanya dalam menepis setiap pondasi yang aku berusaha membangunnya. Kalaulah masih ada semangat, tidak mudah bagiku untuk mengeluarkan ide dalam membuat pondasi kuat yang antara aku dan semuanya tahu akan keadaan, sehingga kemungkinan besar keharmonisan akan semakin meningkat bila saling terbuka dan ataupun terbuka yang tidak diketahui kesengajaannya.


Tertepis satu kali hal yang biasa, tertepis kedua kalinya tidak masalah. Atau berapapun jumlahnya tetap tidak masalah.
Ku pastikan bahwa kau tahu bahwa aku telah simpatik pada kepribadianmu. Tak peduli kamu  simpatik pula denganku atau tidak. Lagian aku juga tidak mau memberi HARAPAN yang berujung palsu. Simpatik itu berbuah suka, suka itu berbuah cinta. Rindu itu datang yang hari dan tanggalnya tidak jelas itu. Ku luapkan dan ku minimalisir sekuat hati. Sungguh aku ingin kehinaan itu jauh dariku. Sungguh!

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.