Senin, 19 September 2011

Jangan Salahkan Yang Lain

Seandainya seekor kuda terperosok di sebuah jalan, maka aku menganggap dirikulah yang harus bertanggung jawab, mengapa saya tidak meratakan jalan untuk kuda itu,Umar Bin Khattab
"Utamakan koreksi diri, jangan segera salahkan yang lain" sebuah motivasi tersendiri kawan,  banyak hal yang sering luput dalam hidup ini. Sehingga kita yang harus tidak terperosok akan menjadi buruk bila tindakan-tindakan selalu terlibat dengan keadaan lain tanpa kita utamakan melihat sosok pribadi kita terlebih dulu. Ketika terdapat kesalahan spontan berfikir "oh ini pasti gara-gara dia tidak nurut omongan saya".


Apakah dapat kita jamin ketika menyalahkan yang lain keadaan kita akan semakin membaik?
Yang ada kita hanya bisa menjadi orang yang tidak dewasa, merasa benar, merasa orang lain adalah kerdil. Padahal orang yang kerdil adalah orang yang selalu mengkerdilkan orang lain.

Jika you punya masalah.. langkahnya adalah
1. Koreksi diri dulu, jangan langsung fonis bahwa masalah you akibat dari si dia.
2. Sharing kepada Allah SWT.
3. Sharing kepada orang yang dapat Anda percayai agar keadaan lebih membaik. Bukan tambah memburuk.

Insya Allah berkah..

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.