Selasa, 17 Januari 2012

23 ATAU 24 USTADZ? (part 1)

        Subuh ini 17 Januari 2012 yang memberi kultum subuh adalah Bpk. Suhartoto (pak totok). Beliau bercerita untuk jam'ah Nurul Ilmi.
        Di sebuah Pondok Pesantren yang dipimpin oleh seorang ulama yang luar biasa dalam berdakwah. Di dalamnya terdapat santri yang bernama HITAM dan yang satu bernama PUTIH. Mereka mempunyai pendapat masing-masing terkait hasil dari 8x3. PUTIH berpendapat hasil dari 8x3 adalah 24, sedang HITAM berpendapat hasil dari 8x3 adalah  23. Perbedaan pendapat ini pun menimbulkan perdebatan yang hebat diantara mereka dan berpegang teguh atas jawaban mereka masing-masing secara individu adalah yang paling benar. Sehingga HITAM membuat kesepakatan dengan PUTIH yang tertera pada dialog dibawah ini:

HITAM : oke, kita tanyakan ustadz saja. Kalo jawaban ustadz adalah 23 maka topi mahkotamu itu jadi milikku, kalau jawabannya 24 maka aku akan terjun dari jurang.
PUTIH   : baiklah kita tanyakan ustadz saja.

Di waktu yang mereka sepakati, HITAM dan PUTIH menemui ustadz dikediamannya. Mereka ketuk pintu rumah ustadz sembari mengucapkan salam.
USTADZ             : Wa'alaikum salam, ehh HITAM, PUTIH. Masuk masuk. silahkan duduk.
HITAM, PUTIH : iya ustadz
USTADZ             : gimana? ada apa?
HITAM              : gini ustadz, kami berdua mempunyai pendapat yang berbeda. Mengenai hasil dari 8x3. dan kami ingin mencari kebenarannya melalui ustadz. Jawaban HITAM 23 dan jawaban PUTIH 24. Kalau jawaban HITAM benar maka topi mahkota milik PUTIH menjadi milik HITAM. Tapi kalau jawaban PUTIH benar maka HITAM mau terjun jurang. Sebenarnya mana yang benar ustadz?
USTADZ            : jawaban yang benar adalah 23.

        Hal ini membuat PUTIH kecewa atas jawaban ustadz. Mereka pulang ke asrama masing-masing dan topi mahkota PUTIH menjadi milik HITAM.
        Dengan hari yang berbeda, dengan bahasa yang santun dan alasan sudah lama di Pondok ini, PUTIH pamit kepada Ustadz untuk meninggalkan pondok pesantren. Ustadz pun tau kondisi perasaan PUTIH dengan hal itu.

PUTIH    : Ustadz, PUTIH sudah cukup lama dipondok pesantren ini, sangat banyak ilmu yang sudah PUTIH dapatkan maka dari itu PUTIH ucapkan syukron jazakallah telah membimbing PUTIH sampai saat ini, PUTIH minta keikhlasannya untuk memaafkan kesalahan2 PUTIH yang telah diperbuat. PUTIH sudah kangen dengan keluarga di kampung, PUTIH disini mau pamit untuk meninggalkan pondok pesantren ini ustadz.
USTADZ : PUTIH, anakku. Ustadz juga minta maaf atas kesalahan2 ustadz disengaja maupun tidak. Semoga ilmu yang PUTIH dapatkan berkah nak. Ustadz hanya berpesan ketika diperjalanan nanti PUTIH mendapati hujan lebat, maka jangan PUTIH berteduh dipohon besar karena rawan disambar petir. Berteduhlah selain di pohon besar.
PUTIH : syukron ustadz.

Bersambung dipostingan selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.