Senin, 06 Februari 2012

DISPLAY KEBERSIHAN SEBAGAI PENGINGAT


النَّظَافَةُ مِنَ الإِيمَان
Nurul Ilmi - Kebersihan adalah bagian dari pada iman, pepatah arab yang sudah tidak asing dikehidupan.  Iman yang haqiqi bisa juga diaplikasikan melalui bentuk giatnya kita dalam menjaga kebersihan. Baik kebersihan dalam cakupan umum dan khususnya kebersihan kepribadian. Dengan adanya kesadaran akan makna kebersihan maka iman bisa kita sandang dalam kehidupan. 
Kepribadian yang bersih harusnya juga dapat diterapkan pada hal layak umum, bukan sekedar membersihkan kepentingan pribadi, pun demikian untuk kepentingan umum harus lebih ditekankan. Tidak sedikit masyarakat yang enggan untuk menjalankan kebersihan umum, seperti membuang sampah masih sesuka hati padahal ada kotak sampah yang telah disediakan. Terkadang hal ini bisa ditepis dengan alasan tidak ada kotak sampah dan tanpa mau berfikir mencari solusi demi terwujudnya  kebersihan yang menjadikan kita karegori beriman. Hal ini kan bisa saja sampah-sampah yang terlihat sepele menjadikan caruk maruk keindahan yang tak tampak keelokannya lagi. 
Setelah makan permen contohnya, sampah yang kecil tersebut asal landas bertebaran tanpa ada keimanan bagi yang membuangnya. Budaya mengantongi sampah inilah yang harus diterapkan kemudian singgah ditempat sampah lalu membuangnya. Bukan asal buang sembarangan dengan dalih “hidup itu dibikin simple aja gak usah dibikin ribet”.  Dengan tanpa disadari sesungguhnya ribetnya sampah tercipta pada orang yang sembarangan membuangnya. 
Usaha-usaha penanganan itu diantaranya adalah display yang menjadi pengingat kita untuk tetap terus konsisten sadar akan makna kebersihan. Meskipun masih saja terdapat masyarakat yang tadinya bisa membaca, namun ketika berhadapan dengan display tentang menjaga kebersihan menjadi buta huruf yang bersifat sementara. 
Bisa kita berkaca pada kota Palembang dan Surabaya mendapat penghargaan Adipura untuk kategori kota metropolitan. Sedangkan kota Yogyakarta dan Pekanbaru mendapatkan penghargaan Adipura di kategori kota besar. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada empat walikota di Istana Negara, Selasa, 7 Juni 2011 (sumber: nasional.vivanews.com). 
Tidak ada alasan bagi kita utuk mematuhi display sebagai wujud kesadaran kebersihan, agar alam semakin elok tanpa pelanggaran-pelanggaran yang banyak terjadi.  Ingat!!! Display bukanlah sekedar pajangan yang hanya bisa dipandang,namun hargailah pesan yang tertera pada display tersebut. Kesadaran menghargai segala sesuatu semakin kita menjadi orang yang berharga tentunya. 
Kebersihan adalah perbuatan yang mulia untuk harus kita tanamkan pada diri dan diperhatkan. Jika kita meremehkan hal ini, maka tentu saja dampaknya akan buruk untuk semua orang dan alam. Oleh sebab itu tidak ada alasan lagi buat kita untuk selalu menjaga kebersihan.
Mahmud Basuki 2012

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.