Rabu, 08 Februari 2012

PINJAM MOTOR POLISI

Seturan Yogya - Hari selasa ini (7/2/12) saat perjalananku dari Masjid Nurul Ilmi kediamanku menuju Asrama Randik untuk memenuhi waktu yang ditetapkan pukul 07.00 WIB harus tiba disana guna persiapan Rihlah Forsilam ke Gunung Kidul. Dari kediamanku ke Asrama Randik membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi bila arus lalu lintas yang mulai ramai, tentunya butuh waktu yang lebih lama lagi. Oleh karenanya pukul 06.00 WIB aku bergegas persiapkan diri dan tepat pukul 06.30 WIB aku memulai perjanalan dan Asrama Randik adalah tujuannya.
Display indikator spedometer mulai berkedip pertanda bahan bakar harus di isi ulang. Melihat kondisi SPBU jalan Gejayan yang masih dalam perbaikan, maka aku niatkan untuk mengisi kendaraanku di SPBU seturan tepatnya dari Ambarukmo Plaza (AMPLAZ) ke timur. Namun, belum sampai pada SPBU kendaraanku mulai sulit untuk di gas, dan mulai mogok didepan AMPLAZ. Terpaksa aku menuntunnya hingga sampai. Sambil menuntun aku berusaha untuk menghidupkannya lagi. Tenyata masih hidup namun sedikit memaksa dengan amunisi gas yang agak berlebih. Kemudian aku kendarai kembali dengan cepat-cepat dan kecepatan kencang hingga sampai roda kendaraan dapat sampai didepan SPBU meski sebelumnya mesin kendaraan sudah mati namun masih tetap nggeliding sampai di depan SPBU.
Sedikit aku tuntun kendaraan dan sebelumnya aku raba saku sepanku untuk melihat dompetku. Meski berusaha membuka-buka tiap sela dompetku tetap saja tidak ada uang di dalamnya kecuali koin Rp. 200,00-. Terbersit dalam hati, "untung belum masuk dalam antrian" disaat tiada uang sama sekali.
Terparkirlah kendaraanku di ujung sudut. Dan Alhamdulillah SPBU tersebut di fasilitasi dengan ATM (anjungan tunai mandiri) BCA. Aku hampiri ATM tersebut yang terletak di dalam mini market, dan sedikit mendekat lagi. "ATM SEDANG OFFLINE" ini pesan singkat didepan layar ATM tersebut. Hmm.. belum rejeki.
"ATM terdekat disini dimana ya mas?" tanyaku kepada penjaga mini market tersebut. "wah kurang tahu e mas" jawab penjaga mini market tersebut. Keluar aku meninggalkan ruang tersebut, melihat para pegawai sedang sibuk melayani pelanggannya, aku tidak dapat mengganggunya untuk menanyakan ATM terdekat. Dan alangkah lebih baiknya aku tanyakan kepada pak polisi yang sedang mengatur lalu lintas persis didepan SPBU tersebut.
"Maaf pak ngganggu sedikit, ATM terdekat disini dimana ya pak?" tanyaku pada pada salah satu dari dua polisi yang sedang bekerja mengatur lalu lintas perjalanan. Sesuai arahan dari polisi tersebut cukup jauh rasanya bila ditempuh dengan jalan kaki. "wah jauh juga ya pak" sembari aku sedikit bergumam. "emang kenapa mas?" tanya salah satu polis itu kepadaku. Dan aku ceritakan bahwa aku tidak ada uang untuk mengisi bahan bakar kendaraanku sementara aku butuh ATM.
"Maaf pak bisa pinjam motornya tidak pak?" tanyaku kepada pak polisi. "motor masnya yang mana ya?" pak polisi bertanya sambil melihat arah dimana kendaraanku berada yang telah aku tunjukkan. "diantar saja" kata pak polisi yang satunya. "kunci kontak masnya ditinggal disini saja, pake aja motornya" kata pak polisi yang awal tadi.
Berangkat aku menuju ATM hingga kembali lagi sampai dapat aku mengisi kendaraanku. Terima kasih pak polisi atas motor yang telah dipinjamkan. Semoga polisi-polisi yang lain juga tidak kalah baik seperti bapak.
Saatnya aku meneruskan perjalanan menuju Asrama Randik MUBA dengan bahan bakar yang tidak mengkhawatirkan lagi.


Mahmud Basuki 2012

2 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.