ALLAH TIDAK PERNAH MENGUJI KITA

Allah Tidak Pernah Menguji Kita, Melainkan Sesuatu yang Kita Anggap Ujian adalah Sebuah Nikmat yang Belum Terlihat. (Mahmud Basuki)

KOMENTAR

Komentar Anda Secara Tidak Disadari Telah Mengomentari Anda. So, Berkomentarlah yang Baik-baik. (Mahmud Basuki)

SEMANGAT BABAT ALAS

Tuntaskan Amanat, Memaksimalkan Prioritas Utama - QS. Al-Anfal: 27

TETAP BERDO'A LALU BERUSAHA

Ya Allah ketika kami berbaik sangka dengan orang lain, maka baikkanlah prasangka itu sesuai prasangka baik kami ya Allah, jauhkan dari ketidak sesuaian prasangka baik kami. (Mahmud Basuki)

Sabtu, 28 Desember 2013

Umur Sudah 5 Tahun: Gesek Nomor Mesin dan Nomor Rangka

1. Selama aku kuliah di Jogja, aku ditemani motor yang berplat luar Jogja yaitu plat Sumsel (BG).

2. Terkait bayar pajak tiap tahun, aku bayar di Sumsel dengan cara mengirimkan STNK ke rumah dan diurus sama orang rumah.

3. Nah, Februari 2014 nanti, umur motorku menginjak umur 5 tahun. Pastinya harus cek fisik dan ganti plat.

4. Tidak mungkin dong kalau motorku aku kirimkan ke Sumsel untuk cek fisik dan urus itu semua, sementara aku masih lama di Jogja.

5. Akhirnya, setelah baca-baca dan cari informasi lainnya, untuk cek fisik atau gesek nomor mesin dan rangka bisa dilakukan di Jogja dan kemudian berkasnya baru dikirim ke Sumsel.

6. Untuk gesek, aku pergi ke Polres Sleman Jalan Magelang.

7. Awalnya aku gak bawa BPKB, hingga aku harus kembali lagi ke kosku Jakal KM 14 untuk ambil itu BPKB. Karena syarat "gesek bantuan" adalah STNK, BPKB, dan Motor yang mau dicek fisik alias digesek.

8. Tempat cek fisik persis di sebelah timur masjid. Maju ke loket bilang mau gesek. Petugas biasanya tanya untuk keperluan apa? Ya jawabku kemaren karena sudah 5 tahun, motor Sumsel.

9. Biaya administrasi sebesar Rp. 15.000. Setalah bayar kita diberi form dan nomor antrian. Motor diantrikan di tenda yang tersedia. Setelah digesek dengan petugasnya, kembali lagi ke loket.

10. Gesek selesai, prosesnya cepat tidak lebih dari 1 jam. Setelah itu aku lepas plat motorku untuk aku kirimkan bersama dengan STNK, BPKB, Kertas keterangan gesek dari Polres Sleman tadi. Pengiriman aku pakai POS.

11. Setahuku BPKB tidak harus dikirim, tapi dari pada nanti bolak-balik jadinya aku ikut sertakan.

12. Sekarang aku berkendara motor tanpa plat, tanpa STNK, tanpa SIM. SIM ku juga aku ikut sertakan kirim karena sudah mati juga sejak bulan November lalu (maklum bukan SIM Jogja).

Sekian.


Paket Liburan atau Wisata Jogja

Kamis, 28 November 2013

Bangka Belitung: Tes CPNS di Negeri Serumpun Sebalai

Perjuangan kembali terukir, saat aku mendapatkan sms dari pak pos Jum'at, 1 November 2013 yang lalu. Akibat kurang jelasnya nama alamat kosku itu, merupakan suatu hikmah tersendiri bagiku. Saat itu sejak Kamis malam pukul 21.00 WIB aku tiba di Karanganyar Solo, berduka cita atas kepergian paman yang sejak lama mengidap penyakit ginjal.

Pesan singkat pak pos menanyakan alamatku (Jogja), aku baca baik-baik, segera aku telfon pak pos itu dan aku sampaikan bahwa alamatku di Wisma Putra Pangestu. Pak pos pun tahu itu, dan segera aku matikan telfonku.

Prosesi pengkuburan jenazah pun usai. Sholat Jum'at aku lalui di sana. Usai makan siang, jam tanganku saat itu kurang lebih menunjukkan pukul 14.00 WIB, saat itulah aku berpamitan untuk pulang kembali ke Yogyakarta.

Kurang lebih dua jam perjalanan, aku tiba di Yogyakarta. Segera aku cari ibu kos menanyakan surat dari pak pos. Setelah diberikan padaku surat itu, aku robek amplopnya sedikit dan berisikan: pelaksanaan tes cpns di Pangkal Pinang Bangka Ahad, 3 November 2013 pukul 08.00 WIB. Aku letakkan tasku, aku lepaskan jaketku, aku ambil handukku, menuju kamar mandi, dan air segar mengguyurku. Setelah itu aku sempatkan online ke situs terkait hal itu.

Usai sholat ashar, aku langkahkan kaki menuju tempat penjualan tiket. "Jogja - Pangkal Pinang untuk besok sabtu cuma ada satu, Sriwijaya. Lionnya uda gak ada" kata penjaga penjual tiket itu yang tak lain adalah teman LQ ku. "berapa?" sahutku. "dua juta empat ratus bla bla bla" jawabnya. Hanya untuk sekali jalan harga segitu, benar-benar bikin kantong bolong (kalau bolongnya uda dari tadi, lebih tepatnya terpaksa gali lobang haha)

Terpana aku dengan harga yang mahal itu, harga yang lebih dari dua kali lipat dari harga normal (biasanya kata temanku asal bangka, Jogja-Pangkal Pinang Rp. 800an-900an ribu). Ya ini memang resiko kalau pesan mendadak. Melihat uangku yang tak sampai, keinginan untuk berangkat menjadi 50% saja. Awalnya 100% mau berangkat, karena untuk formasi Teknik Industri berjumlah 71 orang yang diikutkan tes untuk memperebutkan 2 kursi pns. Angka yang membuatku gregetan untuk bisa hadir mengikuti tes. Soalnya biasanya pesaingnya sampai beratus-ratus gitu dalam satu formasi.

Telfon ibu, di sana juga lagi limit uang. Namun, akhirnya aku diarahkan untuk cari pinjaman dulu jika mau ikut tes. Masih dalam ruangan penjualan tiket, aku minta booking tiket tersebut. Time limit hanya dua jam, akhirnya fix terbeli dengan janji besok pagi saya bayar. hehe... Kode booking sudah ter-print. Saatnya beraksi sms sana, sms sini untuk mencari pinjaman. Lima ratus ribu plus lima ratus ribu dan plus plus lainnya akhirnya terkumpul uang untuk perjalanan pulang pergi dan bertahan di Pangkal Pinang, Negeri Serumpun Sebalai.

Sabtu pagi, Bandara Adi Sucipto menuju Bandara Soekarno Hatta menuju lagi Bandara tujuan yaitu Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Ya ini kali pertama aku injakkan kaki ini di Bangka. Masuk ke dalam ruang kedatangan, sebagian penumpang menunggu barang-barangnya. Kalau aku gak pakai tunggu-tunggu itu, soalnya barangku aku bawa ke kabin, cuma satu tas dan satu plastik.

Aku lihat, jasa taksi resmi dari bandara tersebut. Aku mendekat, petugas menyapa, lalu aku bertanya "kalau ke GOR provinsi Air Itam berapa?" tanyaku. "kalau masih dalam kota, semua tarif Rp. 60.000,-" jawab petugas itu (maklum taksi di sana gak ada yang pakai argo, jadi semacam kayak ngojek aja hehe). Aku teringat obrolan saat di pesawat dengan orang Bangka (dia cowok), kurang lebih begini bunyi pernyataannya "kalau ke GOR provinsi kurang lebih Rp. 30.000an mas, itu kira-kiranya aja lo mas, soalnya aku juga gak pernah pakai taksi". Mengingat pernyataan tersebut, aku tidak jadi memesan taksi dari jasa bandara itu, lalu aku menuju keluar, berniat mencari taksi di luar.

Taksi di luar justru pasang tarif lebih mahal, yaitu Rp. 70ribu. Aku tawar-tawar pakai jurus maut, tetap aja segitu. Sudah mahal, gak resmi lagi, jadi takut hehe maklum baru pertama kali di sana. Akhirnya aku putuskan untuk pakai taksi resmi bandara saja Rp. 60ribu keliling kota, cari penginapan dll, ketimbang Rp. 70rb cuma sampai tujuan aja, kalo cari penginapan minta tambah lagi hihihi. Saat aku mau masuk bandara lagi, aku dihadang petugas yang mengisyaratkan tidak boleh masuk lagi. Kalau mau masuk, lewat pintu masuk lagi melewati pemeriksaan. hahaha. .

Sempat menyesal karena tidak ambil taksi jasa bandara di dalam ruang kedatangan tadi. Sopir-sopir taksi kembali mendekati saya, "gimana bang, gimana bang" gitu lah tanyanya padaku. Tiba-tiba aku melihat teman ngobrolku saat di pesawat tadi (dia cewek, yang mau tes cpns juga, namun lokasi tesnya jauh dari lokasi tesku). Aku panggil dia, dia panggil aku, aku mendekat, dan akhirnya satu taksi bersama menuju tempat masing-masing. Aku beri ia uang Rp. 50.000 untuk ganti biaya taksi, namun ia menolaknya "tadi udah ku bayar kok mas, gak usah" katanya. Sampai tempat tesnya, ia langsung diantarkan ke tempat penginapan yang sebelumnya ia sudah booking via internet. Aku ucapkan terimakasih padanya, lalu giliranku menuju GOR provinsi, yang cukup jauh dari lokasinya. Putar balik deh.

- Sopir taksi menunjukkan tempat penginapan terdekat dari GOR, namun tetap saja jaraknya masih jauh.
- GOR jauh dari peradaban, gak ada jualan nasi dll...
- akhirnya cari makan dulu bareng sama sopir taksi.. hehe baik sopirnya
- Sampai GOR, rencananya mau tidur di mana aja, dekat GOR, yang penting besok Ahd jam 8 gak telat tes
- Eh malah di kasih tumpangan kamar mas Ganang (satu dari 3 penjaga GOR)... ada tv-nya, kasur, kamar mandi dalam, we nyaman pooll
- bukan cuma aku yang nginep di kamar mas ganang, peserta tes teknik industri alumni UGM juga menemaniku... mas Yogi namanya.
- Usai tes, nyewa motor Rp 75rb sama mas Yogi, jalan-jalan deh, ke pantai psir padi, pantai rebo sungai liat, ke pelabuhan pangkal balam, pantai satu lagi lupa namanya... dan lain-lain.
- sebelum jalan2 aku booking tiket pulang.. alhamdulillah harga normal...
- balikin motor, terus ke bandara telfon taksi barena mas Yogi...
- Sampai Jogja Senin malam jam 22.00... sampai kos Kaliurang jam 23.00, besoknya adik2 kelas 6 Assalam Sumsel datang ke jogja dalam rangka rihlah.. malamnya temu adik2 di Wisma Aji Ringroad Utara...

udah dulu eaaa.... fotonya nyusul hahaha


Saat ini menunggu waktu yang tepat ajukan proposal... proposal apa ya? hehe februari, maret, april, kapan majunya ya.... hehehe...

Rabu, 23 Oktober 2013

Cara File PDF Tidak Bisa Diedit dan Diprint

Berikut cara melindungi file pdf agar tidak bisa diedit, tidak bisa diprint, atau menginginkan file pdf-mu diberi pasword? Bisa-bisa. Nitro Pro 7 bisa atasi hal ini. Semoga Anda sudah memiliki software Nitro Pro 7.

1. Buka Nitro Pro 7
2. Pilih File - Open

Silahkan pilih file yang akan Anda proses. Seperti gambar berikut:
kemudian klik Open.

3. Pilih File - Document Properties
Lebih praktis silahkan tekan tombol keyboard Ctrl+D secara bersamaan. Sehingga muncul sebagai berikut:

Klik Security

4. Pilih menu Security - Password security. Seperti gambar berikut:

Maka akan tampil seperti gambar berikut:

REQUIRE A PASSWORD TO OPEN THE DOCUMENT: berfungsi untuk memberi password saat membuka file diawal. Pada tutorial ini tidak mencentang tersebut, karena file tetap bisa dibuka tanpa password.
REQUIRE A PASSWORD TO CHANGE SECURITY SETTINGS AND ACCESS SPECIFIC FUNCTIONS: berfungsi untuk mengatur file sesuai keinginan. Seperti contoh sebagai berikut:

Isikan password dan confirm password (sama) sesuai keinginan Anda.
1. Printing allowed: pilih "None" agar tidak dapat diprint.
2. Changes allowed: pilih "None" agar tidak bisa diedit.
3. Jangan dicentang agar tidak dapat diedit.
4. Jangan dicentang agar tidak dapat diedit.

Klik Finish.

Semoga bermanfaat.
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

Selasa, 22 Oktober 2013

Terjatuh: Senyum Mendamaikan Hati

Menunggu tukang pijat datang ke kosku, yang kata ibu kos ia akan datang ba'da Magrib. Sambil menunggu aku sempatkan menulis ini. Tukang pijat yang tak kunjung datang, lalu aku keluar untuk membeli kacang rebus di pelataran depan Kampus UII Kaliurang. Hingga aku kembali lagi sampai kos, tukang pijat itu belum kunjung datang. Padahal badan ini sudah tak sabar melepas pegas-pegal yang tak karuan.

Pasca jatuh dari motor kemaren Senin 21 Okt 2013, badanku mulai pegal-pegal. Punggung, bahu, lengan tengah, semua terasa pegal setelah satu jam dari jatuh. Lutut yang lecet sedikit membuat gerakan sholat yang bertambah. Pergerakan lutut tidak masalah, namun saat duduk diantara dua sujut maupun duduk takhiyat, lutut ini tak mau bersentuhan dengan lantai, hingga sedikit aku angkat, hal ini menjadikan kiblatku sedikit berbelok.

Tempat kejadian perkara (TKP) di Jl. Timoho selatan rel kereta api. Sebelumnya, pagi hari aku ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY yang terletak di ringroad utara sebelah Lotte Mart. Kemudian dilanjut ke SDIT LHI Kota Gede DIY untuk menghantarkan beberapa berkas. Mulai bertemu satpam SDIT LHI, masuk ruangan, memberikan berkas, melihat-lihat suasana, hingga pergi lagi.

Di perjalanan menuju UIN, aku sempatkan mampir di kontrakan Ustadz Andang dan Ustadz Eko yang berlokasi di belakang Gedung Erlangga Kota Gede. Sampai adzan dhuhur tiba, aku dan ustadz Andang pergi ke Masji Al-Islah untuk menunaikan sholat dzuhur. Ustadz Eko tidak membersamai karena beliau sedang kuliah di Pascasarjana UGM sejak aku datang tadi.

Usai sholat dzuhur, aku pamit. Sebelum pamit, aku sms ke ustadz Bayu "akh ada di kos gak?" isi smsku ke ustadz Bayu. "Assalamu'alaikum bro" sapaku untuk ustadz Andang, sambil tarik handel gas motorku. "wa'alaikumsalam bro" jawab ustadz Andang.

Di jalan Timoho, angin semilir tetap terhirup meski aku pakai helm, roda depan dan roda belakang kompak beriringan seirama dengan handel gas yang aku sesuaikan. Kijang inova tepat di sisi kananku, terlihat di depan pengendara bapak tua membawa karung besar di atas jok motornya. Aku tengokkan kepalaku ke kanan, terlihat kijang inova sudah terlalui, akan aku dahului motor bapak tua itu dari sisi kanan, meluncur zig-zag maksudku. Roda depanku menyentuh roda belakang motor bapak tua itu, salah perhitungan, akhirnya praakKKKkkk, bapak tua itu jatuh pelan, sementara aku tersungkur.

Aku pegang hidungku, ku lihat ke belakang terlihat inova ingin memelukku, aku berdiri perlahan, orang-orang mendekat, motorku dibangunkan orang-orang, aku menepi. Bapak tua itu juga menepi, membenarkan motornya, seorang wanita muda memberikan spion kanan motorku yang putus.

Pedih terasa, orang-orang mulai bepergian meninggalkan TKP, stangku yang bengkok kembali lurus, aku starter motorku, menghampiri bapak tua itu, aku tersenyum meminta maaf, bapak itu membalas senyum untukku. "ngapunten pak ngeh" kataku pada bapak yang tersenyum berdiri di samping motornya.

Usai melintasi rel kereta api, terlihat pesan pada hapeku, pesan dari ustadz Bayu "Iya akh Sby_1511". Aku batalkan mampir ke kos teman ustadz Bayu itu. Dan aku batal juga bertemu ustadz Wahid di Kampus UIN. Langsung aku pulang menuju kediamanku, jalan Kaliurang Km 14. Sebelumnya aku terasa haus, kemudian aku beli juz alpokat barat Kopma UIN depan swalayan. Bersama jus alpokat yang tinggal setengah itu, aku lanjutkan perjalanan pulang. Sesampai kos, dua bantal, kasur terbentang siap menemaniku.

Alhamdulillah
, sudah agak ringan setelah dipijat pak Mail.

22/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

Sebelum dan Sesudah Kurban Forsilam

Kertas booking tiket sudah di tangan, 13.00 keberangkatan melalui stasiun Pasar Senen. Di hari yang sama (Rabu, 16/10/13) tes CPNS pukul 10.00-11.30 WIB. Jarak tempuh dari lokasi tes ke Stasiun Pasar Senin tidak dapat terprediksi. Bisa 30 menit, bisa 60 menit bila terjadi kemacetan, lokasi kantor walikota jakarta timur menuju stasiun pasar senen. Mengatasi hal itu, hari sebelumnya Selasa (Hari Idul Adha 1434 H), kertas booking tiketku langsung aku tukarkan dengan tiket yang asli di Stasiun Pasar Senen, agar tidak mepet waktu.

Sebenarnya aku juga tidak mau waktu yang mepet-mepet seperti itu. Namun, sewaktu booking tiket, kereta ekonomi habis semua, aku pindah ke tempat booking tiket lainnya, ternyata masih ada satu tiket kereta ekonomi, dengan pukul keberangkatan 13.00 WIB. Segera aku booking tiket tersebut. Rp. 50.000,- plus biaya administrasi Rp. 6.000,-.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Keberangkatanku menuju kantor walikota start pukul 07.00 WIB. Bersama Budi (sepupu), sekalian aku pamit untuk pulang ke Jogja, karena dari tes langsung ke stasiun. Dari Duren Tiga menuju Kantor Walikota Jakarta Timur, klakson saling bersahutan, asap knalpot terus keluar, debu-debu ikut memeriahkan jalanan jakarta. Sedikit demi sedikit kendaraan melaju, betapa macet Jakarta. Satu jam setengah berlalu, aku sampai didepan gerbang Kantor walikota.

Tersedia kursi-kursi untuk menunggu, petugas di depan pintu senyum menyapa padaku. "maaf pak untuk kamar kecil dan mushola sebelah mana ya pak?" tanyaku pada petugas itu. Usai mengarahkan atas apa yang aku tanya, aku tunaikan hajatku, ku ambil air wudhu, menuju lantai 2 ruang sholat. Subhanallah ternyata sebuah masjid besar nan megah. Aku letakkan tasku, aku lepaskan jas hitamku, aku angkat kedua tanganku, Allahu Akbar.

Jam tanganku menunjukkan pukul 11.35 WIB, setelah apa yang telah aku lalui, mulai dari menitipkan tas,  registrasi, dan tes CAT, langsung aku bergegas mengambil tas, dan berjalan cepat keluar Kantor Walikota yang luas itu. Busway atau ojek ya? Aku takut tak sampai bila memakai busway, hingga harus merelakan ketinggalan kereta yang berangkat pukul 13.00 WIB.

Aku hampiri pangkalan ojek yang bersebelahan di pinggir Kantor Walikota. "Bang kalo ke ps senen, berapa ongkos bang?" sapaku padanya sambil duduk di bangku. "gocap" jawabnya. Sebelum menawar, aku ingat kata pamanku, kira-kira ojek 20rb s/d 25rb. "haaa kemahalan itu bang, 20 rebu aja ya bang" sahutku kembali. "macet ini bang, gak berani kalo segitu, mending lu pake busway aja bang cuma tiga rebu" jawabnya. "wah kalo gocap kemahalan bang, dikurangi jadi berapalah bang?" sahutku kembali sambil melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 11. 45 WIB. "empat puluh gak papa dah, lu kan uda kerja kan" sahut tukang ojek itu. "tengah-tengahnya aja bang" kataku. "maksudnya?" tanya tukang ojek padaku. "ya tengah-tengah 20 rebu ama 40 rebu, jadi 30 rebu" kataku ke tukang ojek. "gak berani bang" sahutnya kembali. "dah gak papa bang 40 rebu ayo" jawabku. Sambil mempersiapkan motornya, starter, memberiku helm, tukang ojek berkata canda "pake rem kagak ini?". Aku jawab canda pula "remnya gak usah dipakai bang... haha".

intermezo;
kalo elu ke Jakarta, tidak ada salahnya inget-inget bahasa ini:
goceng= 5000
gopek= 500
gocap = 50
ceban = 10000

ceceng = 1000
noceng = 2000
saceng = 3000
siceng = 4000
lakceng = 6000

noban = 20000
saban = 30000
siban = 40000
goban = 50000
lakban = 60000

cepek = 100
nopek = 200
dst..

Alhamdulillah sampai Stasiun Ps Senen pukul 12.35, aku bayar ojek itu. Aku jalan cepat ke pintu masuk, yang sebelumnya aku sempatkan membeli roti dan tisu basah, kemudian aku masuk dengan menunjukkan (1) tiket (2) KTP asli. Aku ambil air wudhu, kemudian sholat jama' dhuhur 2 rakaat dan ashar 2 rakaat. Perut terasa lapar, ah nanti saja dalam kereta aku makan siang, meski mahal harganya. Usai sholat, kereta pun datang, yah gerbong 7, aku harus berdiri disini sambil menunggu sempurnanya berhentinya kereta. Aku pun masuk dan say selamat tinggal Jakarta!.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Kurban Forsilam* Jogja 2013
*Forum Silaturahmi Alumni Assalam

Tepat di bawah AC aku duduk, aku ambil charger BB ku kemudian aku cash BB tersebut di perbatasan bangku. Aku telfon ayahku (Rabu, 16/10/2013), isi perbincanganku? mau tau aja lu? hehe. Akhirnya ayahku mau. Segera aku BBM ke Meta, Intan, sms ke Indah, Bitoh, Memey, Basri, Ahmad, Irham, kak Mahfud untuk merencanakan hari Kamis (17/10) silaturahim ke Saptosari Gunungkidul tempat KKN ku dulu, untuk mencari kambing.

Perutku yang lapar, aku menuju ruang restorasi ke gerbong 3 sepertinya. Aku ambil nasi telor plus ayam, harga 20ribu. Tambah es teh 5ribu. Sambil makan, sambil BBM-an dan menunggu sms. Pemandangan sawah, petani, pohon-pohon, rumah-rumah, jalanan, dan stasiun-stasiun menemani makan siangku saat itu.

Menginjak malam, kereta mogok, kurang lebih satu jam-an kami menunggu mesin dari stasiun kroya. Harusnya sampai Jogja jam 22.00, menjadi molor hingga 23.30 WIB. Sampai stasiun Lempuyangan aku turun, aku cari Febri yang sebelumnya sudah aku kontak. Bersama Febri, menuju Kota Gede tempat tinggalnya, santai menikmati angin malam saat itu. Hingga tiba pukul 00.00. Aku lanjutkan perjalanan menuju Jl. Kaliurang Km 14 tempat tinggalku. Cepat dan selamat hingga bisa berwudhu kembali dan tunaikan sholat Isya dan Magrib. Kurang lebih pukul 01.00 ku rehatkan tubuhku, "bismikallahumma akhya wa amuut".

Pagi hari (Kamis) aku telfon Bpk Dardi yang nomornya aku dapat kembali dari Laili mantan sekretaris saat KKN 2012 dulu, aku tanyakan kira-kira luang tidak jam 14.00 WIB, karena jam 13.00 kami berangkat menuju Gunungkidul untuk silaturakhim. Konfirmasi beliau luang, akhirnya jam 13.00 kami ke sana. Atas kesediannnya kami memasrahkan uang pada Bpk Dardi untuk membeli kambing yang akan dikurbankan untuk besok Jum'at.

Jum'at (18/10/2013), merupakan hari tasyrik yang terakhir. Berdasarkan aturannya, hari Idul Adha adalah 10 Dzulhijjah/ 15 Okt 2013. Dan hari tasyrik adalah 11,12,13 Dzulhijjah/ 16,17,18 Okt 2013. Meski tak semua teman-teman Forsilam Jogja dapat hadir karena kuliah, namun rasa kebersamaan selalu di hati. Meta, Robithoh, Indah, Musyarofah, Basri, Rahman, Mahmud yang hadir pada penyerahan dan penyembelihan ini.


Dan akhirnya, kami bermain-main ke pantainya Saptosari yaitu Pantai Ngobaran dan Pantai Ngrenehan hingga menjelang Magrib sampai Asrama Randik Putri Yogyakarta.
Proses Penyembelihan
Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Sebelum Kembali ke Kota Jogja
Foto-foto akan diupdate jika sudah siap.

22/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

Senin, 21 Oktober 2013

Bogor: Bersama Mas Ridwan

Menuju area pasar Minggu motor mas Ridwan kehabisan bensin, dorong deh. Setelah ketemu temannya disebuah masjid, kami cari makan malam dulu, laper soalnya. Setelah makan, baru melanjutkan perjalanan menuju Bogor. Dua malam aku di Bogor dan 14 Okt 2013 aku pulang ke kontrakan lelek (paman). Sholat Idul Adha di Jakarta.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Kurang lebih perjalanan Jakarta menuju Bogor memakan waktu 2 jam. Aku bersama mas Ridwan berboncengan, aku yang di depan, mas Ridwan yang hafidh 30 juz itu di belakang. Sementara temannya mas Ridwan sebut saja Rian berkendara sendirian. Perjalanan malam yang santai, angin menerpa tubuh kami menemani obrolan santai sambil berkendara. Suara mesin berderu, kendaraan satu dengan yang lain saling berpapasan, lampu-lampu jalan tulus menerangi jalanan. Hingga di tengah perjalanan terdapat pesan di hape mas Ridwan yang mengabarkan bahwa motor Rian bocor setelah fly over. Entah fly over daerah mana itu, aku tak paham.

Roda motor menepi ke pinggiran. Stang kemudi berbalik arah menuju fly over. Ban dalam sudah tergantikan, kami melanjutkan perjalanan. Setelah melalui jalan yang becek sepanjang 3 km, akhirnya sampai dan aku matikan mesin. Tepat di sebuah masjid yang terdapat beberapa orang menyapa mas Ridwan.

Berjalan ke timur masjid, gelap tanpa ada lampu, jejakku mengikuti mas Ridwan. Terdapat rumah bernuansa bambu yang berada di tengah kolam. Jembatan dengan lebar 1 meter menghantarkan kami ke rumah tersebut. Gelap tanpa ada penerangan. "krekkk" bunyi pintu yang tak terkunci itu. "Rian kemana mas?" kataku. "gak tau itu" jawab mas ridwan sambil menuju kamar. Lalu sms ke Rian meminta dibelikan lilin.

Satu jam kemudian Rian datang. "Assalamu'alaikum" kata Rian sambil meletakkan tasnya yang isinya antara lain lilin dan snack. Satu demi satu snack itu  terkunyah menemani obrolan malam. Badan terasa tak terkuasakan menahan letih, akhirnya tubuh terbaring menikmati bunyi malam yang khas dan meneduhkan. Di pertengahan rehat, lampu pun menyala. "Stop kontaknya emangnya dimana mas?" tanyaku. "di atas" sahut mas Ridwan. Lampu-lampu yang hidup kami matikan melalui saklar yang ada dan kami lanjutkan rehat kami.

Dua malam lamanya aku di Pesantren elTAHFIDH, mengingatkanku pada suasana lingkungan pondok dulu di Sumatera. Sudut-sudut ruangan yang ada, dipenuhi orang-orang yang menghafal Al-Qur'an. Rian dan mas Ridwan sudah 30 juzz hafal (khaamilul Qur'an: sebutan untuk hafidh Qur'an). Enam juzku yang dulu hanya setoran ke ustadz saat study di pondok, saat ini sangat dipertanyakan.

Di mana aku berada, di sana ada Al-Qur'an.
Berjalanlah selalu bersama Al-Qur'an niscaya menjadi Al-Qur'an berjalan.

Hufadh sejati..
Tercermin dari kepribadian sehari-hari.

Mendengar bunyi ikan lele sudah dirasakan, sholat berjama'ah di sana juga sudah, sarapan pagi sudah terlewati bersama,  ke Mekar Sari lagi renovasi (gak bisa deh), pergi ke suatu masjid di perumahan juga sudah hingga pulang menambah teman baru di rumah tengah kolam itu. Malam pertama hanya 4 orang, malam kedua menjadi 6 orang.

Selasa (14/10/2013) aku panasi motor dan pulang menuju Jakarta setelah sarapan pagi bersama, di warung Ummi dekat pesantren. Semangat berkendara dan say "assalamu'alaikum". "wa'alaikumsalam" sahut penghuni rumah di atas kolam.

Cerita ini tidak mengandung klimaks.

21/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

Minggu, 20 Oktober 2013

PENGALAMAN TES CPNS DI KEMENTRIAN DAN PEMDA DKI

Inilah waktunya, melangkahkan kaki, mempersiapkan kebutuhan yang kiranya diperlukan. Baju ganti, sandal, sepatu, kaos kaki, dan lain sebagainya. Ku tutup pintu kos lalu ku kunci, dari Jalan Kaliurang Km 14 menuju ke stasiun lempuyangan. Sendiri menikmati angin kencang, berbaur dengan kendaraan-kendaraan yang lain. Sambil menikmati perjalanan: "arrahman.. 'allamalqur'an.. kholaqol insaan.. 'allamahul bayaan .. assyamsu walqomarubikhusbaan.. annajmu wassajaru yasjudan.. dst" ucapku dengan nada standar yang tertutup helm. Demikian aku lakukan untuk menenangkan hati saja dan agar romantis saja di perjalanan meski hanya sendiri.

Sebelum menuju Stasiun Lempuyangan, aku arahkan motorku ke Kota Gede menghampiri Febri. Usai berjumpa langsung menuju Stasiun Lempuyangan. Namun, sebelumnya Febri menemui istrinya dulu yang aku mengikutinya hingga sampai ke salah satu TK swasta di Yogyakarta. Tak hanya itu, di pertengahan jalan isi bensin eceran dulu, takut tak sampai karena lampu indikator pada spedometer motorku sudah berkedip-kedep sejak aku berangkat.

Sesampainya di stasiun, aku turun dari motor. "nuwun yo pak, assalamu'alaikum" ucapku untuk Febri. "wa'alaikumsalam" katanya. Aku menyebrang jalan, teg terhenti sejenak dan aku menoleh kembali ke Febri. "pak, pak, pak tunggu tunggu, helmku lali kok malah rung tak copot" kataku sambil nyebrang jalan kembali. Setelah aku memberikan helmku ke Febri aku kembali  nyebrang jalan dan menuju ke loket chek-in yang cukup banyak orang yang mengantri. Sambil mengantri aku keluarkan kertas bookingku dan KTP asli dari dompetku. dompet yang sudah rusak sletingnya dan sedikit robek. Maju selangkah lalu terhenti, maju selangkah lagi lalu terhenti hingga sampai pada giliranku untuk mnyerahkan kode booking untuk diganti dengan tiket kereta api. Setelah itu, aku masuk pada ruang tunggu kereta melalui pintu yang dijaga petugas. Ku serahkan KTPku dan tiketku, setelah diperiksa kecocokan nama pada KTP dengan nama pada tiket, lalu dicap dan aku dipersilahkan masuk.

Alhamdulillah, tidak telat seperti pada 2 minggu sebelumnya dimana keberangkatan pukul 16.33 WIB, aku datang pukul 16.31 WIB. Hingga aku langsung maju ke depan menerobos orang-orang yang antri sambil berkata "maaf ya pak, kereta uda diumumkan akan memasuki terminal, keberangkatan saya 16.33 WIB" kepada orang-orang yang antri. Petugas saat itu berkata padaku "besok-besok jangan diulangi lagi ya mas, datang 1 jam sebelumnya ya" sahutnya. Setelah dapat tiket aku langsung masuk lewat pintu tanpa cek-cek KTP lagi. Ku pijakkan pada pintu kereta dengan gerbong sedapatnya, selang tak lama kereta langsung jalan pada waktu itu. Hingga aku sampai di Jakarta dan puas bisa mengikuti tes rekrutmen Pusri Palembang, meskipun sampai saat ini aku belum lagi dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya. Yang saat itu terdapat 2 opsi tempat tes yaitu Jakarta dan Palembang.

Opps, ceritanya kok sampai kesana? aku sedang duduk di ruang tunggu nih. Meminum es buah pemberian Istri Febri tadi saat di TK.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Tiga puluh menit kedepan kurang lebihnya, kereta pun datang. Perjalanan dimulai, dan sampai pada Stasiun Jatinegara jam 01.20 pagi. Menunggu jemputan cukup lama, hingga pukul 02.40an pagi sampai pada kontrakan lelek (paman). Ambil air wusajadah terbentang, aku angkat tangaku dan berlafadz "Allahu Akbar".

Setelah sholat Isya dan Magrib yang aku tunaikan dalam 1 waktu, aku rebahkan badanku sejenak menunggu pagi tiba. Pagi harinya, air menguyur tubuhku, aku rapikan pakaianku, ku pakai sepatuku. Dengan kendaraan yang ada (vega R) pukul 10.00 WIB aku menuju Kantor Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi (tepatnya barat Monas). Sesuai petunjuk panitia penerimaan CPNS, parkir kendaraan bermotor sebaiknya di Monas. Karena tak pahamnya aku daerah Monas tersebut, aku tiba di Kantor pukul 11.40 WIB. Dan siap tes pukul 13.00 WIB yang sebelumnya aku harus regristasi ulang, sholat dzuhur, dan rehat menenangkan hati (12 Okt 2013).

Tes selesai pukul 15.30 WIB, pulangku menuju kontrakan tak semulus perjalanan pergiku, aku berputar-putar hingga memakan waktu yang tak sedikit. Sesampainya di kontrakan aku pamit untuk pergi ke Bogor ke Pesantren elTahfidh bersama mas Ridwan yang sedang perjalanan dari Serang menuju Bogor. Aku tunggu mas Ridwan di Masjid Al-ikhlas Jatipadang hingga Isya datang. Setelah datang mas Ridwan cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri). "mana temanmu mas?" kataku. "Nunggu deket pasar minggu" katanya.

Menuju area pasar Minggu motor mas Ridwan kehabisan bensin, dorong deh. Setelah ketemu temannya disebuah masjid, kami cari makan malam dulu, laper soalnya. Setelah makan, baru melanjutkan perjalanan menuju Bogor. Dua malam aku di Bogor dan 14 Okt 2013 aku pulang ke kontrakan lelek (paman). Sholat Idul Adha di Jakarta.

Cerita Bogor

Kamis, 16 Okt 2013 tes lagi CPNS Pemda DKI Jakarta, lokasi tes: Kantor Walikota Jakarta Timur. Singkat cerita sebenarnya aku mau bercerita bahwa: Soal CPNS terdiri dari 100 soal meliputi TWK, TIU, TKP. Jika benar mendapat poin 5, jika salah poin nol. Jadi dikerjakan semua aja. Untuk TWK semua ada nilainya, namun bobotnya berbeda dari poin terbesar adalah 5,4,3,2,1. Tes berbasis CAT. Nah, soal CPNS ternyata sebagian soal ada yang sama. Tapi kalau tidak tahu mana jawaban yang benar, ya sama aja percuma.

Lanjutan

Ngantuk nih.. . ku lihat jam hapeku terlihat 23.56


20/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

Sabtu, 19 Oktober 2013

SUBUH PERDANA DI MASJID: KOS BARUKU KALIURANG

Subuh ini, kipas angin yang masih berputar menyejukkan kamar kosku. Kain sarung yang masih lekat di tubuhku. Namun, masih saja terasa panas untuk 3 hari ini, meski aku tinggal di daerah yang cukup dikenal dingin yaitu kaliurang. Setelah sekilas baca artikel, ternyata panas tersebut karena matahari yang sedang tidak pada poros garis khatulistiwa.

Terdengar suara dari luar pintu kosku "tok tok tok, ke Mejid peh Mud (ke Masjid yuk Mud)" suara yang tak asing yaitu suara Ibnu. Spontan aku terbangun dari pulau kapukku dan bergegas membuka pintu. "payo" kataku pada Ibnu. Aku ganti baju kaosku dengan koko yang masih tergantung di balik pintu kosku. Kain sarung yang masih melekat, aku menuju kamar mandi plus ambil air wudhu.

Pintu sudah terkunci, aku betulkan kain sarung yang sejak tadi malam belum aku rapikan, kaca cermin di ruang tamu memandangi wajahku, aku rapikan rambutku dengan tanganku, ku pijakkan kaki kananku pada pijakan kaki kiri, aku duduk di atas jok, belakang Ibnu. Motor sudah dipanasi sebelumnya lalu melaju. Menuju Masjid Ulil Albab UII.

Perjalanan sampai pertigaan Fakultas MIPA hingga perempatan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, pintu pagar belum terbuka. Roda motor berputar terus menuju utara, dan bertemu Masjid yang tak sesuai dengan rencana. Kami masuk, iqomah berkumandang. Dari shaf terdepan dan dengan penuh keyakinan, aku angkat kedua tanganku dan berlafadz "Allahu Akbar".

19/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

Minggu, 06 Oktober 2013

Mengukir Cinta di Belahan Jiwa

Saat naik daunnya lagu persembahan dari Maidany ini, ternyata lirik lagu yang ada tidak lengkap tertulis. Nah, mau lengkapnya silahkan copy lirik di bawah ini:


Mengukir Cinta di Belahan Jiwa

Album : Dua Wajah
Munsyid : Maidany

Bila yang tertulis olehNya engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu, yang tersimpan dulu
`Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

Izinkan aku `tuk mencitaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati
Di dalam hidupku…(izinkan aku)

Wahai yang dicinta telah kurela
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah jiwaku dalam do’amu
Kan kujaga cintamu
Wahai yang dicinta telah kurela
Hadirmu temani relung hatiku
Simpanlah nafasku dalam hidupmu
Kan kujaga setiamu

(Istriku, kutahu engkau bukanlah yang sempurna yang dihadirkan untukku.
Namun, berikanlah aku kerelaan untuk mencari kesempurnaan didalam hidupmu
untuk hari ini dan selamanya didalam hidupku
Karena, aku ingin mencintaimu dengan imanku)

Apapun adanya dirimu
Ku `kan coba tuk tetap setia
Begitu pula pada diriku
Terimalah dengan apa adanya

Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku


By : Si Jiwa

Mengukir Cinta di Belahan Jiwa.mp3

Jumat, 21 Juni 2013

LUPA

Pembaca yang budiman, saya izin untuk bercerita ya? Cerita apa?
Nah, Jum'at ini (21/6) sambil nunggu TU Teknik Industri yang belum buka (molor terus hehe padahal yang lain uda pada buka), daripada bengong nulis-nulis alay aja...

Kamis (20/6) usai praMun ku langkahkan kaki menuju Edite (fotokopian yang bernama Edite). Semua yang diperlukan sudah tercukupi untuk pendaftaran Mun. Hingga aku langsung beranjak melangkah ke warung makan depan Kopma karena perutku keroncongan (14.30, maklum dari pagi cuma mineral yang mengisi perut ini). Oh iya terlupakan, sebelum aku pergi dari Edite tadi aku ucapkan "maaf ya mas" ttt "oh ya gak papa" balas Mas Penjaga Edite.

Aku ambil piring, sendok, dan garpu. Nasi-pun sudah berada dalam piringku. Aku ambil sayur, bergedel, dan tempe satu. Aku letakkan makanan siap santap itu pada meja, aku ambil gelas untuk wadah air yang tak berwarna (air bening maksudnya). Di tengah-tengah pesan es teh.

Ketika mau menyantap, aku teringat dompeeeeetku... dompetku......... dompeeetku... Ah rasanya tak mungkin aku hentikan.

Aku baru teringat, biaya printku di Edite tadi kurang lima ribu. Singkat kata selesai makanku dan memanggil ibu warung itu "bu, buu sudah bu". Iyaaa sahut ibu dari kejauhan. "Pakai bergedel, tempe satu, sama es teh" kataku. "Jadinya enam ribu lima ratus" kata ibu tadi. Sambil aku tunjukkan dompetku, "ya ampun ternyata kurang bu, cuma ada recehan seratus rupiah" kataku pada ibu tadi. "Besok aja gak papa mas" kata ibu itu. "maaf lo bu" kataku sambil  pergi meninggalkan warung makan itu.

Harus diingat hutangku:
1. Lima ribu rupiah di Edite
2. Enam ribu lima ratus di warung makan

Al-insaanu makanu khoto wa nisyaaan

Waduw, dari jam 08.00 WIB sampai sekarang jam 09.00 WIB belum buka juga

Selasa, 21 Mei 2013

TERMASUK SAYA KAN BU?

Jawabnya iya. Update Selasa, 21 Mei 2013

PERPANJANGAN PASPORT

Lanjutan dari:
1. Perpanjangan Pasport Part 1
2. Perpanjangan Pasport Part 2


Lanjutin ngobrol tentang perpanjangan pasport lagi yuk, nah biar nyambung baca part 1 dan part 2 dulu eaa.
Nih proses selanjutnya:

1. Senin 15 April 2013 ke Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta untuk antar berkas-berkas yang sudah saya persiapkan. Lah, berkasnya apa aja? Makanya baca part 1 dan part 2 dulu hehe. Tahapannya saya datang sebelum jam 08.00 karena jam 08.00 bukanya, terus parkir, terus bersama orang-orang lainnya (ama satpam juga) nunggu di depan pintu karena pintunya belum dibuka hehe nekat brooo. Setelah pintu dibuka, srett dulu-duluan masuk terus ambil nomor antree yang sudah dipersiapkan petugas. Terus duduk nunggu no antre sesuai nomor. Usai di sebut nomor, langsung kasihkan berkas ke loket 1. Petugas langsung kasih nota yang isinya (1) Biaya perpanjangan pasport 48 halaman sebesar Rp. 255.000,- sama dengan biaya pembuatan pasport baru 48 halaman (2) Dua hari setelah ini datang kembali untuk pembayaran, foto, dan wawancara yaitu tanggal 17 April 2013.

2. Masukin nota kedalam dompet hehe, dan turun tangga menuju tampat parkir. Keluarin dompet lagi, ambil uang Rp. 1.000,- berikan ke tukang parkir. Lalu berkata "nuwun ngeeh pak". ahhhhaaa

3. Rabu 17 April 2013 kembali lagi, no antre kali ini dengan kode D (kalo sebelumnya kode A). Ketika dipanggil menuju loket pembayaran dan bayar Rp. 255.000,-, Kemudian Nunggu panggilan foto, usai foto nunggu panggilan wawancara. sudah itu pulang.. tapi jangan lupa bayar parkir.

4. Senin 22 April 2013 kembali lagi untuk ambil pasport karena perpanjangan pasport uda jadi horeee... Loketnya di samping loket 1, cublesin nota kita di situ ntar dipanggil. Terus disuruh fotocopy 1 kali (fotocopy di lantai baseman). Khusus perpanjangan dikasih formulir yang menyatakan pasport uda diganti dengan materai 6000. Beli materai dan fotocopy Rp. 7.500,-. Kemudian formulir dan fotocopy pasport diberikan kembali di tempat kita ambil tadi.

5. Pulang dengan membawa pasport lama dan yang baru... jangan lupa bayar parkir...

Uda puas ngobrol dengan saya?...
Sampai jumpa Assalamu'alaikum...


Paket Liburan (Driver Muslim)

Senin, 20 Mei 2013

DOA SHOLAT DHUHA


Allahumma innadh-dhuhaa 'a dhuha 'uka - walbahaa 'a bahaa 'uka - wal jamaala jamaaluka - wal quwwata quwwatuka - walqudrata qudratuka - wal 'ishmata 'ishmatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa 'i fa anzilhu -wa in kaana fil ardi fa akhrijhu -wa in kaana haraaman fathahhirhu - wa in kaana ba'iidan fa qarribhu,

Bihaqqi dhuhaa 'ika, wa bahaa 'ika, wajamaalika, wa quwwatika, wa qudratika. aatinii maa 'ataita 'ibaadakash-shaalihin.

Artinya:
"Wahai Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-Mu - dan kecantikan adalah kecantikan-Mu - dan keindahan adalah keindahan-Mu - dan kekuatan adalah kekuatan-Mu - dan kekuasaa adalah kekuasaan-Mu- dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu.

Wahai Allah, jikalau rejekiku masih di atas langit, maka turunkanlah - dan jikalau ada di dalam bumi keluarkanlah - dan jikalau sukar maka mudahkanlah - dan jikalau haram maka sucikanlah - dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah.

Dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh."

Sabtu, 13 April 2013

CARA PRINT AMPLOP PART 2

Nah, saya buat tulisan ini berdasarkan postingan sebelumnya. Cara Print Amplop Pakai Word 2007 part 1.
Berdasarkan gambar dibawah ini:
Gambar 1. Cara Lain Print Amplop Microsoft Word 2007

Gambar 2. Komentar Pengunjung Sumber dari Sini

Saya akan jelaskan detailnya:
1. Buka Ms. Word 2007 - Page Layout - Page Setup (menjelaskan gambar 1). Bisa dilihat gambar 3 berikut:
Gambar 3. Page Layout - klik Tombol Kecil Kanan Page Setup

2. Setelah klik Page Setup, Anda akan jumpai gambar 4. Jangan lupa klik Lanscape seperti gambar berikut:
Gambar 4. Lanscape

3. Dari gambar 4, lihat diatas (tidak tergambar pada gambar 4) akan terlihat pada gambar 5. Maka, klik paper:
Gambar 5. Paper - Comm. Env. #10

6. Setelah klik paper, terlihat juga pada gambar 5. Pilihlah ukuran kertas Comm. Env. #10 atau DL env (menerangkan gambar 1 nomor 2) sesuai ukuran yang Anda pilih. lalu klik OK.

7. Ukuran amplop terpilih bisa Anda lihat pada gambar berikut:
Gambar 6. Ukuran Amplop Terpilih

8. Tuliskan tulisan yang Anda kehendaki, sebagai contoh lihat gambar berikut :
Gambar 7. Contoh Tulisan pada Amplop (menerangkan gambar 1 nomor 3)

9. Lakukan Cntrl + P dan okey. Jangan lupa siapkan kertas amplop pada printer, hubungkan konektor printer dengan PC atau laptop Anda, dan jangan lupa hidupkan printer Anda (menjawab pada gambar 2 dan menerangkan pada gambar 1 nomor 4 dan 5).

Semoga bermanfaat.
Kurang jelas bisa lihat cara lain

Sumber Inspirasi:

PERPANJANGAN PASPOR PART 2

Lanjutan dari Perpanjangan Paspor Part 1.


Nah, teringat hari selasa 9/4/13 kemaren, syarat yang kurang adalah legalisir KK dan surat keterangan dari kampus.

Usai pulang dari Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta, langsung aku buka-buka berkas-berkas. Seingatku masih ada legalisir KK. Nah, jreng-jreng akhirnya ternyata benar alhamdulillah banget ya masih terdapat lebih dari 2 lembar legalisir KK...

Tinggal minta surat keterangan dari kampus. Meski kata temanku yang dia dulu pernah minta surat keterangan yang serupa, tapi tidak berhasil didapat, aku coba dulu. Ini dia alur yang aku lakukan:

1. Aku masih ada file2 fakultas yang bisa dilihat disini. Aku buat suratnya sendiri, aku print, dan aku tunjukkan ke Pembantu Dekan III. Aku lampirkan juga fotocopi KTM dan paspor yang mau ku perpanjang.
2. "Kalo menerangkan bebas narkoba saya gak berani mas" kata pak PD III. Akhirnya aku revisi dikit, dan numpang ngeprint sekalian di ruang dekanat (sama mas Eko, makasih ya mas Eko).
3. Langsung ke Kasubag bu Anita (kalo gak salah hehe) minta paraf. Terus diminta dan dibawa suratnya sama bu Anita. Dah, aku disuruh nunggu disitu aja. jreng-jreng-jreng sekitar 10 menit bu Anita kembali keruangan. Jadi deh.. Makasih ya bu Anita.

Mau liat suratnya, nih gratis.

Nah, selanjutnya jum'at 12/4/13 aku kembali ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta. Apa yang terjadi? ini dia:
1. Parkir dulu yang jelas
2. Masuk ruang front office, wah kok ada pajangan tertulis "close". Terus nanya ke mas yang duduk dibagian formulir. "jam operasional Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta senin sampai kamis dari pagi sampai jam 12.00 WIB. Kalo hari jum'at sampai 11.30 WIB mas" itu jawab masnya tadi. Aku liat jam uda jam 14.00 WIB t-t-t.
3. Kembali ketempat parkir (tukang parkir cuma menundukkan mukanya), so uang Rp. 1.000 yang aku siapkan ditangan tetap ku genggam. "monggo mas" kataku. "jneh" katanya. hmm kok gratis ya... apa karna aku pakai baju kayak baju dinas ya hehe...

Selanjutnya ada DISINI.

PERPANJANGAN PASPOR PART 1

Selasa, 9 April 2013 aku berkunjung ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Yogyakarta untuk perpanjangan paspor yang masa berlakunya 2 Mei 2013 bulan depan.

Dari UIN menuju ke arah Bandara Adisucipto kantor imigrasi tepat sebelum bandara, yang tepatnya di seberang pom bensin.

Sampai disana apa yang aku lakukan? ini dia:
1. Parkir dulu yang jelas
2. Naik tangga ke lantai 1 (bukan baseman loh)
3. Minta formulir yang berada di map kuning (tempatnya habis pintu masuk langsung tengol ke kiri), dan perlu diketahui formulir itu tidak untuk diperjual belikan alias GRATIS (inget loh ya, ada tulisannya di map tersebut), tapi kalo kata temenku bayar Rp. 10.000 (formulir+cover paspor) hehe, ini postingannya.
4. Isi formulir (sambil tanya-tanya kalo ada yang masih bingung).
5. Aku periksa kelengkapan persyaratan, ternyata 1 yang belum aku bawa yaitu KK (kartu keluarga), dan aku tanya ke mbak cantik pada front office (gak boleh kalo tanpa KK katanya). Wah coba dulu tanya ke loket ah... so aku ambil no antrian dan ku dapat no antri 124. Haa dari jam 8.00 (isi formulir), 8.30 mulai ngantre, dan akhirnya jam 09.00 kini giliranku menuju ke loket 1.
6. Sampe ke loket ada percakapan nih:
    Kata bapaknya: "ini kurang KK sama surat keterangan dari kampusmu mas". 
      Kataku: "wah KK nya di Sumsel pak, kalo nyusul aja gimana pak? saya hanya ada fotokopinya, itupun gak saya bawa 'coba dikit lah" 
    Kata bapaknya lagi: "kalo KK syarat mutlak mas, dilegalisir dari tempat tinggalmu atau ke notaris aja gak papa"
     Kataku: "Terus aslinya pak?" (syaratnya kalo ada aslinya dibawa ya, untuk menunjukkan bukti asli)
    Kata bapaknya: " dah gak papa, legalisir sudah menunjukkan yang asli (tapi lagi2 kalo ada yang asli dibawa ya... hehe)
7. Ketempat parkir, bayar Rp. 1.000,- (sambil berkata: matur nuwun ngeh mas). Pulang deh. Sambil mengingat-ingat yang harus aku persiapkan ada 2 yaitu KK dan keterangan dari kampus. Kata temenku, kalo minta surat keterangan dari kampus tidak bisa, harus lulus dulu katanya. Nah, cerita selanjutnya ada DISINI (part 2). Alhamdulillah surat dari kampus dapat (bisa didownload pada postingan lanjutan).

Paket Liburan Jogja (Driver Muslim Jogja)

Senin, 08 April 2013

Panduan Kerja Praktek Teknik Industri UIN Suka

Nah, alhamdulillah sekarang sudah ada panduan kerja prakteknya nih. Terbit tahun 2012, otomatis yang dapat kerja praktek terdahulu tentunya belum pakai panduan tuh, yang angkatan 2013 dan setelahnya baru bisa disesuaikan dengan panduan :-). Bisa download disini no 15.

Rabu, 03 April 2013

PERPUSTAKAAN

Perpustakaan adalah tempat interaksinya antara pustakawan, pemustaka, dan buku. Perpustakaan merupakan sebuah tempat yang menampung keilmuan dalam bentuk buku, bentuk digital ataupun media elektronik lainnya yang dapat memberikan sebuah informasi guna mendukung perkembangan intelektualitas yang bermanfaat untuk masyarakat.


Kemaren bro, senin (1/4/13) aku pergi keperpustakaan UII (Univ. Islam Indonesia). Berhubung aku mahasiswa UIN (Univ. Islam Negeri) aku dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 5.000,- (mungkin ini informasi yang kamu cari.. hehe). Beda tipis sama tarif perpustakaan UIN, jika orang luar UIN yang masuk akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 3.000,-. Tapi kalo kamu punya "kartu sakti" yang masih aktif, gratis masuk tuh.


Nah, berhubung aku mau cari skripsi jurusan Teknik Industri, aku langsung menuju lokasi yang diarahkan. Skripsinya per-jurusan bro dipisah, dan tempatnya pun berjauhan tepatnya dipinggir-pinggir sudut. Beda ama yang di perpustakaan UIN, pemisahaannya berdasarkan fakultas.

Aku search dikomputer berkenaan dengan yang aku maksudkan, muncul semua tuh... tapi pas cari di raknya, aku cari satu persatu bro karena yang ditampilkan dimenu search komputer adalah kode rak. bukan kode bukunya. Beda sama yang di perpus UIN, sekali search dikomputer, muncul tuh kode buku dan kode raknya serta lokasi dilantai mana. Nah, tinggal dicatet aja tuh kode buku, terus cari deh. Kalo bingung ada petugasnya tuh yang standby.


Nah, setelah cari satu persatu, aku dapatkan skripsi yang aku maksudkan, terus aku baca-baca gitu... terus sambil aku catat halaman yang penting. Sambil bertnya pada pemustaka lain tentang ada tidaknya fotocopy, dan boleh tidaknya difotocopy. Terus aku langsung menuju fotocopy yang dimaksudkan... Sampai sana ternyata, skripsi atau tesis gak boleh difotocopy. Padahal sebagaian aja tuh. Beda sama perpus UIN, skripsi boleh untuk difotocopy sebagain yang penting.

weh uda uda dulu bro... moga menjadi informasi yang baik... bye bye

Selasa, 02 April 2013

DUA PEMBIMBING LEBIH MENGUATKAN

Tugas Akhir atau disebut skripsi, hee awalnya pembimbingku cuma satu. trus berdasarkan proses lanjutan jadi dua pembimbing........ taraaaa.... makin asyik aja nih kayaknya bimbingan.

Semua memberi masukan yang menguatkan...
eh uda dulu ya... besok lagi dilanjutin, total uda Rp. 8.000,- nih 3jam 11 menit... haha...
maklum warnet

BERBAGI TANPA HARAP KEMBALI

Ini edisi hariku yang tidak kalah dengan hari-hari lain yang terkadang sesaat galau. Nah (1/4/13), siang setelah sholat dzuhur, aku sempatkan jalan-jalan ke perpustakaan UII.

Tahu gak, macetnya jalan diperempatan ringroad jl. Gejayan, bisa sedikit ngilangin galau-galau gak jelas. hehe... nyelip-nyelip sono sini... sambil ngeliat sopir2 mobil "pada angop" nungguin macet. Maju dikit, dikit... Weh musti dibuat fly over juga nih (kalo uda selesai fly over perempatan ringroad Giwangan, musti nyusul nih).. 

Enak banget ngomong! emang duit tinggal ngeruk po!

Nah, itu cerita macet.. yang gak kalah juga ama jalanan sepanjang jakal (jalan kaliurang). Ditambah ujan duereees buaangeet, yang juga bisa ngilangin perasaan gak jelas ini.

Singkat ceriTO, ada mbak-mbak ngajak diskusi tentang Taguchi. Wah wah, lumayan bisa nih... setelah berpusing-pusing memahami tentang Taguchi, akhirnya aku bisa juga ngajarin mbak itu (cuma tentang cara eksperimen aja sih dan sekitarnya... hehe karena dia belum melakukan eksperimen, jadi agak bingung dikit). Senang rasanya bisa kembali menjadi sosok guru.

Nah, ternyata dari aku membagi ilmu yang dikit itu. Tadi nih, tadi tepatnya jam 11.20 (2/4/13) di laboratorium DSS (decision support system) aku bimbingan ama kedua pembimbingku yaitu bu Kifayah Amar, Ph.D dan bu Tutik Farikhah, S.T. Aku bisa memaparkan progress, yang aku nilai itu baik bagiku dalam pemaparannya. Ternyata bener tuh, kalo ilmu diamalkan makin melekat aja dan semakin mantab.

Ngomongin masalah ilmu yang diamalkan jadi keinget pelajaran mafudzot dulu kelas 2 tsanawiyah hehe.. apa tuh bunyinya.. ni nih... "al-ilmu bilaa 'amalin kassajari bila samarin": ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon tak berbuah. Terus jadi keinget surat Ar-Rahman: Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?).. inget kan? itu tuh surat ke 55, yang sampe 31 kali pengulangan ayat tadi diatas..

Eh, udah ah... oya jangan dianggap tulisanku ini cuma untuk eksistensi ya... tapi ini obat galau aja...
bye bye..


Minggu, 10 Maret 2013

SKRIPSI

Duduk, merenung, menyendiri
Mencoba tenangkan hati
Dengan target wisuda agustus ini

Sedikit demi sedikit terus aku jalani
Pelototi, sulit untuk dimengerti

Mulai dari Toga Mas, Gramedia, dan Sosial Agenci
Tak luput juga datang ke Penerbit Andi
Semua aku lalui
Demi cari referensi
Referensi berkenaan dengan metode Taguchi

Oh ternyata begini
Saat aku sudah mengerti
Mudah terasa, bila terus dilalui

Melalui arahan pak Kaprodi
Dan juga pembimbingku ibu Kevi
Ku sampaikan, targetku selesai dibulan Juni

Dengan selalu berdo'a kepada Ilahi Robbi
Dan usaha tiada henti
QS. Al-Anfal ayat 27 sebagai sumber motivasi
Ku persembahkan skripsiku nanti, untuk Abi dan Ummi

1 Maret 2013

Rabu, 20 Februari 2013

BUAT SURAT IZIN MENGEMUDI

MUBA - Dimana-mana memang kayaknya sudah lumrah. untuk yang gak tahu "lumrah", lumrah itu hal yang sudah biasa. Ini pengalamanku yang belum lama ini, kemaren tanggal 29 Januari 2013 pas buat sim A di polres MUBA.

Sebelum aku melakukan sesuatu biasanya aku browsing2 ke internet dulu. Sama halnya sebelum buat sim ini aku browsing. Selain tahu tentang banyaknya keluhan-keluhan orang terhadap petugas, aku tahu kalau buat sim A adalah Rp. 120.000,- ketetapan dari atasan pokoknya berlaku untuk seluruh Indonesia.

Tepat hari Selasa aku di Polres. Langsung aku masuk ke bagian administrasi "ngapo dek?" kata salah satu petugas dari 4 petugas yang ada diruangan itu. "buat sim A pak" kataku. Atas permintaan petugas, kemudian aku berikan 3 lembar fotocopy KTP dari beberapa lembar fotocopy yang sebelumnya aku sudah mempersiapkannya.

Dari tanda pengenal didada kanannya dengan inisial  R dia memberiku formulir yang sudah dipersiapkan, lalu aku diarahkan ke bagian keuangan. Sambil membawa formulir tersebut aku menuju ke bagian keuangan yang ruangannya hanya bersebelahan. "seratus dua puluh ribu pak" kata petugas cantik. Sepontan dalam hatiku tertuntun kata "subhanallah, ini tarikan uangnya sesuai dengan ketentuan pemerintah".

"tambah dua puluh limo ribu untuk tes kesehatan, total seratus empat puluh limo ribu" sambungnya lagi. Kemudian aku berikan uang Rp. 150.000,- dan mendapat kembalian Rp. 5000,- dari petugas cantik tadi.

Sambil mengantongi uang kembalian tadi, aku menuju ke ruangan awal yaitu ke R. Kemudian aku disuruh menunggu diruang tunggu yang disitu ada TVnya, tepatnya didepan pintu ruang foto.

Lalu aku dipanggil, dia ajukan pertanyaaan: "pendidikan terakhir kau apo?" aku jawab itu. Kemudian dia tanya lagi: "kau anak siapo?" aku jawab dengan sebenarnya, (dalam hati aku berkata: yang jelas bukan anak TNI atau anak polisi... hmmm).

Aku disuruh nunggu lagi diruang tunggu, dan selang kira-kira 3 menit aku dipanggil lagi. "tambah duo ratus limo puluh lagi yo?" kata R lagi. Hemm aku yang tidak kaget dengan hal ini berkata: "aku suma ado duo ratus ribu ini pak" sambil aku keluarkan dari saku bajuku. Kemudian wanita cantik inisial G yang duduk disamping kanan R berkata: "nah, idak maen-maen ini". Sambil aku keluarkan dompetku aku tunjukan uang Rp. 50.000,-  yang untuk beli bensin untuk pulang nanti.

Sudah itu, petugas itu masuk ke arah ruangan bagian keuangan yang disana juga banyak orang petugas hingga kembali lagi kepadaku. "kalu duo ratus, mending kau ikut tes be" kata R lagi. Lalu aku bertanya siapa yang nge-test, R menjawab: yo kami kami ini lah.

Hemm wah kalo dia yang ngetes bisa gak dilulusin entar. Aku juga pernah baca di internet ada orang yang dites drive pada tanjakan trus berenti dan kemudian jika mundur sedikit saja tidak diluluskan. kemudian nunggu seminggu untuk bisa buat sim dan kemudian ditawari bayar lebih tanpa tes.

Yah menghindari hal ini, aku bayar lebih sesuai permintaan mereka sebesar Rp. 250.000,-. jadi total Rp 145.000,- + Rp. 250.000,- = Rp. 395.000,-. Dan tak lebih dari 15 menit aku dipanggil untuk foto. Aku langsung masuk ruangan dan disuruh duduk oleh petugas inisial A. kemudian tanda tangan dan jret jret jret tak sampai 10 menit sim itu pun jadi.

Lalu aku keluar dan sambil melihat sim A baruku itu, tertulis tinggi badanku 166cm, hmm padahal di sim C ku 167 cm, dan faktanya aku itu punya tinggi badan 171cm. hmm petugas, petugas apa susahnya sih tanya tinggi badan dan lain-lainnya. Tes kesehatan minta Rp. 25.000,- nulis tinggi badan aja tidak sesuai!!!

HEmm cukup kira-kira 30 menit untuk buat sim A. Alur buat sim, tarif buat sim dan lain lain hanya jadi pajangan doang,...

Ayo cepet cepet beristigfar banyak-banyak...
astagfirullahal'aziim
astagfirullahal'aziim
astagfirullahal'aziim 

Senin, 21 Januari 2013

BERKATA SINGGAH: SEBENARNYA RINDU

Rindu dengan teman-teman, kebetulan agenda yang sangat mulia dilangsungkan (Ahad, 20/1/13) tepatnya di Jakarta Selatan.

Sekaligus niat pulang ke kampung halaman, aku jadwalkan singgah untuk jumpa dengannya dan juga teman-teman lainnya. Hmm... teman pondokku sudah sempurna. Tunggu aku tiba saatnya.. hehe

Baarakallahulaka wabaraka'alaika wajama'a bainakuma fii khair

Sabtu, 19 Januari 2013

MENANGIS: PERTAMA KALINYA DIHADAPAN DOSEN

Esok hari ujian Simulasi Komputer pukul 10.00 WIB selasa, 15/1/13, maka harus belajar dengan sungguh-sungguh nih. Dikala tengah kepenatan belajar, disempatkan membuka sistem informasi akademik tepatnya di sia.uin-suka.ac.id.

Usai NIM dan pasword diinputkan aku arahkan cusor di KHS semester, nilai APP sudah terpampang jelas, namun agak terdiam sendiri dan mencoba untuk ikhlas. Mengapa? bertanya-tanya kepada diri sendiri sebagai muhasabah. Adakah yang salah dengan diriku.

Kepenatan semakin bertambah dengan munculnya nilai APP. Fokus belajar simulasi komputer pun tidak lagi terarah. Akhirnya aku starter si suprax, aku putuskan pulang ke kos yang lumayan perjalanan hingga kurang lebih 20 menit (ngebut).

Pintu kos tertutup rapat namun tidak terkunci, meski aku dorong perlahan tetap saja memecahkan kesunyian terlihat pada jam tanganku pukul 01.00 lebih. Usai aku parkirkan si suprax dan membuka pintu, aku bentangkan kasur busa, aku letakkan tasku yang berat itu, helm dikepalaku juga. Blegg tidur.

Bendering alarm di handphoneku menunjukkan pukul 04.30 WIB, aku matikan alarm itu, tiba-tiba aku langsung teringat nilai APP aku yang tidak memuaskan. Aku berusaha melupakannya dan segera ambil wudhu dan menghadap kepada-Nya.

Tepat pukul 05.30 WIB aku beranikan diri mengirim sms ke dosenku itu, menanyakan waktu kosongnya untuk berjumpa. Namun, balasan itu tak kunjung datang hingga aku selesai ujian simulasi komputer, dan hingga larut sore. Dosenku itu biasanya selalu membalas sms mahasiswanya, berhubung sms aku tidak dibalasnya jadi aku putuskan tidak untuk berjumpa dulu dengan beliau.

Kembali terulang saat aku bangun tidur esok harinya, aku teringat nilai APP aku yang tidak memuaskan. Sepertinya nurani aku tidak dapat dibohongi. Hari itu juga aku niatkan untuk berjumpa dengan dosen yang juga selaku dosen pembimbing akademikku Tanpa sms lagi, usai ujian manajemen proyek tepatnya jam 11.30 aku langsung menuju ruangan dosen tersebut.

Aku masuk, namun terlihat dari jauh masih ada mahasiswa yang sedang bimbingan skripsi dengannya. Hingga aku keluar menunggu sampai urusan mahasiswa tadi selesai tanpa mengganggunya.

Urusan mahasiswa bimbingan tadi kelar, segera aku masuk ruangan tersebut. "hey kamu, gimana? waduh rekapan nilainya gak tak bawa e" kata beliau. Hmm padahal aku kan tidak minta rekapan nilai, apalagi sms aku yang lalu kan tidak dibalas?.

Sebagai muhasabah bagi diriku, aku hanya minta dipaparkan kesalahan-kesalahanku sehingga aku bisa tahu yang sebenarnya dan berusaha untuk segera memperbaiki diri.

Matakuliah ini adalah berkelompok, sungguh kontribusi lebih yang ada, tidak sebanding dengan kenyataannya. Justru yang berkontribusi tak seberapa mendapatkan nilai yang lebih. Terus terang aku bukan tipe orang yang suka iri, namun aku hanya ingin tahu sebab dari terciptanya nilai aku tersebut, yang tidak memuaskan tadi bagi nuraniku (bukan diriku). Meskipun beliau bilang "nilaimu sebenarnya justru lebih parah dari yang sudah ada."

Dalam percakapanku, tersentak aku tidak bersuara. Suara yang akan aku ucapkan tiba-tiba terenyut terdiam. Ini kali pertamanya aku menangis dihadapan dosen. Terdiamku sekitar 1 menit aku kembali bisa bicara lagi, hingga naudzubillah ungkapan-ungkapanku mengandung riya' menurutku yang menunjukkan kelebihan dari aku.

Sebelum perjumpaan itu, aku berjanji untuk menghindari riya'. Namun apa boleh buat, syaitan ada dimana-mana.

Ternyata nilai aku turun karena penilaian teman2 terhadapku yang jelek. Bahkan satu diantara mereka memberiku nilai K. Aku merasa dibohongi, pernyataan-pernyataan "nek iso nge ke i nilaine seng apik-apik" ada peryataan pula "apa sih susahnya nyenangi orang-tak kasih nilai A semua". Dengan sejujurnya aku telah memberi penilaian kepada teman2 dengan nilai A semua.

Pun ada pula yang memberi keterangan kalau aku itu main laptop terus. Mohon maaf sekali keterangan ini yang menjadikan janggal. Pertanyaanku: apakah dengan aku main laptop kewajiban-kewajibanku tertinggalkan? tentu jawabannya sudah terlaksanakan. Bukan seperti yang membuat pernyataan yang selalu iri dengan kecakapan kecepatan kerja seseorang.

Perlu diketahui juga bahwa aku ota atik laptop juga tidak keluar dari proyek yang sedang dijalankan. Ketika aku paparkan ke dosen hanya dalam pembuatan banner, sesungguhnya design untuk mengisi promosi didunia maya juga. Namun terlupa untuk terpaparkan saja.

Sekarang pertanyaanku: berapa kali aku main laptop? tidak lebih dari 2 kali!! dengan perkataan "main laptop terus" orang bisa menafsirkan aku tidak kerja sama sekali. Semua juga main laptop ketika mengerjakan tugas!!! bukan aku aja.

Aku tidak tahu orang yang tidak bisa apa-apa dapat nilai apa ya? Hanya datang dan masak, itu juga semua aku lakukan semua. Ngambil air, ngulek, belanja ke pasar giwangan dan semuanya aku lakukan semua!!! kira2 yang tidak pernah melakukan semua, dapat nilai apa ya? ah peduli amat.

Perlu diketahui, ada yang tidak mereka lalukan kecuali aku. Yaitu mengurusi promosi didunia maya yang ini butuh waktu tambahan. Karena kalo aku lakukan di tempat itu, semua pada sensi meski dilakukan diwaktu sela-sela. You harus tahu ya! kewajibanku yang manakah yang tidak aku selesaikan!

KU PUTUSKAN MUNDUR

Dengan nilai K aku simpulkan ada yang tidak menginginkan keberadaanku disana. Dan aku putuskan untuk tahu diri dan muntur secara baik-baik dari team.

Aku sms ke semua tim dengan bahasa yang baik dan plus bonus do'a kesuksesan dari aku. dan ada juga yang tidak tahu bahkan bertanya? kenapa keluar, yang hanya aku jawab karena aku sibuk. Untuk menjawab penyebab aku keluar yang sudah jelas tahu adalah orang yang telah memberi penilaian padaku dengan nilai K.

Dari yang merespon smsku dan yang tidak merespon bisa aku jadikan kekuatan yang lebih untuk diriku. Perlu diketahui yang merespon hanya 3 orang dari 10 orang.

Berprasangka baik terus dan terus. meski aku sudah berprasangka baik namun ternyata prasangka baik itu dibalas dengan sebaliknya. Hal ini tidak menyurutkan langkahku untuk terus berprasangka baik. Apalagi berprasangka baik terhadap kejadian ini. Aku kasih A semua, aku dapat K. Weleh2

Untuk melupakan hal ini, dan kebaikan bersama, website yang sudah terbangun terpaksa aku lenyapkan (aku ikhlas) semua tentang promosi lenyap aja (dikira gak manfaat kali ya). Hal ini aku lakukan dengan niat untuk menyadarkan kepada apa yang menjadi bengkok dan semoga selalu diridhai Allah SWT karena aku tidak terlepas dari bimbingan-Nya.

#motorku berkualitas loh dalam berkontribusi, muatan yang lebih selalu diarahkan kemotorku.
Terimakasih sudah membaca.
Aku tetap tersenyum kok. wuek wuek
Tulisan tanpa edit/ review ulang, maaf kalo agak rancu kata-katanya karena nulisnya agak emosi...