Rabu, 20 Februari 2013

BUAT SURAT IZIN MENGEMUDI

MUBA - Dimana-mana memang kayaknya sudah lumrah. untuk yang gak tahu "lumrah", lumrah itu hal yang sudah biasa. Ini pengalamanku yang belum lama ini, kemaren tanggal 29 Januari 2013 pas buat sim A di polres MUBA.

Sebelum aku melakukan sesuatu biasanya aku browsing2 ke internet dulu. Sama halnya sebelum buat sim ini aku browsing. Selain tahu tentang banyaknya keluhan-keluhan orang terhadap petugas, aku tahu kalau buat sim A adalah Rp. 120.000,- ketetapan dari atasan pokoknya berlaku untuk seluruh Indonesia.

Tepat hari Selasa aku di Polres. Langsung aku masuk ke bagian administrasi "ngapo dek?" kata salah satu petugas dari 4 petugas yang ada diruangan itu. "buat sim A pak" kataku. Atas permintaan petugas, kemudian aku berikan 3 lembar fotocopy KTP dari beberapa lembar fotocopy yang sebelumnya aku sudah mempersiapkannya.

Dari tanda pengenal didada kanannya dengan inisial  R dia memberiku formulir yang sudah dipersiapkan, lalu aku diarahkan ke bagian keuangan. Sambil membawa formulir tersebut aku menuju ke bagian keuangan yang ruangannya hanya bersebelahan. "seratus dua puluh ribu pak" kata petugas cantik. Sepontan dalam hatiku tertuntun kata "subhanallah, ini tarikan uangnya sesuai dengan ketentuan pemerintah".

"tambah dua puluh limo ribu untuk tes kesehatan, total seratus empat puluh limo ribu" sambungnya lagi. Kemudian aku berikan uang Rp. 150.000,- dan mendapat kembalian Rp. 5000,- dari petugas cantik tadi.

Sambil mengantongi uang kembalian tadi, aku menuju ke ruangan awal yaitu ke R. Kemudian aku disuruh menunggu diruang tunggu yang disitu ada TVnya, tepatnya didepan pintu ruang foto.

Lalu aku dipanggil, dia ajukan pertanyaaan: "pendidikan terakhir kau apo?" aku jawab itu. Kemudian dia tanya lagi: "kau anak siapo?" aku jawab dengan sebenarnya, (dalam hati aku berkata: yang jelas bukan anak TNI atau anak polisi... hmmm).

Aku disuruh nunggu lagi diruang tunggu, dan selang kira-kira 3 menit aku dipanggil lagi. "tambah duo ratus limo puluh lagi yo?" kata R lagi. Hemm aku yang tidak kaget dengan hal ini berkata: "aku suma ado duo ratus ribu ini pak" sambil aku keluarkan dari saku bajuku. Kemudian wanita cantik inisial G yang duduk disamping kanan R berkata: "nah, idak maen-maen ini". Sambil aku keluarkan dompetku aku tunjukan uang Rp. 50.000,-  yang untuk beli bensin untuk pulang nanti.

Sudah itu, petugas itu masuk ke arah ruangan bagian keuangan yang disana juga banyak orang petugas hingga kembali lagi kepadaku. "kalu duo ratus, mending kau ikut tes be" kata R lagi. Lalu aku bertanya siapa yang nge-test, R menjawab: yo kami kami ini lah.

Hemm wah kalo dia yang ngetes bisa gak dilulusin entar. Aku juga pernah baca di internet ada orang yang dites drive pada tanjakan trus berenti dan kemudian jika mundur sedikit saja tidak diluluskan. kemudian nunggu seminggu untuk bisa buat sim dan kemudian ditawari bayar lebih tanpa tes.

Yah menghindari hal ini, aku bayar lebih sesuai permintaan mereka sebesar Rp. 250.000,-. jadi total Rp 145.000,- + Rp. 250.000,- = Rp. 395.000,-. Dan tak lebih dari 15 menit aku dipanggil untuk foto. Aku langsung masuk ruangan dan disuruh duduk oleh petugas inisial A. kemudian tanda tangan dan jret jret jret tak sampai 10 menit sim itu pun jadi.

Lalu aku keluar dan sambil melihat sim A baruku itu, tertulis tinggi badanku 166cm, hmm padahal di sim C ku 167 cm, dan faktanya aku itu punya tinggi badan 171cm. hmm petugas, petugas apa susahnya sih tanya tinggi badan dan lain-lainnya. Tes kesehatan minta Rp. 25.000,- nulis tinggi badan aja tidak sesuai!!!

HEmm cukup kira-kira 30 menit untuk buat sim A. Alur buat sim, tarif buat sim dan lain lain hanya jadi pajangan doang,...

Ayo cepet cepet beristigfar banyak-banyak...
astagfirullahal'aziim
astagfirullahal'aziim
astagfirullahal'aziim 

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.