Jumat, 21 Juni 2013

LUPA

Pembaca yang budiman, saya izin untuk bercerita ya? Cerita apa?
Nah, Jum'at ini (21/6) sambil nunggu TU Teknik Industri yang belum buka (molor terus hehe padahal yang lain uda pada buka), daripada bengong nulis-nulis alay aja...

Kamis (20/6) usai praMun ku langkahkan kaki menuju Edite (fotokopian yang bernama Edite). Semua yang diperlukan sudah tercukupi untuk pendaftaran Mun. Hingga aku langsung beranjak melangkah ke warung makan depan Kopma karena perutku keroncongan (14.30, maklum dari pagi cuma mineral yang mengisi perut ini). Oh iya terlupakan, sebelum aku pergi dari Edite tadi aku ucapkan "maaf ya mas" ttt "oh ya gak papa" balas Mas Penjaga Edite.

Aku ambil piring, sendok, dan garpu. Nasi-pun sudah berada dalam piringku. Aku ambil sayur, bergedel, dan tempe satu. Aku letakkan makanan siap santap itu pada meja, aku ambil gelas untuk wadah air yang tak berwarna (air bening maksudnya). Di tengah-tengah pesan es teh.

Ketika mau menyantap, aku teringat dompeeeeetku... dompetku......... dompeeetku... Ah rasanya tak mungkin aku hentikan.

Aku baru teringat, biaya printku di Edite tadi kurang lima ribu. Singkat kata selesai makanku dan memanggil ibu warung itu "bu, buu sudah bu". Iyaaa sahut ibu dari kejauhan. "Pakai bergedel, tempe satu, sama es teh" kataku. "Jadinya enam ribu lima ratus" kata ibu tadi. Sambil aku tunjukkan dompetku, "ya ampun ternyata kurang bu, cuma ada recehan seratus rupiah" kataku pada ibu tadi. "Besok aja gak papa mas" kata ibu itu. "maaf lo bu" kataku sambil  pergi meninggalkan warung makan itu.

Harus diingat hutangku:
1. Lima ribu rupiah di Edite
2. Enam ribu lima ratus di warung makan

Al-insaanu makanu khoto wa nisyaaan

Waduw, dari jam 08.00 WIB sampai sekarang jam 09.00 WIB belum buka juga

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.