Selasa, 22 Oktober 2013

Sebelum dan Sesudah Kurban Forsilam

Kertas booking tiket sudah di tangan, 13.00 keberangkatan melalui stasiun Pasar Senen. Di hari yang sama (Rabu, 16/10/13) tes CPNS pukul 10.00-11.30 WIB. Jarak tempuh dari lokasi tes ke Stasiun Pasar Senin tidak dapat terprediksi. Bisa 30 menit, bisa 60 menit bila terjadi kemacetan, lokasi kantor walikota jakarta timur menuju stasiun pasar senen. Mengatasi hal itu, hari sebelumnya Selasa (Hari Idul Adha 1434 H), kertas booking tiketku langsung aku tukarkan dengan tiket yang asli di Stasiun Pasar Senen, agar tidak mepet waktu.

Sebenarnya aku juga tidak mau waktu yang mepet-mepet seperti itu. Namun, sewaktu booking tiket, kereta ekonomi habis semua, aku pindah ke tempat booking tiket lainnya, ternyata masih ada satu tiket kereta ekonomi, dengan pukul keberangkatan 13.00 WIB. Segera aku booking tiket tersebut. Rp. 50.000,- plus biaya administrasi Rp. 6.000,-.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Keberangkatanku menuju kantor walikota start pukul 07.00 WIB. Bersama Budi (sepupu), sekalian aku pamit untuk pulang ke Jogja, karena dari tes langsung ke stasiun. Dari Duren Tiga menuju Kantor Walikota Jakarta Timur, klakson saling bersahutan, asap knalpot terus keluar, debu-debu ikut memeriahkan jalanan jakarta. Sedikit demi sedikit kendaraan melaju, betapa macet Jakarta. Satu jam setengah berlalu, aku sampai didepan gerbang Kantor walikota.

Tersedia kursi-kursi untuk menunggu, petugas di depan pintu senyum menyapa padaku. "maaf pak untuk kamar kecil dan mushola sebelah mana ya pak?" tanyaku pada petugas itu. Usai mengarahkan atas apa yang aku tanya, aku tunaikan hajatku, ku ambil air wudhu, menuju lantai 2 ruang sholat. Subhanallah ternyata sebuah masjid besar nan megah. Aku letakkan tasku, aku lepaskan jas hitamku, aku angkat kedua tanganku, Allahu Akbar.

Jam tanganku menunjukkan pukul 11.35 WIB, setelah apa yang telah aku lalui, mulai dari menitipkan tas,  registrasi, dan tes CAT, langsung aku bergegas mengambil tas, dan berjalan cepat keluar Kantor Walikota yang luas itu. Busway atau ojek ya? Aku takut tak sampai bila memakai busway, hingga harus merelakan ketinggalan kereta yang berangkat pukul 13.00 WIB.

Aku hampiri pangkalan ojek yang bersebelahan di pinggir Kantor Walikota. "Bang kalo ke ps senen, berapa ongkos bang?" sapaku padanya sambil duduk di bangku. "gocap" jawabnya. Sebelum menawar, aku ingat kata pamanku, kira-kira ojek 20rb s/d 25rb. "haaa kemahalan itu bang, 20 rebu aja ya bang" sahutku kembali. "macet ini bang, gak berani kalo segitu, mending lu pake busway aja bang cuma tiga rebu" jawabnya. "wah kalo gocap kemahalan bang, dikurangi jadi berapalah bang?" sahutku kembali sambil melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 11. 45 WIB. "empat puluh gak papa dah, lu kan uda kerja kan" sahut tukang ojek itu. "tengah-tengahnya aja bang" kataku. "maksudnya?" tanya tukang ojek padaku. "ya tengah-tengah 20 rebu ama 40 rebu, jadi 30 rebu" kataku ke tukang ojek. "gak berani bang" sahutnya kembali. "dah gak papa bang 40 rebu ayo" jawabku. Sambil mempersiapkan motornya, starter, memberiku helm, tukang ojek berkata canda "pake rem kagak ini?". Aku jawab canda pula "remnya gak usah dipakai bang... haha".

intermezo;
kalo elu ke Jakarta, tidak ada salahnya inget-inget bahasa ini:
goceng= 5000
gopek= 500
gocap = 50
ceban = 10000

ceceng = 1000
noceng = 2000
saceng = 3000
siceng = 4000
lakceng = 6000

noban = 20000
saban = 30000
siban = 40000
goban = 50000
lakban = 60000

cepek = 100
nopek = 200
dst..

Alhamdulillah sampai Stasiun Ps Senen pukul 12.35, aku bayar ojek itu. Aku jalan cepat ke pintu masuk, yang sebelumnya aku sempatkan membeli roti dan tisu basah, kemudian aku masuk dengan menunjukkan (1) tiket (2) KTP asli. Aku ambil air wudhu, kemudian sholat jama' dhuhur 2 rakaat dan ashar 2 rakaat. Perut terasa lapar, ah nanti saja dalam kereta aku makan siang, meski mahal harganya. Usai sholat, kereta pun datang, yah gerbong 7, aku harus berdiri disini sambil menunggu sempurnanya berhentinya kereta. Aku pun masuk dan say selamat tinggal Jakarta!.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Kurban Forsilam* Jogja 2013
*Forum Silaturahmi Alumni Assalam

Tepat di bawah AC aku duduk, aku ambil charger BB ku kemudian aku cash BB tersebut di perbatasan bangku. Aku telfon ayahku (Rabu, 16/10/2013), isi perbincanganku? mau tau aja lu? hehe. Akhirnya ayahku mau. Segera aku BBM ke Meta, Intan, sms ke Indah, Bitoh, Memey, Basri, Ahmad, Irham, kak Mahfud untuk merencanakan hari Kamis (17/10) silaturahim ke Saptosari Gunungkidul tempat KKN ku dulu, untuk mencari kambing.

Perutku yang lapar, aku menuju ruang restorasi ke gerbong 3 sepertinya. Aku ambil nasi telor plus ayam, harga 20ribu. Tambah es teh 5ribu. Sambil makan, sambil BBM-an dan menunggu sms. Pemandangan sawah, petani, pohon-pohon, rumah-rumah, jalanan, dan stasiun-stasiun menemani makan siangku saat itu.

Menginjak malam, kereta mogok, kurang lebih satu jam-an kami menunggu mesin dari stasiun kroya. Harusnya sampai Jogja jam 22.00, menjadi molor hingga 23.30 WIB. Sampai stasiun Lempuyangan aku turun, aku cari Febri yang sebelumnya sudah aku kontak. Bersama Febri, menuju Kota Gede tempat tinggalnya, santai menikmati angin malam saat itu. Hingga tiba pukul 00.00. Aku lanjutkan perjalanan menuju Jl. Kaliurang Km 14 tempat tinggalku. Cepat dan selamat hingga bisa berwudhu kembali dan tunaikan sholat Isya dan Magrib. Kurang lebih pukul 01.00 ku rehatkan tubuhku, "bismikallahumma akhya wa amuut".

Pagi hari (Kamis) aku telfon Bpk Dardi yang nomornya aku dapat kembali dari Laili mantan sekretaris saat KKN 2012 dulu, aku tanyakan kira-kira luang tidak jam 14.00 WIB, karena jam 13.00 kami berangkat menuju Gunungkidul untuk silaturakhim. Konfirmasi beliau luang, akhirnya jam 13.00 kami ke sana. Atas kesediannnya kami memasrahkan uang pada Bpk Dardi untuk membeli kambing yang akan dikurbankan untuk besok Jum'at.

Jum'at (18/10/2013), merupakan hari tasyrik yang terakhir. Berdasarkan aturannya, hari Idul Adha adalah 10 Dzulhijjah/ 15 Okt 2013. Dan hari tasyrik adalah 11,12,13 Dzulhijjah/ 16,17,18 Okt 2013. Meski tak semua teman-teman Forsilam Jogja dapat hadir karena kuliah, namun rasa kebersamaan selalu di hati. Meta, Robithoh, Indah, Musyarofah, Basri, Rahman, Mahmud yang hadir pada penyerahan dan penyembelihan ini.


Dan akhirnya, kami bermain-main ke pantainya Saptosari yaitu Pantai Ngobaran dan Pantai Ngrenehan hingga menjelang Magrib sampai Asrama Randik Putri Yogyakarta.
Proses Penyembelihan
Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Sebelum Kembali ke Kota Jogja
Foto-foto akan diupdate jika sudah siap.

22/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.