Sabtu, 19 Oktober 2013

SUBUH PERDANA DI MASJID: KOS BARUKU KALIURANG

Subuh ini, kipas angin yang masih berputar menyejukkan kamar kosku. Kain sarung yang masih lekat di tubuhku. Namun, masih saja terasa panas untuk 3 hari ini, meski aku tinggal di daerah yang cukup dikenal dingin yaitu kaliurang. Setelah sekilas baca artikel, ternyata panas tersebut karena matahari yang sedang tidak pada poros garis khatulistiwa.

Terdengar suara dari luar pintu kosku "tok tok tok, ke Mejid peh Mud (ke Masjid yuk Mud)" suara yang tak asing yaitu suara Ibnu. Spontan aku terbangun dari pulau kapukku dan bergegas membuka pintu. "payo" kataku pada Ibnu. Aku ganti baju kaosku dengan koko yang masih tergantung di balik pintu kosku. Kain sarung yang masih melekat, aku menuju kamar mandi plus ambil air wudhu.

Pintu sudah terkunci, aku betulkan kain sarung yang sejak tadi malam belum aku rapikan, kaca cermin di ruang tamu memandangi wajahku, aku rapikan rambutku dengan tanganku, ku pijakkan kaki kananku pada pijakan kaki kiri, aku duduk di atas jok, belakang Ibnu. Motor sudah dipanasi sebelumnya lalu melaju. Menuju Masjid Ulil Albab UII.

Perjalanan sampai pertigaan Fakultas MIPA hingga perempatan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, pintu pagar belum terbuka. Roda motor berputar terus menuju utara, dan bertemu Masjid yang tak sesuai dengan rencana. Kami masuk, iqomah berkumandang. Dari shaf terdepan dan dengan penuh keyakinan, aku angkat kedua tanganku dan berlafadz "Allahu Akbar".

19/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

4 komentar:

hidup di kaliurang ya adem euy....
semangat mas mahmud....

monggo mampir wonten blog kulo, www.yusufmufti.com

iya mas adem, kipas angin hanya bisa duduk termenung dan sedih karena tak ku hidupkan.
Namun, panasnya Jogja kemaren kamis dan jum'at membuat kipasku kembali tersenyum. Ia hidup ikhlas memberikan angin segar padaku.. hehe...

blognya njenengan hidup mas, tulisannya keren

kemaren mank panas ya mas,,
biar penjual es nya pada laris...

bener panas...
Tapi panasnya disini, tetap kalah dengan panas Jakarta

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.