Selasa, 22 Oktober 2013

Terjatuh: Senyum Mendamaikan Hati

Menunggu tukang pijat datang ke kosku, yang kata ibu kos ia akan datang ba'da Magrib. Sambil menunggu aku sempatkan menulis ini. Tukang pijat yang tak kunjung datang, lalu aku keluar untuk membeli kacang rebus di pelataran depan Kampus UII Kaliurang. Hingga aku kembali lagi sampai kos, tukang pijat itu belum kunjung datang. Padahal badan ini sudah tak sabar melepas pegas-pegal yang tak karuan.

Pasca jatuh dari motor kemaren Senin 21 Okt 2013, badanku mulai pegal-pegal. Punggung, bahu, lengan tengah, semua terasa pegal setelah satu jam dari jatuh. Lutut yang lecet sedikit membuat gerakan sholat yang bertambah. Pergerakan lutut tidak masalah, namun saat duduk diantara dua sujut maupun duduk takhiyat, lutut ini tak mau bersentuhan dengan lantai, hingga sedikit aku angkat, hal ini menjadikan kiblatku sedikit berbelok.

Tempat kejadian perkara (TKP) di Jl. Timoho selatan rel kereta api. Sebelumnya, pagi hari aku ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY yang terletak di ringroad utara sebelah Lotte Mart. Kemudian dilanjut ke SDIT LHI Kota Gede DIY untuk menghantarkan beberapa berkas. Mulai bertemu satpam SDIT LHI, masuk ruangan, memberikan berkas, melihat-lihat suasana, hingga pergi lagi.

Di perjalanan menuju UIN, aku sempatkan mampir di kontrakan Ustadz Andang dan Ustadz Eko yang berlokasi di belakang Gedung Erlangga Kota Gede. Sampai adzan dhuhur tiba, aku dan ustadz Andang pergi ke Masji Al-Islah untuk menunaikan sholat dzuhur. Ustadz Eko tidak membersamai karena beliau sedang kuliah di Pascasarjana UGM sejak aku datang tadi.

Usai sholat dzuhur, aku pamit. Sebelum pamit, aku sms ke ustadz Bayu "akh ada di kos gak?" isi smsku ke ustadz Bayu. "Assalamu'alaikum bro" sapaku untuk ustadz Andang, sambil tarik handel gas motorku. "wa'alaikumsalam bro" jawab ustadz Andang.

Di jalan Timoho, angin semilir tetap terhirup meski aku pakai helm, roda depan dan roda belakang kompak beriringan seirama dengan handel gas yang aku sesuaikan. Kijang inova tepat di sisi kananku, terlihat di depan pengendara bapak tua membawa karung besar di atas jok motornya. Aku tengokkan kepalaku ke kanan, terlihat kijang inova sudah terlalui, akan aku dahului motor bapak tua itu dari sisi kanan, meluncur zig-zag maksudku. Roda depanku menyentuh roda belakang motor bapak tua itu, salah perhitungan, akhirnya praakKKKkkk, bapak tua itu jatuh pelan, sementara aku tersungkur.

Aku pegang hidungku, ku lihat ke belakang terlihat inova ingin memelukku, aku berdiri perlahan, orang-orang mendekat, motorku dibangunkan orang-orang, aku menepi. Bapak tua itu juga menepi, membenarkan motornya, seorang wanita muda memberikan spion kanan motorku yang putus.

Pedih terasa, orang-orang mulai bepergian meninggalkan TKP, stangku yang bengkok kembali lurus, aku starter motorku, menghampiri bapak tua itu, aku tersenyum meminta maaf, bapak itu membalas senyum untukku. "ngapunten pak ngeh" kataku pada bapak yang tersenyum berdiri di samping motornya.

Usai melintasi rel kereta api, terlihat pesan pada hapeku, pesan dari ustadz Bayu "Iya akh Sby_1511". Aku batalkan mampir ke kos teman ustadz Bayu itu. Dan aku batal juga bertemu ustadz Wahid di Kampus UIN. Langsung aku pulang menuju kediamanku, jalan Kaliurang Km 14. Sebelumnya aku terasa haus, kemudian aku beli juz alpokat barat Kopma UIN depan swalayan. Bersama jus alpokat yang tinggal setengah itu, aku lanjutkan perjalanan pulang. Sesampai kos, dua bantal, kasur terbentang siap menemaniku.

Alhamdulillah
, sudah agak ringan setelah dipijat pak Mail.

22/10/2013
Ditulis di Jogja, dibaca di mana aja

2 komentar:

iya ustadz, kemaren berkendaranya sambil mikir soale

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.