Kamis, 28 November 2013

Bangka Belitung: Tes CPNS di Negeri Serumpun Sebalai

Perjuangan kembali terukir, saat aku mendapatkan sms dari pak pos Jum'at, 1 November 2013 yang lalu. Akibat kurang jelasnya nama alamat kosku itu, merupakan suatu hikmah tersendiri bagiku. Saat itu sejak Kamis malam pukul 21.00 WIB aku tiba di Karanganyar Solo, berduka cita atas kepergian paman yang sejak lama mengidap penyakit ginjal.

Pesan singkat pak pos menanyakan alamatku (Jogja), aku baca baik-baik, segera aku telfon pak pos itu dan aku sampaikan bahwa alamatku di Wisma Putra Pangestu. Pak pos pun tahu itu, dan segera aku matikan telfonku.

Prosesi pengkuburan jenazah pun usai. Sholat Jum'at aku lalui di sana. Usai makan siang, jam tanganku saat itu kurang lebih menunjukkan pukul 14.00 WIB, saat itulah aku berpamitan untuk pulang kembali ke Yogyakarta.

Kurang lebih dua jam perjalanan, aku tiba di Yogyakarta. Segera aku cari ibu kos menanyakan surat dari pak pos. Setelah diberikan padaku surat itu, aku robek amplopnya sedikit dan berisikan: pelaksanaan tes cpns di Pangkal Pinang Bangka Ahad, 3 November 2013 pukul 08.00 WIB. Aku letakkan tasku, aku lepaskan jaketku, aku ambil handukku, menuju kamar mandi, dan air segar mengguyurku. Setelah itu aku sempatkan online ke situs terkait hal itu.

Usai sholat ashar, aku langkahkan kaki menuju tempat penjualan tiket. "Jogja - Pangkal Pinang untuk besok sabtu cuma ada satu, Sriwijaya. Lionnya uda gak ada" kata penjaga penjual tiket itu yang tak lain adalah teman LQ ku. "berapa?" sahutku. "dua juta empat ratus bla bla bla" jawabnya. Hanya untuk sekali jalan harga segitu, benar-benar bikin kantong bolong (kalau bolongnya uda dari tadi, lebih tepatnya terpaksa gali lobang haha)

Terpana aku dengan harga yang mahal itu, harga yang lebih dari dua kali lipat dari harga normal (biasanya kata temanku asal bangka, Jogja-Pangkal Pinang Rp. 800an-900an ribu). Ya ini memang resiko kalau pesan mendadak. Melihat uangku yang tak sampai, keinginan untuk berangkat menjadi 50% saja. Awalnya 100% mau berangkat, karena untuk formasi Teknik Industri berjumlah 71 orang yang diikutkan tes untuk memperebutkan 2 kursi pns. Angka yang membuatku gregetan untuk bisa hadir mengikuti tes. Soalnya biasanya pesaingnya sampai beratus-ratus gitu dalam satu formasi.

Telfon ibu, di sana juga lagi limit uang. Namun, akhirnya aku diarahkan untuk cari pinjaman dulu jika mau ikut tes. Masih dalam ruangan penjualan tiket, aku minta booking tiket tersebut. Time limit hanya dua jam, akhirnya fix terbeli dengan janji besok pagi saya bayar. hehe... Kode booking sudah ter-print. Saatnya beraksi sms sana, sms sini untuk mencari pinjaman. Lima ratus ribu plus lima ratus ribu dan plus plus lainnya akhirnya terkumpul uang untuk perjalanan pulang pergi dan bertahan di Pangkal Pinang, Negeri Serumpun Sebalai.

Sabtu pagi, Bandara Adi Sucipto menuju Bandara Soekarno Hatta menuju lagi Bandara tujuan yaitu Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Ya ini kali pertama aku injakkan kaki ini di Bangka. Masuk ke dalam ruang kedatangan, sebagian penumpang menunggu barang-barangnya. Kalau aku gak pakai tunggu-tunggu itu, soalnya barangku aku bawa ke kabin, cuma satu tas dan satu plastik.

Aku lihat, jasa taksi resmi dari bandara tersebut. Aku mendekat, petugas menyapa, lalu aku bertanya "kalau ke GOR provinsi Air Itam berapa?" tanyaku. "kalau masih dalam kota, semua tarif Rp. 60.000,-" jawab petugas itu (maklum taksi di sana gak ada yang pakai argo, jadi semacam kayak ngojek aja hehe). Aku teringat obrolan saat di pesawat dengan orang Bangka (dia cowok), kurang lebih begini bunyi pernyataannya "kalau ke GOR provinsi kurang lebih Rp. 30.000an mas, itu kira-kiranya aja lo mas, soalnya aku juga gak pernah pakai taksi". Mengingat pernyataan tersebut, aku tidak jadi memesan taksi dari jasa bandara itu, lalu aku menuju keluar, berniat mencari taksi di luar.

Taksi di luar justru pasang tarif lebih mahal, yaitu Rp. 70ribu. Aku tawar-tawar pakai jurus maut, tetap aja segitu. Sudah mahal, gak resmi lagi, jadi takut hehe maklum baru pertama kali di sana. Akhirnya aku putuskan untuk pakai taksi resmi bandara saja Rp. 60ribu keliling kota, cari penginapan dll, ketimbang Rp. 70rb cuma sampai tujuan aja, kalo cari penginapan minta tambah lagi hihihi. Saat aku mau masuk bandara lagi, aku dihadang petugas yang mengisyaratkan tidak boleh masuk lagi. Kalau mau masuk, lewat pintu masuk lagi melewati pemeriksaan. hahaha. .

Sempat menyesal karena tidak ambil taksi jasa bandara di dalam ruang kedatangan tadi. Sopir-sopir taksi kembali mendekati saya, "gimana bang, gimana bang" gitu lah tanyanya padaku. Tiba-tiba aku melihat teman ngobrolku saat di pesawat tadi (dia cewek, yang mau tes cpns juga, namun lokasi tesnya jauh dari lokasi tesku). Aku panggil dia, dia panggil aku, aku mendekat, dan akhirnya satu taksi bersama menuju tempat masing-masing. Aku beri ia uang Rp. 50.000 untuk ganti biaya taksi, namun ia menolaknya "tadi udah ku bayar kok mas, gak usah" katanya. Sampai tempat tesnya, ia langsung diantarkan ke tempat penginapan yang sebelumnya ia sudah booking via internet. Aku ucapkan terimakasih padanya, lalu giliranku menuju GOR provinsi, yang cukup jauh dari lokasinya. Putar balik deh.

- Sopir taksi menunjukkan tempat penginapan terdekat dari GOR, namun tetap saja jaraknya masih jauh.
- GOR jauh dari peradaban, gak ada jualan nasi dll...
- akhirnya cari makan dulu bareng sama sopir taksi.. hehe baik sopirnya
- Sampai GOR, rencananya mau tidur di mana aja, dekat GOR, yang penting besok Ahd jam 8 gak telat tes
- Eh malah di kasih tumpangan kamar mas Ganang (satu dari 3 penjaga GOR)... ada tv-nya, kasur, kamar mandi dalam, we nyaman pooll
- bukan cuma aku yang nginep di kamar mas ganang, peserta tes teknik industri alumni UGM juga menemaniku... mas Yogi namanya.
- Usai tes, nyewa motor Rp 75rb sama mas Yogi, jalan-jalan deh, ke pantai psir padi, pantai rebo sungai liat, ke pelabuhan pangkal balam, pantai satu lagi lupa namanya... dan lain-lain.
- sebelum jalan2 aku booking tiket pulang.. alhamdulillah harga normal...
- balikin motor, terus ke bandara telfon taksi barena mas Yogi...
- Sampai Jogja Senin malam jam 22.00... sampai kos Kaliurang jam 23.00, besoknya adik2 kelas 6 Assalam Sumsel datang ke jogja dalam rangka rihlah.. malamnya temu adik2 di Wisma Aji Ringroad Utara...

udah dulu eaaa.... fotonya nyusul hahaha


Saat ini menunggu waktu yang tepat ajukan proposal... proposal apa ya? hehe februari, maret, april, kapan majunya ya.... hehehe...

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.