ALLAH TIDAK PERNAH MENGUJI KITA

Allah Tidak Pernah Menguji Kita, Melainkan Sesuatu yang Kita Anggap Ujian adalah Sebuah Nikmat yang Belum Terlihat. (Mahmud Basuki)

KOMENTAR

Komentar Anda Secara Tidak Disadari Telah Mengomentari Anda. So, Berkomentarlah yang Baik-baik. (Mahmud Basuki)

SEMANGAT BABAT ALAS

Tuntaskan Amanat, Memaksimalkan Prioritas Utama - QS. Al-Anfal: 27

TETAP BERDO'A LALU BERUSAHA

Ya Allah ketika kami berbaik sangka dengan orang lain, maka baikkanlah prasangka itu sesuai prasangka baik kami ya Allah, jauhkan dari ketidak sesuaian prasangka baik kami. (Mahmud Basuki)

Sabtu, 19 Januari 2013

MENANGIS: PERTAMA KALINYA DIHADAPAN DOSEN

Esok hari ujian Simulasi Komputer pukul 10.00 WIB selasa, 15/1/13, maka harus belajar dengan sungguh-sungguh nih. Dikala tengah kepenatan belajar, disempatkan membuka sistem informasi akademik tepatnya di sia.uin-suka.ac.id.

Usai NIM dan pasword diinputkan aku arahkan cusor di KHS semester, nilai APP sudah terpampang jelas, namun agak terdiam sendiri dan mencoba untuk ikhlas. Mengapa? bertanya-tanya kepada diri sendiri sebagai muhasabah. Adakah yang salah dengan diriku.

Kepenatan semakin bertambah dengan munculnya nilai APP. Fokus belajar simulasi komputer pun tidak lagi terarah. Akhirnya aku starter si suprax, aku putuskan pulang ke kos yang lumayan perjalanan hingga kurang lebih 20 menit (ngebut).

Pintu kos tertutup rapat namun tidak terkunci, meski aku dorong perlahan tetap saja memecahkan kesunyian terlihat pada jam tanganku pukul 01.00 lebih. Usai aku parkirkan si suprax dan membuka pintu, aku bentangkan kasur busa, aku letakkan tasku yang berat itu, helm dikepalaku juga. Blegg tidur.

Bendering alarm di handphoneku menunjukkan pukul 04.30 WIB, aku matikan alarm itu, tiba-tiba aku langsung teringat nilai APP aku yang tidak memuaskan. Aku berusaha melupakannya dan segera ambil wudhu dan menghadap kepada-Nya.

Tepat pukul 05.30 WIB aku beranikan diri mengirim sms ke dosenku itu, menanyakan waktu kosongnya untuk berjumpa. Namun, balasan itu tak kunjung datang hingga aku selesai ujian simulasi komputer, dan hingga larut sore. Dosenku itu biasanya selalu membalas sms mahasiswanya, berhubung sms aku tidak dibalasnya jadi aku putuskan tidak untuk berjumpa dulu dengan beliau.

Kembali terulang saat aku bangun tidur esok harinya, aku teringat nilai APP aku yang tidak memuaskan. Sepertinya nurani aku tidak dapat dibohongi. Hari itu juga aku niatkan untuk berjumpa dengan dosen yang juga selaku dosen pembimbing akademikku Tanpa sms lagi, usai ujian manajemen proyek tepatnya jam 11.30 aku langsung menuju ruangan dosen tersebut.

Aku masuk, namun terlihat dari jauh masih ada mahasiswa yang sedang bimbingan skripsi dengannya. Hingga aku keluar menunggu sampai urusan mahasiswa tadi selesai tanpa mengganggunya.

Urusan mahasiswa bimbingan tadi kelar, segera aku masuk ruangan tersebut. "hey kamu, gimana? waduh rekapan nilainya gak tak bawa e" kata beliau. Hmm padahal aku kan tidak minta rekapan nilai, apalagi sms aku yang lalu kan tidak dibalas?.

Sebagai muhasabah bagi diriku, aku hanya minta dipaparkan kesalahan-kesalahanku sehingga aku bisa tahu yang sebenarnya dan berusaha untuk segera memperbaiki diri.

Matakuliah ini adalah berkelompok, sungguh kontribusi lebih yang ada, tidak sebanding dengan kenyataannya. Justru yang berkontribusi tak seberapa mendapatkan nilai yang lebih. Terus terang aku bukan tipe orang yang suka iri, namun aku hanya ingin tahu sebab dari terciptanya nilai aku tersebut, yang tidak memuaskan tadi bagi nuraniku (bukan diriku). Meskipun beliau bilang "nilaimu sebenarnya justru lebih parah dari yang sudah ada."

Dalam percakapanku, tersentak aku tidak bersuara. Suara yang akan aku ucapkan tiba-tiba terenyut terdiam. Ini kali pertamanya aku menangis dihadapan dosen. Terdiamku sekitar 1 menit aku kembali bisa bicara lagi, hingga naudzubillah ungkapan-ungkapanku mengandung riya' menurutku yang menunjukkan kelebihan dari aku.

Sebelum perjumpaan itu, aku berjanji untuk menghindari riya'. Namun apa boleh buat, syaitan ada dimana-mana.

Ternyata nilai aku turun karena penilaian teman2 terhadapku yang jelek. Bahkan satu diantara mereka memberiku nilai K. Aku merasa dibohongi, pernyataan-pernyataan "nek iso nge ke i nilaine seng apik-apik" ada peryataan pula "apa sih susahnya nyenangi orang-tak kasih nilai A semua". Dengan sejujurnya aku telah memberi penilaian kepada teman2 dengan nilai A semua.

Pun ada pula yang memberi keterangan kalau aku itu main laptop terus. Mohon maaf sekali keterangan ini yang menjadikan janggal. Pertanyaanku: apakah dengan aku main laptop kewajiban-kewajibanku tertinggalkan? tentu jawabannya sudah terlaksanakan. Bukan seperti yang membuat pernyataan yang selalu iri dengan kecakapan kecepatan kerja seseorang.

Perlu diketahui juga bahwa aku ota atik laptop juga tidak keluar dari proyek yang sedang dijalankan. Ketika aku paparkan ke dosen hanya dalam pembuatan banner, sesungguhnya design untuk mengisi promosi didunia maya juga. Namun terlupa untuk terpaparkan saja.

Sekarang pertanyaanku: berapa kali aku main laptop? tidak lebih dari 2 kali!! dengan perkataan "main laptop terus" orang bisa menafsirkan aku tidak kerja sama sekali. Semua juga main laptop ketika mengerjakan tugas!!! bukan aku aja.

Aku tidak tahu orang yang tidak bisa apa-apa dapat nilai apa ya? Hanya datang dan masak, itu juga semua aku lakukan semua. Ngambil air, ngulek, belanja ke pasar giwangan dan semuanya aku lakukan semua!!! kira2 yang tidak pernah melakukan semua, dapat nilai apa ya? ah peduli amat.

Perlu diketahui, ada yang tidak mereka lalukan kecuali aku. Yaitu mengurusi promosi didunia maya yang ini butuh waktu tambahan. Karena kalo aku lakukan di tempat itu, semua pada sensi meski dilakukan diwaktu sela-sela. You harus tahu ya! kewajibanku yang manakah yang tidak aku selesaikan!

KU PUTUSKAN MUNDUR

Dengan nilai K aku simpulkan ada yang tidak menginginkan keberadaanku disana. Dan aku putuskan untuk tahu diri dan muntur secara baik-baik dari team.

Aku sms ke semua tim dengan bahasa yang baik dan plus bonus do'a kesuksesan dari aku. dan ada juga yang tidak tahu bahkan bertanya? kenapa keluar, yang hanya aku jawab karena aku sibuk. Untuk menjawab penyebab aku keluar yang sudah jelas tahu adalah orang yang telah memberi penilaian padaku dengan nilai K.

Dari yang merespon smsku dan yang tidak merespon bisa aku jadikan kekuatan yang lebih untuk diriku. Perlu diketahui yang merespon hanya 3 orang dari 10 orang.

Berprasangka baik terus dan terus. meski aku sudah berprasangka baik namun ternyata prasangka baik itu dibalas dengan sebaliknya. Hal ini tidak menyurutkan langkahku untuk terus berprasangka baik. Apalagi berprasangka baik terhadap kejadian ini. Aku kasih A semua, aku dapat K. Weleh2

Untuk melupakan hal ini, dan kebaikan bersama, website yang sudah terbangun terpaksa aku lenyapkan (aku ikhlas) semua tentang promosi lenyap aja (dikira gak manfaat kali ya). Hal ini aku lakukan dengan niat untuk menyadarkan kepada apa yang menjadi bengkok dan semoga selalu diridhai Allah SWT karena aku tidak terlepas dari bimbingan-Nya.

#motorku berkualitas loh dalam berkontribusi, muatan yang lebih selalu diarahkan kemotorku.
Terimakasih sudah membaca.
Aku tetap tersenyum kok. wuek wuek
Tulisan tanpa edit/ review ulang, maaf kalo agak rancu kata-katanya karena nulisnya agak emosi...

Rabu, 16 Januari 2013

KEKUATAN YANG LEBIH

Sekarang saatnya menatap masa depan yang lebih cerah, indah, nyaman, dan melupakan hal-hal pahit. Sukses itu banyak jalan, banyak cara, banyak tempat dan masih banyak orang-orang yang suka dengan keberadaaan Anda, membutuhkan Anda meskipun sekarang Anda sedang dilanda krisis orang yang menyukai Anda, bahasa lainnya adalah membenci Anda.

Sangat dilarang untuk Anda hanya duduk terdiam hanya memikirkan masalah-masalah buruk Anda, meratapi, dan terus mengingatnya. Yang ada Anda tidak akan menghasilkan apa-apa. Segera berfikir luas, dan jadikan masalah polemik Anda adalah dendam yang membaikkan diri Anda sendiri.

Justru Anda mempunyai kekuatan yang lebih yang tidak seperti biasanya karena masalah buruk Anda itu. Saatnya Anda mengatur strategi dan membuktikan bahwa Anda yang sukses! bukan orang-orang yang telah mengkerdilkan Anda.

Dunia tidak sempit, masih banyak orang yang suka dengan Anda. Tentunya Anda tetap selalu mengevaluasi secara bertahap terhadap diri Anda. Dan selalu berprasangka baik terhadap segala sesuatunya, baik itu berprasangka baik terhadap perkara, orang dan lain sebagainya.

Keep smile, pastikan perkara Anda tidak akan pernah mengkerdilkan diri Anda..

TERSADAR: SEHATI DENGAN IBUKU

Siapapun yang mungkin dikenal sebagai orang yang pandai beradaptasi, namun orang sekitarnya tidak mendukung atau kasarnya orang sekitarnya alergi terhadap keberadaan orang tersebut. Apa yang terjadi?

Mungkin dia akan bertahan dengan berbagai cara. Namun perlu diketahui, yang namanya sudah tertanam alergi pada nurani, rasanya tidak mudah untuk menghapuskannya.

Seperti aku ini, yang berawal pada ibuku yang rada-rada sensi dengan orang-orang tertentu meskipun dia dari golongan tersebut, awalnya aku fine-fine aja. Namun, mulai detik ini sepertinya aku mulai mengikuti jejak ibuku tercinta.

Aku yang berkeinginan keras ingin mencari dan menjadi orang sini, sepertinya sedikit pupus. Kenapa? karakterku yang mungkin, ada hal yang berbeda, yang menjadi kelemahanku ini, yang sulit untuk segera beradaptasi menjadikanku mungkin kedepannya akan semakin buruk. Sementara aku ingin sukses, dan sekelilingku banyak yang mensupport.

Bukan pada kondisiku yang saat ini yang baru aku sadari (sehati dengan Ibuku). Lihat saja nanti, kutunjukkan hal yang lebih dan lebih...
Tempat tinggalku bukan disini, tempat tinggalku di Sumatera sana. Penutup prasangka baikku kepada semuanya: semoga kalian sukses ya... Aamiin

Astagfirullahal'azim 100x

SELALU EVALUASI DAN BERUSAHA TERBAIK

Sedikit mengurangi lega, meskipun aku tidak tahu apa yang akan terjadi. yang jelas apapun yang akan terjadi  aku siap tanggung resiko. tidak cengeng dan manja layaknya orang yang suka cari muka.

Aku akan selalu terbuka dan terbuka terhadap kekuranganku ini, namun aku juga berusaha untuk tidak fokus pada kekuranganku ini demi meminimalisir ratapan dari nurani hatiku sendiri.

Ya selalu evaluasi dan mencari solusi terbaik buat diriku sendiri. Akhirnya tersemat pada lubuk nuraniku "jika mau sukses hindari orang-orang yang tidak mendukung, menyisihkan, memojokkan, bahkan menjatuhkan secara pengecut dan tidak djantan." Ini memang proses yang aku selalu berprasangka baik pada setiap perkara dan apapun macamnya.

Berbicara orang yang tidak mendukung, yah namanya dunia dimana-mana pasti ada yang tidak mendukung dan ada orang yang mendukung penuh.

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas hal ini, mungkin Allah SWT berkehendak dan menguji ketahananku sebelum aku sukses. Dan aku hanya bisa meminta maaf kepada orang yang mungkin tidak nyaman terhadap keberadaanku, hanya ini do'aku untukmu: "semoga Anda-anda bisa lebih berprasangka baik terhadap sikap seseorang dan mau memahaminya".

Ini evaluasiku: cepat-cepat go out dan pulang bersama tanah kelahiranku. Bagaimanapun akan bertahan pada tanah kelahiranku... sumatera.

sebelumnya>>
setelahnya>>
setelahnya lagi>>

Senin, 14 Januari 2013

APP GAK MAKSIMAL

Analisis Perancangan Perusahaan - aku kira nilaiku maksimal, tapi ternyata ada yang berkehendak lain. Terasa menyakitkan hati ini, tapi tak mengapa aku hanya bisa pasrah dan diam. Biarlah semua terasa indah pada saatnya. Semoga rasa sakit ini cepat hilang, dan biar terasa indah setiap saat.

Semoga sudah pada tahu bahwa "penjualan itu tak akan berjalan tanpa pemasaran"! 
"le hati2 kerisnya orang jawa itu ditaruk dibelakang, beda dengan kerisnya orang sumatera kerisnya ada didepan" kata ibuku.

Diam lagi, diam lagi, diam lagi... gak terima tapi hanya bisa diam...
Senyum, senyum lagi, senyum lagi... tapi tetap tak terima...
Nilai, melihat nilai, terasa sesat...
Aku hidup untuk bahagia, bukan untuk meratapi... tapi tetap tak terima...

Astagfirullah100x

setelahnya>>
setelahnya lagi>>
setelahnya lagi dan lagi>>