ALLAH TIDAK PERNAH MENGUJI KITA

Allah Tidak Pernah Menguji Kita, Melainkan Sesuatu yang Kita Anggap Ujian adalah Sebuah Nikmat yang Belum Terlihat. (Mahmud Basuki)

KOMENTAR

Komentar Anda Secara Tidak Disadari Telah Mengomentari Anda. So, Berkomentarlah yang Baik-baik. (Mahmud Basuki)

SEMANGAT BABAT ALAS

Tuntaskan Amanat, Memaksimalkan Prioritas Utama - QS. Al-Anfal: 27

TETAP BERDO'A LALU BERUSAHA

Ya Allah ketika kami berbaik sangka dengan orang lain, maka baikkanlah prasangka itu sesuai prasangka baik kami ya Allah, jauhkan dari ketidak sesuaian prasangka baik kami. (Mahmud Basuki)

Jumat, 26 Desember 2014

WINQSB: Cara Mengoperasikan TSP dan Penjelasannya

WinQSB adalah software yang dapat membantu memudahkan dalam pengambilan keputusan dalam suatu bisnis. Software ini dipakai untuk memecahkan persoalan yang berkaitan optimasi maupun terkait sistem produksi. Biasanya software ini sangat akrab dengan teman-teman kuliah yang mengambil jurusan Teknik Industri (Industrial Engineering).

Okey, salah satu program yang ada pada software WinQSB ini adalah traveling salesman problem (TSP). Apa itu TSP? Ya, bisa diartikan "persoalan pedagang keliling", hal ini biasanya berkaitan masalah distribusi barang. Singkatnya, jika ada barang yang akan didistribusikan dari gudang ke agen-agen yang tersebar. Bagaimana caranya dalam menentukan rute yang optimal dari agen ke agen hingga kembali lagi pada gudang awal. Dan ingat, agen hanya boleh dilewati satu kali saja. Dengan optimalnya distribusi barang tersebut, tentu akan menghemat BBM, waktu, pemerataan distribusi sehingga bisa terkontrol dengan baik, dan lain-lain.

Cukup sekian penjelasannya terkait TSP. Sekarang ini cara mengoperasikan TSP pada WinQSB 2.0 untuk meminimasi rute perjalanan distribusi barang:

 Gambar 1. WinQSB - Network Modeling

 Gambar 2. Klik Menu Gambar Kotak-kotak

 Gambar 3. Menu Traveling Salesman Problem

Keterangan mengapa klik seperti pada gambar:
 a. TSP = kasus yang dibahas adalah TSP
b. Minimization = karena akan meminimasi rute perjalanan
c. Spreadsheet Matrix Form = output dalam bentuk matrix
c. Problem Title = isikan dengan judul sesuai dengan kasusnya
d. Number of Nodes = 5. Maksudnya terdapat 5 agen

 Gambar 4. Input Jarak Antar Agen (Node), Satuan Km

Keterangan:
Perhatikan angka 0, maka jika diambil garis lurus akan berbentuk "\". Cara bacanya: node1 ke node1 adalah 0 km dan seterusnya s/d node5.
Kalau node1 ke node5 berapa?
Jawabnya adalah 5 km (kiri bawah).
Maka, node5 ke node1 sama juga dengan 5 km (kanan atas). Paham kan?

 Gambar 5. Solve and Analyze - Solve The Problem

 Gambar 6. Metode Nearest Neighbor Heuristic - Solve

Untuk metode boleh pilih mana saja. Pada kesempatan ini penulis memakai Nearest Neighbor Heuristic.

 Gambar 7. Hasil Rute yang Optimal untuk di lalui

Saya bantu membacanya:
1. Node1 ke Node2 adalah 2 km
2. Node2 ke Node4 adalah 2 km
3. Node4 ke Node3 adalah 1 km
4. Node3 ke Node5 adalah 4 km
5. Node5 ke Node1 adalah 5 km
Total jarak tempuh ke 5 agen adalah 14 km

 Gambar 8. Dilihat Secara Graphic

Semoga bermanfaat. Do'akan semoga penulis selalu dalam keberkahan sehingga tetap bisa share hal-hal yang bermanfaat. Terima kasih.

Sabtu, 22 November 2014

KECEWA DENGAN SONY XPERIA M2 DUAL YANG TELAH SAYA BELI

1. Jum’at, 31 Oktober 2014 saya membeli Sony Xperia M2 Dual di Asia Phonezone, Ramai Mall Malioboro Yogyakarta. Saat sampai di kediaman saya, saya mulai mengoperasikan hp tersebut.

2. Normal awal mulanya, namun di tengah-tengah pengoperasian terkadang hp tersebut restart secara berulang dan kemudian normal kembali. Saat itu saya masih mengira ini terjadi karena ada software yang tidak support.
3. Satu hari setelahnya, 1 November 2014, hp masih di tangan saya, dan di hari itu saya mencoba mengupdate software-software. Tidak ada masalah, namun waktu di malam hari saat saya men-charger, tiba-tiba hp mulai restart-restart kembali, dan terkadang touch-screen hang tidak bisa dioperasikan.

4. Minggu, 2 November 2014 saya ke counter Asia Phonezone kembali, namun karyawan langsung mengarahkan ke Service Center, awalnya mengira di stand Sony di Ramai Mall, namun alamat service center berada di Ruko Lowanu Jl. Lowanu YK.

5. Setiba di sana, CS belum bisa memastikan jenis kerusakannya, dan butuh 3-5 hari untuk memperbaiki/mengidentifikasinya (cukup lama). Saat itu saya minta di upgrade, dan harapan saya bisa ditunggu. Namun CS menyatakan tidak bisa (CS menyampaikan: kalau mau return dalam waktu 1x24 jam dari pembelian, sementara saya tidak tahu aturan itu, sudah lewat masa 24 jam tersebut). Merasa terlalu lama, saya pulang, dan mencoba mengupgrade sendiri dengan jaringan wifi. Upgrade sendiri saya cancel karena lama, saya kembali lagi ke service center, dan mengikhlaskan hp baru saya bermalam di sana.

6. Sudah lewat 3 hari masa perbaikan, namun belum juga kunjung mendapat konfirmasi dari service center. Kamis, 6 November 2014 saya menanyakan keadaan hp saya, dan ternyata sudah jadi bisa diambil. Lalu saya ambil. Saya coba operasikan hp di service center cukup lama, mematikan dan hidupkan juga saya lakukan. Tidak ada masalah.

7. Saat sampai di kediaman saya, pada malam harinya, kembali lagi restart, dan touch screen tidak berjalan, sampai dengan pagi hari, meski sebelumnya saya coba dengan menekan tombol power+volume.

8. Pagi harinya Jumat 7 November 2014, saya charger kembali. Saya hidupkan, saya download facebook, dan mulai mengoperasikan, namun tetap, aplikasi sering close dengan sendirinya dan terkadang restart. Ketika hidup beberapa saat, mulai ia mati total.

9. Hari itu juga saya ke service senter, CS (mbak anna) menyatakan harus dikirim di Jakarta dengan waktu 1-4 bulan. Rata-ratanya 2 bulan katanya. Saya minta ganti baru, CS menyarankan ke tempat saya beli, siapa tahu bisa di ganti baru (saat itu saya minta memo dari mbak anna tersebut untuk saya bawa ke tempat saya beli hp). Sama saja, tetap saja tidak bisa. Saya kembali ke service center, pasrah dan ikhlas untuk meninggalkan hp saya selama 1-4 bulan (lama sekali). CS (mbak anna) menyatakan akan diganti mesin, kalau tidak, ya diganti unit baru (aturannya Sony).

10. Terus terang, saya kecewa dengan hal tersebut. Harusnya nama sony yang branded dan terkenal ampuh, bila hp rusak, ya berikan pernyataan ganti unit baru, tanpa ada “embel-embel” diganti mesin. Sehingga saya selaku konsumen merasa nyaman dan tidak takut hp tersebut kambuh lagi penyakitnya.

11. Saran atau Harapan saya:
a. Hp diganti baru
b. Proses tidak sampai dengan 1 bulan, sejak 7 November 2014 masuk service center
c. Semoga Service Center Sony lebih meningkatkan kualitas pelayanan yang tidak banyak mengecewakan konsumen. Saya ucapkan terima kasih.

Sumber foto: www.sonymobile.com

Ditulis di:
Lt. 2, Asrama Ranggonang Kabupaten Musi Banyuasin, DIY.
Minggu, 9 November 2014
Posting: 22 November 2014

Minggu, 05 Oktober 2014

Menapaki Kehidupan di Kota Bontang

13. Perjalanan yang indah di Kota Bontang ini, cukup banyak pelajaran berharga yang dapat diambil. Belajar tentang kehidupan yang semakin lama, semakin luas dalam berfikir, semakin luas dalam menganalisa, semakin luas dalam memaknai kehidupan.

14. Bulan Juni, Juli, Agustus, September, Oktober. Ya kalau dihitung sudah 4 bulan berjalan menapaki kehidupan di Kota Bontang, kota yang bersih dan toko-toko lebih ramai jika di malam hari dibandingkan di siang hari. Hal tersebut dikarenakan banyak yang bekerja di saat siang hari. Sehingga waktu untuk berbelanja lebih padat saat malam hari. Ini menurut saya yang baru 4 bulan tinggal di Kota Bontang, kota TAMAN (tertib, agamais, mandiri, aman, dan nyaman).

15. Pulang ke Jogja, sebelumnya aku sempatkan terlebih dahulu untuk jalan-jalan di Kota Samarinda sebelum flight Rabu besok. Bus Damri patas ac yang menemani perjalananku dari Bontang-Samarinda dengan merogoh uang sebesar Rp. 34.000. Kurang lebih 4 jam perjalanan aku lalui hingga tiba di Kota Samarinda pukul 21.00 WITA.

16. Ahad, Senin, Selasa ini jatahku di Kota Samarinda. Sambil mencari tahu tempat-tempat yang akan aku datangi, aku juga tak lupa mencari tahu untuk perjalananku dari Kota Samarinda ke Airport Kota Balikpapan. Kepulanganku Bontang-Jogja saat ini sengaja aku buat berbeda dengan perjalananku 3 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 04 Juli 2014, supaya dapat menambah wawasan dan pengalaman yang lebih.

17. Saat itu aku menggunakan bus patas AC "samarinda lestari" dari Kota Bontang menuju Bandara Sepinggan Kota Balikpapan. Ada dua jadwal keberangkatan untuk bus tersebut, yaitu 06.00 WITA dan 22.00 WITA. Saat itu aku ambil 1 tiket keberangkatan 22.00 WITA sehingga tiba di Bandara Sepinggan kira-kira pukul 05.30 WITA pagi.

18. Bus tersebut sangat nyaman, salah satu kenyamanannya, bus tersebut benar-benar mengantar masuk ke bandara sampai depan pintu masuk. Sehingga tiba di bandara masih bisa menyempatkan bersih-bersih badan dan sholat subuh.

17. Saat itu maskapai yang aku gunakan adalah citilink, flight 07.20 WITA. Dan lagi-lagi untuk perjalanan ini aku gunakan citilink lagi. Memang, melihat dari harga tiket, ada maskapai yang lain yang lebih murah. Ketertarikanku menggunakan citilink ini karena gratis biaya boarding pass, biaya boarding pass untuk bandara sepinggan Rp. 75.000. Sehingga untuk total pengeluaran, citilink lah yang paling murah hehe.

18. Pesan buat anak-anakku di DHBS terkhusus kamar 8, Ranesi 1, dan Ranesi 2:

yang "akur" ya, silahkan nakal tapi jangan buat gaduh ya,
silahkan nakal tapi hafalannya 2 baris perhari jangan lupa ya,
silahkan nakal tapi harus selalu menjaga etika ya.. kepada siapa aja,
silahkan nakal tapi bangun jam 04.00-nya jangan telat ya, qiyamul lail 221 ya...
silahkan nakal tapi puasa Senin Kamis-nya dijaga ya,
silahkan nakal tapi jangan suka berbohong ya,
silahkan nakal tapi harus belajar berproses mendewasakan diri ya,
silahkan nakal tapi jangan hobi bolos sekolah ya,
silahkan nakal tapi sholatnya selalu dijaga dimanapun berada ya,
silahkan nakal tapi usahakan jangan telat datang waktu maktsurat ya,
silahkan nakal tapi selalulah mendahulukan berfikir positif dalam setiap keadaan,
silahkan nakal tapi hormati kedua orang tua ya,. buat mereka bangga,

silahkan nakal tapi doakan ustad agar dapat istri yang solehah ya, doakan ustad agar tetap berpenghasilan, doakan ustad agar cepat bisa ke tanah suci menunaikan ibadah Haji.

Kakak Mudabbir Tegar dan Rahmat titip teman-teman dulu ya, ustadz mau kuliah dulu sebentar.

19. Mudah-mudahan bisa ke Kota Bontang lagi.


Diselesaikan di:
Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 05 Oktober 2014/ Dzulhijjah 1435 H.

Minggu, 28 September 2014

Kamar 8 Ikhwan 2014: Daarul Hikmah Boarding School

Kota Bontang - 27/9/14 Ba'da Ashar anak-anakku bergegas untuk refresing di komplek Koperasi Karyawan (Kopkar) Pupuk Kaltim. Jumlah anak-anakku sebanyak 19 orang. Tidak semuanya bisa ikut perjalanan menggunakan angkot dari DHBS menuju Kopkar. Ada 2 anak yang tidak ikut perjalanan yang asyik tersebut dikarenakan sedang terkena penyakit "cacar". Meskipun demikian, 2 anak tersebut tetap ikut dalam agenda inti kami di Kopkar, yaitu foto bersama di Epo Studio. Subhanallah...

Sebelumnya kami memesan angkot untuk dapat sampai ke Kopkar. Meski angkotnya kecil, namun dapat membawa kita yang berjumlah 19 orang (17 anak-anak, 1 saya sendiri, dan 1 lagi sopir). Berikut dokumentasinya:
 Depan Epo Studio, Komplek Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim

Stadion Mulawarman: Ayo Fotonya Duduk ya...

Stadion Mulawarman: Timernya 10 Detik, Siap-siap ya...

Taman Komplek Kopkar

Ayo... Fotonya Lompat yukk!!

Jepret Pakai Kamera DSLR Pribadi: Lokasi di Epo Studio

 Halaman Dalam, Masjid Raya Baiturrahman Kota Bontang Kaltim

Izin Berpose di dalam Masjid Raya Baiturrahman Kota Bontang Kaltim

Halaman Depan, Masjid Raya Baiturrahman Kota Bontang Kaltim



Regard:
Room "8" Ikhwan of Daarul Hikmah Boarding School
27 September 2014

Jumat, 26 September 2014

Tuhan Maha Tahu

Tidak jarang kita berputus asa pada sesuatu karena terdapat hal yang tidak sesuai atas pengharapan kita. Namun, Tuhan Maha Tahu, yang awalnya kita berharap pada hal itu. Tuhan menunjukkan "tidak layaknya" hal itu untuk kita. Tuhan Maha Tahu.

Mahmud Basuki

Senin, 22 September 2014

Cara Mengurutkan Angka dari Besar ke Kecil Pakai Excel

Tulisan ini saya tulis, karena kemarin ada anak yang bertanya cara untuk menetapkan rangking score tertinggi ke yang terkecil secara urut otomatis memakai excel. Dia bertanya untuk keperluan menentukan juara pemenang Asrama Super Liga (ASL) berdasarkan score yang didapatkan.

Namun dalam contoh pembahasan ini bukan terkait ASL. Dalam pembahasan ini saya beri contoh sederhananya dan saya menggunakan Ms Excel 2007. Silahkan lihat caranya:

1. Perhatikan gambar, bahwa nilai masih belum berurutan dari nilai yang tertinggi ke nilai yang paling rendah.

2. Silahkan "blok" seperti gambar

3. Pilih Sort & Filter - Filter. Atau cara cepatnya ctrl + shift + L

4. Pilih tombol bergambar "segitiga" pada kolom "nilai", lalu pilih Sort Largest to Smallest

5. Inilah hasilnya, nilai sudah secara otomatis berurutan sesuai angka yang tertinggi.

Sehingga rangking 1 adalah Furqon.

Selamat mencoba.

Salam,
Mahmud Basuki

Kamis, 11 September 2014

Keceriaan Siswa-Siswi SMP - SMA IT DHBS Kota Bontang

DHBS singkatan dari Daarul Hikmah Boarding School, sekolahan ini terletak di Kota Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia. Langsung saja ini foto-foto mereka:

Saat lomba bakar sate, September 2014

 Senam siswi SMP - SMA IT DHBS Kota Bontang

 Refresing di Pelabuhan Tanjung Laut

Olah raga biar sehat di Pelabuhan Tanjung Laut

 Masjid Ulul Albab

 Tangga menuju Masjid

Tim Nasyid

Puisi untuk Palestina

Mukhayyam Terpadu SMP - SMA IT

Ini hanya sebagian kecil dari agenda-agenda yang ada. Terimakasih. Ayo yuk yuk, tinggalkan komentarmu di bawah ini.

Jumat, 29 Agustus 2014

No Sign Contract: No Experience Letter

Sampaikan apa yang sudah dipromosikan, tanpa harus diingatkan. Begitulah yang seharusnya dijalankan bagi seluruh masyarakat yang telah mempromosikan sesuatu. Baik dalam bidang tata kelola organisasi, instansi, perusahaan.

Jika segala sesuatunya mengandalkan lidah yang tak bertulang,

Selasa, 29 Juli 2014

Pulau Beras Basah Kota Bontang Kaltim



8. Bersama-sama dengan rekan kerja yang lainnya (25/06/2014). Kami melakukan perjalanan ke Pulau Beras Basah. Melalui pelabuhan Tanjung Laut, perjalanan menuju pulau tersebut menggunakan perahu mesin yang dapat ditempuh kurang lebih 45 menit.

9. Pulau Beras Basah sangat kecil. Aku perhitungkan luas pulau tersebut kurang lebih hanya 2 hektar saja. Meskipun kecil, pulau tersebut juga ada penghuninya. Sempat aku bertanya pada anak-anak yang asli tinggal di pulau tersebut tentang sekolah mereka. Ternyata anak-anak tersebut tidak bersekolah.

10. Nama beras basah memiliki sejarah cerita, yang konon penamaan pulau tersebut dikarenakan dahulu ada sebuah kapal besar yang mengangkut bahan makanan pokok berupa beras. Tiba-tiba kapal tersebut tenggelam, sehingga beras semuanya tumpah ke lautan, dari itu jadilah sebuah pulau kecil dan diberi nama sesuai sejarahnya yaitu beras basah. Boleh percaya boleh juga tidak akan kebenarannya.

11. Mercusuar menjulang tinggi di pulau tersebut, pohon-pohon kelapa tampak subur di pulau tersebut, keindahan alam laut, tempat berenang yang menyenangkan, serta minuman dan makanan jajanan yang dijual tertata di pulau tersebut. Itulah sebagian keindahan pada pulau tersebut.

12. Bermodal ikan mentah, bumbu, dan jagung. Kami adakan acara bakar-bakar, yaitu bakar ikan dan bakar jagung. Oh ya yang penasaran, silahkan datang ke Kota Bontang, Kalimantan Timur, Indonesia.

Diselesaikan pukul 21.29 WITA.
Lantai 3 Asrama DHBS Kota Bontang.
Kalimantan Timur, 29 Juli 2014/ 2 Syawal 1435 H.

Senin, 28 Juli 2014

Menuju DHBS Kota Bontang Kalimantan Timur


1. Embun pagi masih tampak basah, barang-barang yang kiranya diperlukan sudah aku tata rapi di tas ranselku. Motor pun sudah aku persiapkan, Jalan Kaliurang Km 14, menuju Bandara Internasional Adisucipto.Tiket gratis itu selalu aku ingat, bahwa pukul 07.45 WIB flight menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan Kalimantan Timur.

2. Sampai di Bandara Adisucipto, motor beserta surat-surat aku serahkan penuh pada yang mengantarkanku, mas Oki. Check in, kemudian airport take, tidak pakai duduk di ruang tunggu, aku langsung dipersilahkan menuju pesawat, hmm untung tidak telat, benar-benar waktu yang pas, alhamdulillah.

3. Selamat tinggal Jogja. Kurang lebih perjalanan 1 jam 45 menit, dan akhirnya aku tiba di Balikpapan pukul 10.38 WITA, Ahad, 22 Juni 2014. Waktu WITA lebih cepat 1 jam dibandingkan WIB. Inilah kali pertamanya aku langkahkan kaki dan hati ini ke Pulau Kalimantan, semoga berkah.

4. Di pintu keluar aku sudah ditunggu oleh Pak Endang, Pak Andre, Pak Danu beserta sebagian teman-teman yang lebih dahulu datang. Teman-teman saat itu berasal Makasar, Palopo, Surabaya, Bandung, Bekasi, Garut, Palembang. Dimana aku sedikit demi sedikit mencoba untuk menghafal nama-nama mereka.

5. Keluar dari Bandara kami makan di rumah makan Padang, hingga pukul 13.00 WITA baru melanjutkan perjalanan. Kewajiban sholat dzuhur dan ashar kami tunaikan waktu di waktu ashar di Islamic Centre Kota Samarinda. Waroeng Tegal pun kami singgahi. Dan akhirnya pukul 21.00 WITA baru tiba di Kota Bontang. Saat itu singgah di sebuah warung makan, acara makan-makan disertai perkenalan bersama sesepuh-sesepuh DHBS yang telah menunggu sebelumnya di warung tersebut. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan, karena banyak berhenti kali ya.

6. Hingga kurang lebih pukul 12.00 WITA kami baru bisa berehat di kamar asrama yang mana para siswa saat itu masih dalam kondisi libur.

7. Selamat datang Kota Bontang, selamat datang DHBS*. Bantu aku untuk betah di sini, semoga penuh keberkahan dan dalam ridha Allah SWT. Aamiin.

*daarul hikmah boarding school

Diselesaikan pukul 22.05 WITA.
Lantai 3 Asrama DHBS Kota Bontang.
Kalimantan Timur, 28 Juli 2014/ 1 Syawal 1435 H
/ 1 Bulan lebih aku di sini.

Selasa, 10 Juni 2014

Share: Agar Selalu Sehat Hati

http://kumpulanceritacopas.blogspot.com/2014/06/tetap-sehat-hati-jika-ditolak-akhwat.html

Cuplikan dari isi link di atas:

"Para ikhwan sebaiknya membaca tulisan ini, apalagi jika berada di usia pernikahan. Para akhwat baca juga ya, untuk melengkapi dan mengevaluasi tulisan ini."

Senin, 02 Juni 2014

Pertama Kali Menginjak Bumi Jogja

25. Aku ambil handphoneku dari saku, aku lihat jam menunjukkan kurang lebih pukul 01.00 WIB. Suasana sepi yang aku rasakan, terlihat sopir taksi yang tidak jauh dari kendaraannya. Menghampiri aku, bertanya, dan menawarkan. Tidak kalah dengan para ojek yang mendekatiku malam itu.

26. Aku sampaikan sudah ada yang akan menjemputku. Aku telfon nomor Tanto, tidak bisa, aku ulangi kembali, tetap tidak bisa. Tidak aktif tidak tahu mengapa, bisa jadi baterai nge-drop, bisa jadi hilang sinyal, atau karena lainnya. Ada kursi di seberang jalan sana, aku menuju ke sana, duduk sambil mengoperasikan handphone-ku.

27. Datang sesosok manusia datang dari kegelapan sana, mendekat ke arah di mana aku duduk. Semakin dekat semakin jelas, bukan pria, bukan wanita. Aku pergi dari tempat dudukku, mendekati toko rokok yang berada di pinggir jalan.

28. Nomor Tanto masih tidak aktif, aku buka inbox yang terdahulu, ada sms Tanto yang menggunakan nomor lain. Aku telfon nomor tersebut, tooot tooot tooot, ada jawaban yang tidak lain adalah teman Tanto.

29. Kurang lebih satu jam berada di terminal Jombor, datang Tanto menggunakan sepeda motor. Akhirnya datang juga, malam itu aku mudah dalam mengenali Tanto, saat itu Tanto memakai jaket almamater Pondok Pesantren Assalam. Tanto pun menyampaikan, nomornya tidak aktif karena handphone nya sedang dipakai temannya tadi.

30. Pikiranku diawal turun dari bus adalah suasana terminal yang tidak jauh berbeda dengan terminal-terminal kota-kota lainnya, menyeramkan, banyak penjahat, orang-orangnya didominasi dengan orang nakal, ternyata sungguh sangat berbeda. Ini mungkin efek pernah berada di Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Terminal Rawamangun Jakarta.

31. Berjabat tangan adalah awal mula dari pertemuan. Aku angkat koperku di atas motor, percakapan pun sejuk terasakan bersamaan perjalanan menuju kos.

32. Hari Ahad, 25 Januari 2009 aku sampai di Kota Jogja, kotanya para pelajar. Sekalian menunggu kumandang Adzan Subuh, sengaja kami tidak tidur.

Sumber foto: www.jogjacityparadise.com

Diselesaikan pukul 11.17 WIB.
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia.
Yogyakarta, 02 Juni 2013.

#1#2#3

Nantikan judul selanjutnya: Neutron Yogyakarta

Sabtu, 03 Mei 2014

Meninggalkan Kampung Halaman

 13. Kegagalan proses menuju kampus Al-Azhar, pihak perjalanan tersebut menawarkan studi di Yaman, dan tentunya dengan menambah budget tambahan. Namun, selain berkurangnya kepercayaanku pada pihak perjalanan tersebut, kondisi orang tua saat itu menguatkan aku untuk tidak mengambil tawaran tersebut. Dari rombongan kami, ada 2 yang mengambil tawaran tersebut untuk studi di Yaman. Namun, saat adanya kerusuhan yang terjadi di Yaman saat itu (seingatku tahun 2011), mereka 2 temanku tadi memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

14. Sebelum haflah (18 Juni 2008), aku pernah mengikuti program beasiswa santri jadi dokter yang dipelopori oleh pemerintah kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang mana Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan baru dibuka pada tahun 2008. Namun, dalam kesempatan itu aku belum membuahkan hasil yang tentunya aku juga mengharapkannya.

15. Dari semua kejadian itu, dengan terpaksa aku putuskan untuk menunda melanjutkan studi pada jenjang berikutnya yaitu dunia perkuliahan. Informasi mengenai kampus-kampus yang ada saat itu sangatlah minim. Selain aku masih belum mengenal internet, kampus yang aku tahu saat itu hanyalah kampus-kampus yang berbasis ilmu keagamaan seperti LIPIA (Lembaga Ilmu Pendidikan Islam dan Arab) yang berada di Jakarta.

16. Aktifitasku saat itu banyak di Rumah Sakit menunggu bapak dalam penyembuhan kakinya yang patah.  Terkadang bermain ke pondok, bermain ke kos teman di Kota Palembang. Selain sayang pada orang tua, hal itu aku lakukan untuk memperbanyak pengetahuan tentang dunia kampus, yang saat itu semua kampus-kampus sudah menutup masa pendaftaran.

17. Tanto adalah temanku yang sering bersama saat di Pondok, mulai dari makan sering bersama, belajar ke Masjid, hingga mandi di sumur yang terbuka. Hanyalah ranting-ranting pepohonan kecil semak blukar yang menjadi penutupnya. Kalau ke sumur tersebut biasanya kami bertiga yaitu aku, Tanto, dan Nawawi. Sumur tersebut memang berada di luar area pondok, namun saat itu kami lebih senang mandi di sana karena airnya jernih dan alami.

18. Melalui Tanto yang sudah kuliah di salah satu kampus di Yogyakarta, berbagai informasi mengenai Jogja dan perkuliahan aku dapatkan. Mulai dari biaya hidup bulanan dari range terbawah dan teratas, biaya kos, tempat bimbingan belajar dan lain-lain. Informasi tersebut sangatlah aku butuhkan, karena saat itu orang tua merasa sangat takut bila perkuliahan hanya berhenti di tengah jalan.

19. Dahulu tahun 2008 sosial media tidaklah seperti saat sekarang. Sehingga informasi-informasi saat itu pun menjadi terbatas. Mengingat keterbatasan informasi saat itu, sekarang aku sangat senang sekali bilamana ada adik-adik yang baru lulus dari Pondok Pesantren Assalam bertanya-tanya mengenai hal-hal yang dahulu sempat aku tanyakan kepada Tanto. Bahkan, tidak hanya menunggu ada yang bertanya, aku sangat senang mensosialisasikannya mengenai Jogja kepada adik-adik, bisa via Facebook, sosialisasi ke Pondok saat aku pulang kampung.

20. Akhirnya dengan restu orang tua, saat itu aku berkeinginan untuk mengikuti program bimbingan belajar sambil mencari tahu lebih banyak mengenai kampus yang kiranya aku tepat untuk studi di sana. Aku pilih Jogja sebagai tempat menuntut ilmu. Hari Jum'at, 23 Januari 2009 aku berangkat meninggalkan kampung halaman. Di temani ibu di agen bus yang berjarak 3 km dari rumah.

21. Inilah awal petualanganku. Inilah pertama kalinya aku ke Jogja. Meski sendiri, aku tetap berani, melalui banyak provinsi, menyeberangi lautan yang suci.  Makan sendiri, di kapal bisu sendiri, saat itu serba sendiri.

22. Dengan bus yang super murah, aku nikmati perjalanan menuju Jogja. Dalam perjalanan, aku sempat memikirkan, dan membayangkan suasana terminal di Jogja. Bayanganku saat itu, suasana terminal Jogja tidak akan jauh berbeda dengan suasana terminal di Palembang, di Jakarta.

23. Ditengah malam yang kurang lebih pukul 23.00 WIB aku berhenti di Magelang, dan bisa melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 00.00 WIB karena terjadi pertukaran mobil atau biasa disebut "oper mobil". Di sela waktu itu, aku terus menghubungi Tanto agar tetap stand by.

24. Perjalanan Magelang ke Jogja aku tidur. Sebelum tidur aku berpesan pada sopir bahwa aku nantinya akan turun di terminal Jombor. Lelah pun terobati dengan tidur, dan di tengah-tengah tidurku, tersengar sayup suara yang berbunyi: seng jombor mas. Alhamdulillah sampai juga. aku bergegas keluar, dan mengambil koper yang berada di bagasi.

Sumber foto: www.clker.com

Diselesaikan pukul 11.37 WIB.
Perpustakaan Pusat Universitas Islam Indonesia.
Yogyakarta, 03 Mei 2013.

#1#2#3

Nantikan judul selanjutnya: Pertama Kali Menginjak Bumi Jogja

Jumat, 02 Mei 2014

Secuplik Kisah, Sebelum ke Jogja

1. Suasana pagi yang indah, enam tahun lamanya terlewati sudah, menempuh jenjang pendidikan mulai Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah 'Aliyah. Saat itu, 18 Juni 2008 adalah acara pelepasan santriwan dan santriwati yang telah dinyatakan lulus dalam menempuh studi di Kuliyyatul Mu'alimiin wal Mu'allimaat Al-Islamiyah (KMI) Pondok Pesantren Assalam Sumatera Selatan.  Tiga ijazah yaitu ijazah pondok, ijazah negeri, ijazah praktek mengajar (amaliyah tadris) didapatkan dalam satu momen yang luar biasa yang bernama haflatul wada' (pesta perpisahan).

2. Usai momen itu, saat itu aku tetap setia menunggu kepastian. Kepastian yang tidak sebentar saat itu, yaitu kepastian keberangkatan untuk menuju ke Kampus Al-Azhar Kairo Mesir. Melalui biro perjalanan yang saat itu aku percaya, bersama teman-teman lainnya (saat itu ada satu akhwat dan tujuh ikhwan seingatku) kami saat itu cukup siap dari segi paspor, finansial, dan mental.

3. Juni, Juli, Agustus, dan September sudah terlewati. Saat itu, seraya menunggu kepastian keberangkatan, aku menyibukkan diri. Menyibukkan diri sebagai petani bersama Kakek dan Nenek di Jambi. Alhamdulillah bapak memiliki lahan 2 ha yang ditanami pohon karet di sana, tentunya lahan tersebut didapat dengan jerih payah bapak. Terbas pepohonan ranting, nyemprot rerumputan, saat itu aku jalani bersama Kakek dan Nenek. Terkadang aku juga ikut paklek Ahmad membersihkan rerumputan di bawah pohon sawit milik pakde Hajir. Lokasi sawit milik pakde tidak jauh dari lahan bapak. Saat itu, ketika malam hari, terkadang aku tidur di gubuk yang dibangun di lokasi lahan bersama Kakek, dan terkadang tidur di rumah pakde. Meski di gubuk tidak ada listrik, saat itu aku tetap menikmati.

4. Di suatu hari, bapak dan adikku Qoni'in menjengukku di Jambi. Dengan menggunakan sepeda motor, bapak dan adik berangkat dari rumah (Sumsel) menuju Jambi. Perjalanan saat itu kurang lebih 4 jam dengan kecepatan standar. Selain bersilaturahmi ke mertuanya itu, tujuan bapak adalah menjenguk ladangnya. Hidup bapak aku akui memang cukup gigih dan bertahap, hidupnya dimulai dari nol bersama ibu. Saat itu guru honorer, dan diangkat menjadi PNS setelah menikah dengan ibuku, yang saat itu sempat menjadi muridnya. Hidup bapak memang di Sumatera, karena orang tua dari bapak sudah pergi lebih dahulu untuk selamanya.

5. Aku sempat pergi berdua bersama adik ke pasar untuk melihat-lihat barang dagangan yang digelar oleh para pedagang. Siapa tahu ada barang yang cukup menarik untuk dibeli. Pasar menjadi ramai tidak seperti biasanya, karena saat itu adalah bulan Ramadhan. Jadi kebutuhan Ramadhan dan lebaran sudah dipersiapkan oleh para pedagang.

5. Impianku untuk menjadi Mahasiswa di Kampus Al-Azhar saat itu menjadi ragu. Ragu antara berangkat ataupun tidak berangkat. Kepulangan bapak dan adik membuatku sedih, saat itu aku tetap tinggal di rumah pakde bersama Kakek dan Nenek di Jambi dan berencana lebaran di sana. Hal yang membuatku lebih sedih lagi, saat kurang lebih pukul 16.00 WIB menjelang berbuka puasa, aku mendapat kabar bahwa motor yang dikendarai bapak dan adik tertumbur oleh pick up. Saat itu aku hanya bisa berdo'a semoga kecelakaan itu tidak parah dan tidak terjadi apa-apa.

6. Seusai berbuka puasa, aku langsung pulang ke Sumsel bersama paklek Ahmad dengan mengendarai sepeda motor, bismillah. Untuk mencari kendaraan umum tidak mudah saat itu. Di tengah-tengah perjalanan kami mendapat kabar bahwa bapak dan adik sudah berada di Rumah Sakit. Niat kami yang awalnya ingin langsung menuju rumah sakit, tertunda, karena hari sudah malam dan rawan jika malam-malam ke Rumah Sakit. Pukul 22.00 WIB kami sampai rumah, dan aku disuruh untuk menyiapkan pakaian-pakaian bapak dan adik untuk dibawa saat keesokan harinya.

7. Hari mulai larut malam, handphone berdering, kabar duka tidak bisa ditolak. Aku dan paklek mengabarkan ke warga sekitar. Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, mendekati waktu sahur, mobil ambulance sampai di depan rumah. Saat itu, aku hanya menangis di dalam hati, meski ibu memelukku dengan tangis, aku masih menangis di dalam hati. Di hadapan warga yang berkumpul di ruang tamu, di hadapan jenazah adikku (kelas 1 Madrasah 'Aliyah), aku hanya duduk diam. Ibuku yang mencoba tidak menangis, kembali menangis saat menceritakan tentang adikku itu. Di sela-sela cerita itu, aku turut meneteskan air mata.

8. Dimandikan, disholatkan, dan dimakamkan. Teman-teman sekelas adikku alm, teman-temanku, para asatidz-asatidzah Pondok Pesantren Assalam (Ust. Masrur Musir, Lc., Ust. Malik Musir, Lc., dll), dan para warga tampak hadir di pelataran halaman rumah. Kasihan bapak, yang saat itu masih di Rumah Sakit tidak bisa ikut dalam proses pemakaman. Kakakku juga tidak bisa hadir saat itu, karena domisili yang jauh bersama suaminya di Riau sana.

9. Kejadian 12 September 2008 atau 12 Ramadhan 1430 saat itu, menjadikanku mendapat dua pendapat. Pendapat pertama dari warga sekitar, bahwa kepergian ke Mesir-nya dibatalkan saja, kasihan ibu. Pendapat kedua dari seorang Dosen Pertanian Universitas Jambi, bahwa kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya, maka ke Mesir-nya dilanjutkan saja.

10. Di tengah kebimbangan itu, masih belum ada kepastian untuk kepergian ke Mesir. Hingga tiba kepastian, yang saat itu aku pahami adalah dalam proses perjalanan ke Mesir terdapat problem. Problem tersebut berbentuk samar, saat itu yang aku ingat adalah pihak KBRI tidak meloloskan proses tersebut. Hingga, uang perjalanan tersebut dikembalikan, meskipun tidak utuh 100%. Paspor yang telah terbuat saat itu hanya bisa menjadi hiasan dalam lemari saja.

11. Aku saat itu sangat berkeyakinan bahwa rencana Allah sungguh sangat manis, yang tidak sedikit manusia tidak bisa mencicipi manisnya tersebut.

12. Dari 2008 hingga kini aku tuliskan ini, dari proses operasi yang berkali-kali, kesembuhan untuk bapak belum hadir. Meski pakai dua tongkat, bapak memaksakan diri untuk tetap mengajar. Aku cukup bangga, semoga kesembuhan bisa dipetik. Untuk ibu, semoga tetap sabar dengan keadaan bapak. Aku cukup bangga, semoga syurga semakin pantas untukmu. Untuk adik yang sudah mendahului pergi untuk selamanya, aku do'akan selalu semoga kau kekal dalam jannah-Nya.

Diselesaikan pukul 16.17 WIB.
Perpustakaan Pusat Universitas Islam Indonesia.
Yogyakarta, 02 Mei 2013.

#1#2
#3

Nantikan judul selanjutnya: Go Out From My Village

Maidany - Dua Wajah

Musiknya terasa sahdu sekali, bagiku cocok untuk dimana saja, saat lagi nyetir cocok, sebagai penghantar tidur juga cocok.

Dua Wajah


Album : Dua Wajah
Munsyid : Maidany

Kawan mungkin engkau lihat ia selalu tersenyum padamu
Namun dibalik senyumnya
Ternyata ia menyimpan duka yang pilu

Kawan mungkin engkau lihat ia selalu bercanda padamu
Namun di balik riangnya
Ternyata ia menyimpan air mata sayu, kita tiada tahu

Kita terkadang menyembunyikan perasaan kita sebenarnya pada manusia
Untuk menyimpan wajah hati kita yang sesungguhnya
Seperti dua wajah pada satu tubuh

Lihatlah lebih dekat saudara kita, agar tidak menerka isi hatinya
Bila tiada dapat menjadi teman baiknya, jadilah saudara yang selalu mendo’akannya

Setiap kita punya kisah
Setiap kita punya cerita
Setiap jiwa punya rahasia
Di mana hanya Allah yang tahu

Kita tiada tahu isi hati manusia
 
By: Si Jiwa

Maidany - Dua Wajah.mp3

Ketika Rem Mobil Blong

1. Kalem 'ojo' panik. Jika ada penumpang, jangan beri tahu para penumpang, 'meneng wae'.

2. Sambil memompa rem, bunyikan klakson dan nyalakan lampu hazard agar mobil di sekitar tahu bahwa kendaraan sedang darurat.

3. Manfaatkan efek kerja engine break.
- Kalau mobil manual, kurangi kecepatan dengan memindahkan gigi perseneling secara bertahap (5-4-3-2-1), jangan turunkan gigi secara langsung, misalnya dari gigi 4 langsung ke gigi 2 atau 1 karena itu akan membuat kehilangan kendali.
- Kalau mobil otomatis, turunkan gigi ke tingkat terendah, biasanya gigi 1.

4. Kalau bertemu benda mati, seperti trotoar, batu, dll tumburkan secara menyamping, setidaknya bisa membantu menurunkan kecepatan mobil. Tentunya sambil melihat-lihat cukup amankah dengan jarak kendaraan lain.

5. Bila di atas tidak berhasil, maka dengan terpaksa harus mempergunakan rem tangan (hand break). Hati-hati, lakukan secara perlahan dan jangan mendadak. Tarik secara perlahan sambil terus merasakan gigitan rem itu di kaliper roda. Atur tekanan dalam pengereman darurat ini, jika sudah terasa rem tergigit, pertahankan posisi itu sampai mobil melambat.

Jangan mau untuk PRAKTEK hal ini, berbahaya, nyawa taruhannya (apalagi kamu belum menikah "hee"). Cukup untuk pengetahuan saja.


2 Mei 2014

Selasa, 04 Maret 2014

Status Orang Lain (Inspiring People)

Persiapan itu perlu, ketika semua diniatkan ibadah, semua akan berkah. Namun, kita juga harus sadar bahwa kita hidup di dunia, yang selalu berinteraksi satu dengan lainnya. Bukan hanya dua insan yang menyatu, namun dua keluarga juga akan disatukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi langgeng tidaknya sebuah ikatan adalah dua keluarga tersebut. Ini hanya salah satunya, banyak faktor lainnya yang memang harus dipersiapkan.

Setidaknya ada setitik "rasa" untuk mengawalinya, bisa 30% rasa, 50% rasa, 70% rasa, barulah sisanya "kita bangun setelah ada ikatan suci". Sesungguhnya menjalin ikatan suci dengan orang yang kita cintai itu, hanya merupakan suatu kebetulan saja. Lebih banyak yang membangun sisa cinta dari "rasa" yang sudah ada. Lebih banyak orang yang menjalin ikatan suci dengan orang yang tidak ia cintai, namun ada bekal setitik "rasa" tadi, barulah ia bangun sisanya. Dan akhirnya sempurna.

Status orang:
http://www.facebook.com/rully.kustandar.v15
"Kalau bisa menikah itu maksimum usia 25 tahun, abis itu mau punya anak berapa? 2-3 anak, langsung aja bederet tiap taon.... Betul cape dan berat, tapi sekalian gitu... Giliran anda di usia 40an nanti, dah mapan, anak udah cukup besar untuk di ajak traveling. Karena buat traveling enak sama anak2 itu musti nunggu minimal sampe anak paling kecil usia 7 tahun, klo terlalu kecil percuma, anaknya nggak bisa nikmatin...

Beneran kawin muda itu susah, jungkir baliknya luarbiasa, tapi setelah mapan, itu jauh lebih enak...

Apa sih susahnya nikah... tinggal dateng ke penghulu. Salah klo punya prinsip nikah itu musti mapan dulu.... justru terbalik... rezeki itu makin mantap setelah nikah..."


Kata bijak pak Mario Teguh (sang motivator Indonesia):


Jodoh itu kita yang memilih,
Tuhan yang merestui.

Wanita yang baik
untuk laki-laki yang baik,
dan sebaliknya.

Mario Teguh


 
 





Bagi wanita,
tidak ada pria yang lebih unyu-unyu selain pria yang walaupun banyak pilihan, tapi tetap setia kepada jiwa kecintaannya.

Mario Teguh