Selasa, 04 Maret 2014

Status Orang Lain (Inspiring People)

Persiapan itu perlu, ketika semua diniatkan ibadah, semua akan berkah. Namun, kita juga harus sadar bahwa kita hidup di dunia, yang selalu berinteraksi satu dengan lainnya. Bukan hanya dua insan yang menyatu, namun dua keluarga juga akan disatukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi langgeng tidaknya sebuah ikatan adalah dua keluarga tersebut. Ini hanya salah satunya, banyak faktor lainnya yang memang harus dipersiapkan.

Setidaknya ada setitik "rasa" untuk mengawalinya, bisa 30% rasa, 50% rasa, 70% rasa, barulah sisanya "kita bangun setelah ada ikatan suci". Sesungguhnya menjalin ikatan suci dengan orang yang kita cintai itu, hanya merupakan suatu kebetulan saja. Lebih banyak yang membangun sisa cinta dari "rasa" yang sudah ada. Lebih banyak orang yang menjalin ikatan suci dengan orang yang tidak ia cintai, namun ada bekal setitik "rasa" tadi, barulah ia bangun sisanya. Dan akhirnya sempurna.

Status orang:
http://www.facebook.com/rully.kustandar.v15
"Kalau bisa menikah itu maksimum usia 25 tahun, abis itu mau punya anak berapa? 2-3 anak, langsung aja bederet tiap taon.... Betul cape dan berat, tapi sekalian gitu... Giliran anda di usia 40an nanti, dah mapan, anak udah cukup besar untuk di ajak traveling. Karena buat traveling enak sama anak2 itu musti nunggu minimal sampe anak paling kecil usia 7 tahun, klo terlalu kecil percuma, anaknya nggak bisa nikmatin...

Beneran kawin muda itu susah, jungkir baliknya luarbiasa, tapi setelah mapan, itu jauh lebih enak...

Apa sih susahnya nikah... tinggal dateng ke penghulu. Salah klo punya prinsip nikah itu musti mapan dulu.... justru terbalik... rezeki itu makin mantap setelah nikah..."


Kata bijak pak Mario Teguh (sang motivator Indonesia):


Jodoh itu kita yang memilih,
Tuhan yang merestui.

Wanita yang baik
untuk laki-laki yang baik,
dan sebaliknya.

Mario Teguh


 
 





Bagi wanita,
tidak ada pria yang lebih unyu-unyu selain pria yang walaupun banyak pilihan, tapi tetap setia kepada jiwa kecintaannya.

Mario Teguh

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.