Minggu, 08 Juli 2018

CONTOH DD SERDOS

Sebelum saya tampilkan contoh DD Serdos saya, Anda harus tahu bahwa DD adalah singkatan dari Deskripsi Diri. Kemudian serdos adalah singkatan dari sertifikasi dosen. Setelah Anda paham, maka silahkan lihat DD serdos saya yang saya ikuti pada gelombang kedua periode Februari 2018 yang kemudian dengan melalui proses yang ada, dinyatakan lulus serdos pada awal Juli 2018.
Landasan saya share DD serdos saya ini, karena pengalaman saya dalam mengisi DD dengan 24 point ada kalanya hadir kebingungan-kebingungan terkait apa yang akan diceritakan. Maka dari itu, mudah-mudahan, DD serdos saya ini dapat membantu jalannya berfikir tentang sesuatu yang akan diceritakan.

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran
A.1 Berikan contoh nyata semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan jelaskan dampaknya!


1. Usaha Kreatif

Diawal saya mengajar, memang sangat terasa ‘grogi’  dan merasa persiapan mengajar yang kurang, namun alhamdulillah hal ini dapat terlewati. Hal yang menyebabkan saya ‘grogi’ diantaranya adalah usia mahasiswa yang sebaya dengan saya bahkan ada yang lebih tua, dan kemudian rata-rata mereka sudah bekerja. Untuk mengatasinya, di awal perkuliahan saya sampaikan kontrak belajar, urutan materi yang akan saya ajarkan, dan membuat kelompok yang terdiri dari dua sampai dengan tiga mahasiswa. Masing-masing kelompok saya tugaskan untuk mencari materi dengan tema sesuai urutan materi yang saya berikan di awal untuk dipersentasikan pada pertemuan berikutnya. Materi berbentuk power point dan dikirimkan ke email yang sudah saya siapkan dengan batas akhir pengiriman dua hari sebelum pelaksanaan perkuliahan berikutnya. Sehingga saya masih ada cukup waktu untuk download materi yang dikirimkan oleh mahasiswa, saya simpan dengan rapi di laptop saya untuk bahan persentasi mahasiswa. Di hari perkuliahan, kelompok yang akan persentasi, saya tunjuk secara acak. Sehingga kelompok yang tidak ditunjuk mau tidak mau harus siap untuk persentasi juga. Untuk persentasinya menggunakan laptop saya. Kemudian kurang lebih setengah jam sebelum berakhirnya waktu perkuliahan, saya menambahkan pemahaman terkait materi yang sudah dipersentasikan, meluruskan pemahaman yang salah, serta disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Dengan usaha pembelajaran yang saya lakukan ini, tidak satupun kelompok yang tidak mengumpulkan tugas, karena persentasi menggunakan laptop saya, sehingga data kelompok yang tidak mengumpulkan tugas akan sangat terlihat. Sebelum perkuliahan berakhir, saya terus mengingatkan untuk mengumpulkan tugas dengan tema berikutnya yang berbeda dengan batas waktu pengiriman dua hari sebelum perkuliahan pekan depan. Usaha kreatif ini saya terapkan saat saya mengajar mata kuliah Sistem Manufaktur Lanjut.

Usaha kreatif saya yang lain adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti blog untuk men-share materi kuliah, memposting tutorial-tutorial, dan lain sebagainya. Sengaja saya berikan link materi kuliah kepada mahasiswa supaya mereka bisa download kapanpun, selain itu harapan lainnya adalah supaya mahasiswa juga ikut termotivasi dan terinspirasi bagaimana caranya membuat blog seperti yang sudah saya lakukan. Blog saya tersebut dapat dilihat di http://www.mahmudbasuki.com/. Dalam pengurusan blog ini, saya juga menyisihkan uang untuk pembayaran akun domainnya.


Pada mata kuliah Proses Manufaktur, usaha kreatif yang saya lakukan adalah dengan mengadakan kuliah di luar kampus, yaitu kunjungan industri ke Tribun Sumsel. Antusiasme mahasiswa sangat positif, dapat dilihat di saat saya menyampaikan niatan tersebut, mereka sangat sepakat, bahkan mereka rela iuran sebesar Rp. 20.000 per/mahasiswa untuk keperluan membeli snack, membeli souvenir kenang-kenangan untuk Tribun Sumsel, dan untuk membeli koran (syarat kunjungan harus membeli koran). Usaha kreatif ini juga didukung oleh kaprodi dan dekan, diwujudkan melalui surat penugasan bagi dosen yang mendampingi kegiatan kunjungan ini.

2. Dampak Perubahan
Dampak perubahan dari usaha kreatif yang telah saya lakukan (berupa tugas mahasiswa menyiapkan persentasi setiap pekan) diantaranya adalah (1) intensitas mahasiswa terhadap pencarian di google meningkat, pernah saya temukan mahasiswa yang sama sekali tidak pernah browsing materi ataupun pengetahuan lainnya, dengan momen adanya tugas seperti ini, mahasiswa yang tidak pernah browsing internet menjadi pernah, dan yang sudah pernah akan semakin meningkat prosentase browsing nya dalam mencari bahan-bahan materi yang bermanfaat bagi akademik (2) wawasan yang luas mahasiswa meningkat, semakin sering mahasiswa browsing mencari materi-materi akademik, terbukti mahasiswa lebih aktif di dalam kelas, karena mereka sudah lebih banyak membaca sehingga tentu tingkat percaya dirinya di dalam kelas semakin meningkat (3) mahasiswa sekurang-kurangnya sudah membaca dan bahkan memahami materi yang saya ajarkan, dengan tugas mempersiapkan materi dan harus bersiap-siap untuk mempresentasikannya, mahasiswa terbukti telah membacanya terlebih dahulu sebelum tampil mempersentasikan di hadapan saya (4) meningkatnya kemandirian mahasiswa dalam mencari sesuatu yang baru yang belum mereka mengerti, terbukti bahwa mahasiswa jika terdapat kesulitan dalam sesuatu hal, bukan hanya tentang akademik, mereka berusaha mencarinya dengan browsing google secara mandiri. Pernah suatu ketika, saya memberikan pertanyaan yang banyak mahasiswa belum mengerti, ada mahasiswa yang menjawabnya secara kira-kira, dan ada juga mahasiswa yang mencarinya di google untuk berusaha mencari jawaban yang tepat (5) penyerapan materi lebih lama diingat, dengan membaca sebelum dipersentasikan, kemudian mempersentasikannya dan atau yang tidak mempersentasikan mereka akan mendengarkan, dan ditambah dengan penyampaian tambahan dari saya di akhir perkuliahan, menjadikan mereka ingat isi materi yang lebih lama, tidak hilang begitu saja.

Usaha kreatif saya lainnya yaitu pemanfaatan media teknologi informasi melalui blog http://www.mahmudbasuki.com/. Dampak perubahan dari usaha kreatif yang ini diantaranya adalah (1) memudahkan mahasiswa dalam mengakses materi mata kuliah yang saja ajarkan kapanpun dan dimanapun mereka berada (2) memotivasi dan menginspirasi mahasiswa untuk dapat melakukan hal yang lebih dan bermanfaat bagi banyak orang, terbukti ada mahasiswa yang menghadap saya menyampaikan bahwa jika sudah download materi yang saya upload di blog, mahasiswa tersebut justru melihat-melihat ke yang lainnya, dan justru lama melihat-lihatnya dari pada download materinya.


Usaha kreatif lainnya saat saya mengajar mata kuliah Proses Manufaktur yaitu kunjungan ke Tribun Sumsel untuk mengetahui proses produksi koran. Dampak perubahan yang terjadi yaitu (1) mahasiswa semakin luas wawasannya (2) mengetahui secara langsung gulungan kertas Koran, mesin-mesin dan proses pembuatannya (3) selain itu mahasiswa juga menjadi tahu tentang jurnalistik dan keuntungan yang didapat jika menulis di koran (4) nama Teknik Industri FT UTP semakin populer, karena kunjungan ini dimuat di Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, baik cetak maupun online, dapat dilihat pada link berikut http://sumsel.tribunnews.com/2016/11/08/terimakasih-sambutan-dan-ilmu-yang-diberikan-tribun-sumsel.



A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan, dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.


3. Kedisiplinan
Berbicara kedisiplinan, sangat berkaitan dengan aturan yang ada, karena menurut saya kedisiplinan bisa dinilai jika adanya aturan yang jelas dan tertulis. Saya bisa dinilai disiplin, jika dengan tertib mengikuti aturan yang ada. Dan sebaliknya, saya bisa dinilai tidak disiplin, jika tidak mengikuti aturan yang ada.

Di tempat saya bekerja di Universitas Tridinanti Palembang (UTP) menerapkan aturan jam kerja adalah hari Senin-Kamis pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB untuk sekretaris seperti saya, sedangkan untuk dosen yang tidak ada jabatan pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB, untuk hari Jum’at pukul 08.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB, dan untuk hari Sabtu mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.30 WIB. Ketika saya baru menjadi Dosen, saya ‘nge-kost’ di dekat kampus kurang lebih hingga tiga bulan. Menggunakan kendaraan roda dua, kost dengan kampus dapat ditempuh kurang lebih lima menit. Saat itu, saya pastikan sampai kampus selambat-lambatnya pukul 07.50 WIB, artinya saya tidak terlambat dan telah memenuhi aturan yang ada. Meskipun saya tidak ada jam mengajar, saya tetap di kampus. Saat itu, waktu saya gunakan untuk menyiapkan materi ajar, dan kegiatan yang lain yang bermanfaat untuk menambah wawasan saya, sampai dengan waktu jam kepulangan tiba. Dan saat ini, saya berdomisili di salah satu perumahan di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Berdasarkan google maps, jarak Universitas Tridinanti dengan rumah saya kurang lebih tujuh belas kilometer. Dengan jarak tersebut, saya bisa tempuh dengan waktu kurang lebih empat puluh lima menit. Namun, meskipun memakan waktu yang tidak singkat, saya dapat pastikan kehadiran saya sampai di kampus sebelum pukul 08.00 WIB. Itu artinya saya tidak terlambat dan telah memenuhi aturan yang ada. Dan kepulangan saya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, bahkan jika ada kelas malam, saya sampai pulang malam. Kurang lebih sampai rumah pukul 21.30 WIB.

Kemudian terdapat aturan bahwa, jumlah pertemuan dalam mengajar idealnya adalah sebanyak enam belas kali pertemuan (sudah termasuk Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester). Saya pastikan jumlah pertemuan saya dalam mengajar paling sedikit adalah empat belas kali pertemuan. Tidak maksimalnya jumlah pertemuan biasanya karena terdapat tanggal merah, dan bisa jadi saat itu saya sedang sakit. Untuk waktu mengajar saya pastikan tepat waktu dan keluar mengajar juga dengan tepat waktu sesuai SKS yang telah ditetapkan.


Berhubung saya disini adalah sekretaris program studi, ada juga aturan-aturan yang lainnya. Seperti aturan dalam menghitung honor bimbingan, honor penguji, dan lain-lain. Hal tersebut saya laksanakan sesuai dengan ketetapan aturan yang ada, agar semua berjalan dengan lancar dan tidak ada yang merasa diambil haknya. Alhamdulillah sudah satu tahun lebih saya menjabat sebagai sekretaris tidak ada terjadi masalah.


4. Keteladanan
Menurut saya keteladanan adalah sebuah sikap maupun tindakan nyata yang baik dan dapat diikuti maupun dicontoh oleh orang lain. Bentuk keteladanan yang telah saya lakukan dalam pelaksanaan pembelajaran diantaranya yaitu (1)  menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS),  dengan adanya RPS,  pembelajaran semakin terarah dan sesuai (2) menyiapkan materi yang diketik di power point (ppt), dengan materi yang sudah disiapkan dalam bentuk power point, mahasiswa bisa meng-copy file tersebut untuk pembelajaran lebih lanjut (3) masuk dan keluar kelas sesuai dengan waktu yang telah disusun oleh program studi (4) tidak membawa masalah keluarga ke dalam kelas, tetap fresh saat mengajar.


Kemudian keteladanan yang telah saya lakukan lainnya adalah (1) sebagai seorang muslim dan berjiwa pancasila (sila pertama, ketuhanan yang maha esa) saya laksanakan sholat berjamaah di Masjid Nurul Huda yang tidak jauh dari kampus, selain urusan dunia, saya juga memberikan keteladanan dalam urusan akhirat, karena menurut saya, ketika jenuh dalam urusan dunia, maka dapat diobati dengan cara kembali ke masjid untuk melaksanakan sholat (2) saya adalah seorang dosen yang tepat waktu dalam mengurus Jenjang Jabatan Akademik (JJA) dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Jenjang Jabatan Akademik (JJA) saya yang keluar dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swarta (KOPERTIS) wilayah II tepat satu tahun setelah pengabdian saya di Universitas Tridinanti Palembang, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri. Kemudian dua bulan kemudian, keluar SK Inpassing saya dari KOPERTIS Wilayah II. (3) saat ini saya sebagai dosen, sekretaris, dan sebagai kepala laboratorium. Maka betapa berdosanya saya jika saya dijadikan referensi yang tidak baik bagi mahasiswa saya. Untuk itu, saya selalu bersikap yang baik dalam keseharian saya, dan berfikir positif (5) Di saat tanggal merah ataupun hari libur, saya pergunakan untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat, seperti dipergunakan untuk mengajak istri dan anak saya untuk jalan-jalan, berbelanja, perawatan rumah, dan juga terkadang saya gunakan untuk pembangunan rumah secara mandiri. Proses pertukangan yang saya lakukan sendiri seperti dalam membuat lantai untuk teras rumah, membuat taman, plamir tembok, dan lain sebagainya menjadikan wawasan dan implementasi keilmuan saya bertambah. Teori dan mempraktikannya menjadikan ingatan serta pengalaman saya semakin kuat. Contoh keilmuan dalam pertukangan adalah bagaimana cara membuat lantai yang rata, cara membuat tembok yang rata dan lain sebagainya.


5. Keterbukaan Terhadap Kritik

Menurut saya, kritik bisa terjadi karena sikap, kondisi, maupun keputusan seseorang, yang tidak sesuai dengan harapan orang yang mengkritik. Di tahun pertama saya mengajar, status saya masih lajang belum menikah. Segala kegiatan, saya lakukan dengan sendiri seperti halnya sewaktu saya kuliah dulu. Mulai dari mencuci baju, melipat pakaian, menyetrika pakaian, bersih-bersih rumah, dan lain sebagainya. Adanya kelas sore dan malam yang rata-rata mahasiswanya adalah karyawan, membuat saya seharian penuh tetap berada di kampus. Jika saya ada jadwal mengajar kelas malam, berarti saya seharian penuh dari pagi sampai dengan malam berada di kampus dengan satu pakaian tanpa ganti. Jarak rumah saya dengan Universitas Tridinanti Palembang kurang lebih tujuh belas kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat puluh lima menit, sangat tidak efisien bagi saya jika harus pulang terlebih dahulu. Faktor seharian penuh di kampus, serta tidak pernah berolah raga, mengakibatkan aroma yang tidak sedap dari tubuh saya. Saat itu saya tidak merasa jika aroma dari tubuh saya tidak sedap, dan hal ini sebenarnya juga tidak saya inginkan. Hingga suatu ketika, ada seseorang yang dia adalah atasan saya, mengatakan bahwa ‘saya dan dia sama, tapi bedanya adalah dia memakai ‘rexona’ sementara saya tidak’. Mendengar ucapan tersebut, saya langsung paham maksud ucapan tersebut, dan saya tidak marah dan justru saya meminta maaf kepadanya karena membuatnya tidak nyaman dan berterimakasih karena sudah memberi tahu.

Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswi saya, menyarankan saya untuk pakai parfum. Saya tidak marah, meskipun hati ini sedikit menolak. Saya tetap berfikir positif, saya tetap berfikir bahwa mereka justru perhatian kepada saya. Saya juga tidak menginginkan jika kelas yang saya ajar ternyata terganggu dengan aroma tidak sedap yang kadang hadir diterpa angin. Akhirnya dengan kejadian tersebut, saya sediakan parfum, ‘rexona’ hingga minyak rambut dan sisir di ruang saya. Sehingga apabila tiba-tiba aroma tersebut datang kembali, saya langsung semprotkan parfum dan ‘rexona’. Sehingga saya selalu tampil wangi dan lebih percaya diri.

B.Pengembangan Keilmuan/Keahlian
B.1. Sebutkan publikasi karya-karya ilmiah seni yang telah Saudara hasilkan dan tunjukkan buktinya dengan cara mengunggahnya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan/keahlian. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.

6. Publikasi Karya Ilmiah
Idealnya dosen mampu mempublikasikan karya ilmiahnya dengan sebanyak-banyaknya, selain banyak, ada manfaat dari karya ilmiah tersebut bagi kehidupan bermasyarakat, kemudian juga tingkat kualitas publisher yang baik, seperti jurnal terindek scopus, terakreditasi DIKTI, dan seterusnya.

Saya akui bahwa karya ilmiah yang saya publikasikan tidaklah terlalu banyak jika dibandingkan dengan yang aktif menulis dan melakukan penelitian. Selama kurang lebih dua tahun menjadi dosen, publikasi karya ilmiah saya baru dua. Dan itu juga dipubikasikan oleh jurnal nasional yang belum terakreditasi. Namun, meski demikian, saya berniat untuk meningkatkan publikasi karya ilmiah saya, baik itu kuantitas karya ilmiah, maupun kualitas karya ilmiah serta kualitas penerbitnya.  Dari jurnal nasional tidak terakreditasi, mencoba ke jurnal nasional terakreditasi, dan seterusnya. Dua karya ilmiah saya yang sudah dipublikasikan adalah sebagai berikut (1) berjudul ‘penentuan rute optimum distribusi produk PT. Indmira berdasarkan jarak’ yang diterbitkan oleh Jurnal Desiminasi Teknologi, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang, Volume 5 Nomor 1 edisi Januari 2017, halaman 1-7 p.ISSN 2303-212X, e.ISSN 2503-5398 file jurnal dapat diunduh di sini http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/teknik/article/view/388/343. Pada jurnal ini saya sebagai penulis tunggal (2) berjudul ‘analisis sektor unggulan Kabupaten Sleman dengan metode shift share dan location quotient’ yang diterbitkan oleh Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Suska Riau, Volume 15 Nomor 1 edisi Desember 2017, halaman 19-27 ISSN 1693-2390 print, ISSN 2407-0939 online. File jurnal dapat diunduh di sini http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin/article/view/4438/pdf. Pada jurnal ini saya sebagai penulis pertama, untuk penulis kedua adalah salah satu dosen Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Program Studi Teknik Industri.

Pada tahun 2016 lalu, saya bersama dosen saya telah mengirimkan file untuk jurnal terindeks scopus, namun sampai dengan saat ini belum terbit. File tersebut sudah melalui proses editor dengan judul ‘optimization of distribution route selection based on combination of time and distance’ file dapat diuduh di sini http://apiems2016.conf.tw/site/userdata/1087/papers/0468.pdf.


Di tahun 2018 ini saya sedang menunggu proses penerbitan jurnal saya sebagai penulis tunggal di Jurnal Sistem dan Manajemen Industri (JSMI) Universitas Serang Raya untuk Volume 2 Nomor 1 edisi Juli 2018, proses yang sudah saya lalui sampai dengan saat ini adalah revisi draft yang sudah saya kirimkan kembali melaui proses Open Jurnal System (OJS). Judul penelitian karya ilmiah ini berjudul ‘analisis sistem antrian pelayanan registrasi mahasiswa di BAAK Universitas Tridinanti Palembang’. Penelitian ini didanai oleh Yayasan Pendidikan Nasional Tridinanti (YPNT) melalui program DIPA YPNT 2017.


7. Makna dan Kegunaan
Penelitian yang pertama berjudul ‘penentuan rute optimum distribusi produk PT. Indmira berdasarkan jarak’ yang diterbitkan oleh Jurnal Desiminasi Teknologi, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang, Volume 5 Nomor 1 edisi Januari 2017, halaman 1-7 p.ISSN 2303-212X, e.ISSN 2503-5398 file jurnal dapat diunduh di sini http://www.univ-tridinanti.ac.id/ejournal/index.php/teknik/article/view/388/343. Mempunyai makna dan kegunaan di kehidupan ini yaitu untuk penyelesaian traveling salesman problem (TSP) atau masalah marketing dalam distribusi. Rute distribusi yang kurang tepat membuat panjangnya perjalanan yang akan dilalui. Contohnya adalah pertama dari A, kedua ke B, ketiga ke C, kemudian ke A lagi dengan total perjalanan 20 kilometer. Ternyata setelah dilakukan penelitian, jika pertama dari A, kedua ke C, ketiga ke B, kemudian ke A dengan total perjalanan yaitu 17 kilometer. Berarti rute yang terpendek merupakan rute yang lebih ekonomis dan yang dipilih. Penelitian saya ini memberikan usulan rute baru kepada PT Indmira Yogyakarta dengan penghematan jarak yaitu 20,8 kilometer.

Penelitian kedua yang berjudul ‘analisis sektor unggulan Kabupaten Sleman dengan metode shift share dan location quotient’ yang diterbitkan oleh Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, Universitas Islam Negeri SUSKA Riau, Volume 15 Nomor 1 edisi Desember 2017, halaman 19-27 ISSN 1693-2390 print, ISSN 2407-0939 online. File jurnal dapat diunduh di sini http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/sitekin/article/view/4438/pdf. Dalam penelitian ini menganalisa sektor unggulan di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sektor unggulan di setiap daerah memang perlu diidentifikasi guna prioritas pembangunan yang terarah. Karena belum teridentifikasinya sektor unggulan di Kabupaten Sleman, maka saya dan rekan saya dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Program Studi Teknik Industri, melakukan penelitian ini. Diketahui bahwa sektor unggulan Kabupaten Sleman adalah sektor kontruksi, sektor transportasi dan pergudangan, sektor real estate, dan sektor jasa perusahaan. Dari penelitian ini, pemerintah Kabupaten Sleman Yogyakarta dapat mengambil manfaatnya yaitu dapat memprioritaskan pembangunannya berdasarkan sektor unggulan yang sudah teridentifikasi.

Penelitian yang ketiga yang masih menunggu diterbitkan pada Jurnal Sistem dan Manajemen Industri (JSMI) Universitas Serang Raya untuk Volume 2 Nomor 1 edisi Juli 2018, berjudul ‘analisis sistem antrian pelayanan registrasi mahasiswa di BAAK Universitas Tridinanti Palembang’. Penelitian ini didanai oleh Yayasan Pendidikan Nasional Tridinanti (YPNT) melalui program DIPA YPNT 2017. Penelitian ini mengamati antrian di BAAK Universitas Tridinanti Palembang, dari penelitian ini mempunyai usulan dalam rekayasa antrian di hari akhir registrasi mahasiswa yang semula padat menjadi antrian yang berkurang kepadatannya. Dengan menggunakan teori antrian, disimpulkan bahwa petugas pelayanan harus ditambah satu, guna mengurangi antrian yang berlebih di hari terakhir masa registrasi mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang.


Pada tahun 2016 lalu, saya bersama dosen saya telah mengirimkan file jurnal ke Taiwan. Sampai dengan saat ini masih dalam proses menunggu terbit secara resmi (terindex scopus). File jurnal tersebut dapat diunduh di sini http://apiems2016.conf.tw/site/userdata/1087/papers/0468.pdf. Penelitian ini juga mengamati tentang traveling salesman problem (TSP) yaitu kombinasi antara waktu dan jarak. Sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa pendekatan memberikan hasil yang lebih baik dan dapat menghemat waktu 1,7 persen dan penghematan jarak 4,8 persen.


8. Nilai Inovatif
Penelitian saya yang pertama berjudul ‘penentuan rute optimum distribusi produk PT. Indmira berdasarkan jarak’ memiliki nilai inovatif yaitu rekayasa rute yang tepat, karena semua kemungkinan rute yang dapat dilalui dicoba menggunakan metode branch and bound. Semua jarak antara titik A ke titik B nyata diukur menggunakan bantuan google maps. Bukan sekedar perkiraan, namun ini real dilaksanakan. Dengan penelitian ini, PT Indmira menggunakan rute sesuai hasil yang didapatkan dari penelitian ini. Karena dengan menggunakan rute hasil penelitian ini, didapat penghematan 20,8 kilometer. Hal ini juga dapat diterapkan dalam kasus lain, kemudian jurnal saya ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti yang akan datang.

Penelitian saya yang kedua berjudul ‘analisis sektor unggulan Kabupaten Sleman dengan metode shift share dan location quotient’ memiliki nilai inovatif yaitu setiap Bupati maupun Kepala Daerah yang belum mengidentifikasi sektor unggulan di daerah yang dipimpinnya, maka dapat mereview jurnal hasil penelitian saya ini. Setelah mereview, maka dapat juga untuk mengidentifikasi sektor unggulan di daerah yang dipimpinnya. Dengan mengetahui sektor unggulan, pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan berdasarkan sektor unggulan di daerahnya.

Penelitian yang ketiga saya belum diterbitkan, saat ini masih menunggu proses penerbitan di Jurnal Sistem dan Manajemen Industri (JSMI) yang berjudul ‘analisis sistem antrian pelayanan registrasi mahasiswa di BAAK Universitas Tridinanti Palembang’. Memiliki nilai inovatif yaitu dapat dijadikan referensi bagi para akademisi dalam melakukan penelitian selanjutnya. Dengan penelitian ini, dapat merekayasa antrian sehingga waktu antrian menjadi berkurang, dengan tetap memertimbangkan biaya yang akan ditimbulkan.


Penelitian lainnya yang berjudul ‘optimization of distribution route selection based on combination of time and distance’ memiliki nilai inovatif yaitu pengkombinasian antara waktu dan jarak untuk  mengetahui penghematan yang didapatkan dalam menyelesaikan distribusi barang. Saat ini masih belum kunjung terbit. Jika sudah terbit, dapat dijadikan referensi tambahan bagi para akademisi dalam melakukan penelitian.



B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian.


9. Konsistensi
Contoh nyata konsistensi saya dalam pengembangan keilmuan atau keahlian ditunjukkan mulai dari pendidikan yang saya tempuh. Pada program strata 1 (S1) saya menempuh pendidikan pada Program Studi Teknik Industri, kemudian dilanjutkan menempuh pendidikan strata 2 (S2) dengan Program Studi Magister Teknik Industri. Dapat dilihat, bahwa jalur pendidikan saya pada strata 1 dan strata 2 sangat linear atau sejalur sesuai keilmuannya.

Kemudian setelah menjadi dosen, publikasi karya ilmiah saya sangat relevan dengan keilmuan pendidikan yang sudah saya tempuh yang berkaitan dengan Teknik Industri. Kemudian di dalam kelas di saat mengajar, saya terbiasa memberikan contoh-contoh nyata yang mayoritas sudah pernah saya lakukan. Contohnya seperti di saat saya mengajar mata kuliah Proses Manufaktur, terdapat materi tentang mesin gerinda, saya sampaikan bahwa saya juga mempunyai mesin gerinda di rumah saya untuk pemeliharan rumah saya ataupun untuk kegunaan pertukangan, jadi meskipun saya dosen, saya juga tetap menerapkan pertukangan dengan sendiri untuk rumah saya sendiri di saat hari-hari libur. Selain dapat pengalamannya, dan hemat dalam pembangunan, saya juga menjadi bisa bercerita di hadapan mahasiswa saya. Selain itu, mata kuliah seperti Perancangan Tata Letak Fasilitas, Sistem Perawatan dapat juga saya aplikasikan dalam pembangunan rumah saya sendiri. Kemudian mata kuliah sistem perawatan juga saya aplikasikan dalam perawatan kendaraan saya, ruang kerja saya, dan lain sebagainya, sehingga hal ini dapat dijadikan contoh bagi mahasiswa dan agar saya tidak menjadi dosen yang hanya bisa teori saja, akan tetapi juga bisa menerapkannya di kehidupan nyata.

Dalam program pengabdian kepada masyarakat, materi-materi yang saya sajikan juga masih berkaitan tentang keilmuan teknik dan teknologi tepat guna, seperti contohnya pengabdian kepada masyarakat dengan tema ‘cara print amplop’, ‘cara perawatan tabung gas 3 kg dan antisipasi ledakan kebakaran’, ‘pentingnya perawatan berkala pada kendaraan’, ‘proses perpindahan KWH analog menjadi KWH digital berbasis prabayar’, ‘pemanfaatan limbah biji karet sebagai bahan bakar alternatif biofuel’, ‘panduan pembuatan pupuk bokashi dari limbah jerami padi’. Selain melakukan penyuluhan di masyarakat, saya juga sempatkan untuk mem-posting pada blog saya guna memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang seluas-luasnya, contohnya terkait materi ‘cara print amplop’ saya posting di sini http://www.mahmudbasuki.com/2012/04/cara-print-amplop-pakai-word-2007.html.

Selain itu, saya turut andil dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Prodi Teknik Industri, seperti panitia kuliah umum ‘masa depan pendidikan di Indonesia bidang teknologi’, mendampingi mahasiswa dalam kuliah umum di Universitas Kristen Musi Charitas dengan tema ‘peluang sistem manajemen kualitas bagi peningkatan daya saing industri’, peserta workshop dan sosialisasi pengelolaan kekayaan intelektual bagi dosen perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh LPPM UTP bekerjasama dengan kemenristekdikti. Melakukan kunjungan industri bersama mahasiswa, salah satunya diliput di link ini: http://sumsel.tribunnews.com/2016/11/08/terimakasih-sambutan-dan-ilmu-yang-diberikan-tribun-sumsel.


Adapun pelatihan yang pernah saya ikuti selama menjadi dosen yaitu ‘monitoring dan evaluasi program perguruan tinggi asuh menuju program studi unggul’ yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya. Kemudian ‘sosialisasi sertifikasi dosen yang belum disertifikasi’ yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah II. Semua kegiatan yang telah saya lakukan merupakan bukti nyata konsistensi saya terhadap profesi saya saat ini, yaitu Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang.


10. Target Kerja
Target kerja yang saya lakukan dapat dilihat mulai dari perjalanan saya dalam menempuh perkuliahan. Pada program strata 1 saya adalah mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi, pernah menjabat pada titik tertinggi organisasi yaitu sebagai ketua umum dalam organisasi resmi tingkat fakultas. Meskipun aktif berorganisasi saya juga tidak mengabaikan prestasi akademik, tercatat saya sebagai mahasiswa yang diwisuda pertama kali dalam satu angkatan dengan lama studi yaitu 3 tahun 10 bulan dengan predikat sangat memuaskan. Kemudian di saat menempuh strata 2, saya tercatat sebagai mahasiswa yang lulus pertama dalam satu angkatan dengan lama studi yaitu 2 tahun dengan predikat sangat memuaskan. Dalam mencapai pendidikan saya tersebut, tentu ada target kerja nyata saya dalam mewujudkannya, dan ada langkah-langkah pasti yang saya targetkan sebelumnya.

Setelah lulus strata 2, saya menargetkan paling lama 5 bulan saya mendapatkan kerja sejak kelulusan. Target tersebut dapat terwujud 3 bulan setelah kelulusan saya, artinya lebih cepat 2 bulan dari target saya. Langkah tersebut tentunya tidak terlepas dari langkah-langkah detail, usaha-usaha yang tidak mudah, dan tentunya diiringi dengan doa.

Belum genap satu tahun menjadi dosen, saya dipercaya untuk menduduki posisi jabatan Sekretaris Prodi Teknik Industri dan Kepala Laboratorium Perancangan Teknik Industri.  Jabatan ini sebenarnya diluar target saya, namun bila ada yang mengamanahkan kepada saya, saya kerjakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan saya. Dua jabatan sekaligus membuat saya sibuk, sehingga harus pandai-pandai dalam mengatur waktu. Saya tempel kertas-kertas penting di dinding ruangan kerja supaya tetap ingat apa-apa yang akan dikerjakan, cepat, dan tepat dalam mengerjakan, serta fokus dalam bekerja. Bila kertas tersebut sudah tidak penting lagi, saya ambil dan digantikan dengan kertas lain yang lebih penting. Dengan hal tersebut, segala tugas saya, dapat terselesaikan dengan baik.


Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, saya pernah ke Program Pascasarjana Program Doktoral Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan biaya sendiri, untuk mengikuti serangkaian seleksi tes calon mahasiswa Program Doktor Teknik Industri ITS. Saat itu saya mengikuti Program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia  – Dalam Negeri (BUDI-DN) Saya persentasikan proposal disertasi saya dihadapan para promotor. Setelah persentasi saya dinyatakan bisa lulus jika tes TPA di ITS dengan nilai lebih dari 500 dan TOEFL di ITS lebih dari 450.  Setelah saya tes, alhamdulillah nilai TPA saya saat itu 535, namun nilai TOEFL saya di bawah 450. Artinya saya tidak bisa melanjutkan proses beasiswa BUDI-DN. Namun, saya tidak putus semangat, saya tetap menargetkan ke depan untuk bisa studi lanjut S3 dengan beasiswa, hal ini saya buktikan dengan terus update terkait informasi-informasi beasiswa dan kampus-kampus yang direkomendasikan oleh RISTEKDIKTI.



C. Pengabdian kepada Masyarakat
C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut!

11. Kegiatan PKM
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang pernah saya laksanakan yaitu (1) Penyuluhan dengan tema ‘cara print amplop’ dilaksanakan di Madrasah Aliyah Arrisalah, Kelurahan Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (2) Penyuluhan dengan tema ‘cara perawatan tabung gas 3 kg dan antisipasi ledakan kebakaran’ dilaksanakan di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (3) Penyuluhan dengan tema ‘pentingnya perawatan berkala pada kendaraan’ yang dilaksanakan di Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (4) Penyuluhan dengan tema ‘proses perpindahan KWH analog menjadi KWH digital berbasis prabayar’ yang dilaksanakan di Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (5) Penyuluhan dengan tema ‘pemanfaatan limbah biji karet sebagai bahan bakar alternatif biofuel’ dilaksanakan di Dusun 4, Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin (6) Penyuluhan dengan tema ‘panduan pembuatan pupuk bokashi dari limbah jerami padi’ dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.


Selain itu, dalam kehidupan bemasyarakat di tempat tinggal saya, saya juga ikut aktif dalam program kegiatan yang diadakan oleh RT setempat maupun hajatan warga, seperti rapat RT, pemasangan pavingblock (konblock) pada jalan. Jika material pasir dan pavingblock tersedia, biasanya dilaksanakan setiap hari Minggu. Untuk hajatan warga biasanya terkait syukuran, yasinan, khitanan, resepsi pernikahan, dan lain sebagainya. Saya juga pernah ditunjuk warga untuk menjadi MC (master of ceremony) dalam salah satu kegiatan.


12. Dampak Perubahan
Setelah dilakukannya program PKM yaitu (1) Penyuluhan dengan tema ‘cara print amplop’ maka siswa kelas XI dan kelas XII Madrasah Aliyah Arrisalah, Kelurahan Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin dapat mengetahui cara print amplop yang tepat, baik dan benar. Hal ini tampak remeh, namun tidak sedikit masyarakat yang tidak tahu caranya. Kebanyakan masyarakat melakukan print amplop dengan cara coba-coba hingga pas. Berbeda dengan cara print amplop yang telah saya lakukan bersama rekan-rekan saya, print amplop dapat langsung tepat sesuai ukuran amplop yang tersedia (2) Penyuluhan dengan tema ‘cara perawatan tabung gas 3 kg dan antisipasi ledakan kebakaran’ menjadikan masyarakat Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir tahu terkait cara merawat tabung gas yang baik, benar, dan tepat. Kemudian tahu tentang pencegahan terhadap ledakan kebakaran (3) Penyuluhan dengan tema ‘pentingnya perawatan berkala pada kendaraan’ berdampak positif pada masyarakat Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Menumbuhkan kepedulian masyarakat dalam merawat kendaraan mereka, sehingga performa kendaraan menjadi maksimal, nyaman, aman, kerusakan kendaraan yang fatal dapat tercegah, dan awet (4) Penyuluhan dengan tema ‘proses perpindahan KWH analog menjadi KWH digital berbasis prabayar’ memberikan informasi kepada masyarakat Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir  bahwa tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal dalam perubahan KWH analog menjadi KWH digital. Umumnya biayanya kurang lebih adalah Rp. 1.000.000, namun dengan cara menambahkan perangkat KWH digital pada perangkat KWH yang lama (disebut KWH meter digital prabayar) cukup dengan biaya kurang lebih hanya Rp. 300.000. Dengan bermigrasinya KWH tersebut, manfaat yang didapatkan masyarakat adalah mudah dalam mengontrol penggunaan listrik (membeli pulsa listrik), tidak terikat lagi dengan jadwal pembayaran setiap bulannya, tidak lagi kawatir terhadap petugas PLN pencatat meter listrik yang terkadang kurang akurat (5) Penyuluhan dengan tema ‘pemanfaatan limbah biji karet sebagai bahan bakar alternatif biofuel’ menjadikan warga Dusun 4, Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin dapat memanfaatkan limbah biji karet menjadi nilai jual dengan dijadikannya sebagai bahan bakar alternative biofuel (6) Penyuluhan dengan tema ‘panduan pembuatan pupuk bokashi dari limbah jerami padi’ berdampak positif bagi masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, yaitu masyarakat yang mengikuti penyuluhan ini menjadi tahu bahwa limbah jerami padi yang banyak di desa tersebut dapat dijadikan menjadi pupuk bokashi.


Aktifnya saya dalam kegiatan bermasyarakat di lingkungan domisili saya berdampak positif seperti contohnya tidak ada perbedaan status dalam bergotong royong, menjaga profesi dosen tetap baik di mata masyarakat, sosialisasi hal-hal baik pada masyarakat, dan lain sebagainya.


13. Dukungan Masyarakat
Dukungan masyarakat terhadap kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang kami laksanakan direspon positif. Penyuluhan yang kami lakukan di Madrasah Aliyah Arrisalah, Kelurahan Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin bertemakan ‘cara print amplop’. Meskipun terlihat sepele, namun sangat bermanfaat bagi orang yang belum mengetahuinya dan orang yang membutuhkannya. Dalam kegiatan ini kami dapatkan respon positif dari Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Arrisayah dan para santri atau siswa Madrasah Aliyah Arrisalah. Respon positif tersebut dapat dilihat dari diizinkannya kami oleh Kepala Sekolah dalam melaksakan kegiatan tanpa dipungut biaya, antusiasme santri dalam mengikuti acara sampai tuntas, dan keaktifan santri dalam melontarkan berbagai pertanyaan. Acara ini juga dihadiri oleh sebagian guru dan Kepala Sekolah yang mengikuti acara sampai tuntas.

Kemudian penyuluhan yang kami lakukan di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir bertemakan ‘cara perawatan tabung gas 3 kg dan antisipasi ledakan kebakaran’. Kegiatan ini juga direspon positif, dapat dilihat dari kehadiran Kepala Desa dan perangkatnya, kehadiran warga, serta diskusi yang baik antara kami dan warga.

Penyuluhan yang kami laksanakan di Desa Lubuk Sakti, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir dengan tema ‘pentingnya perawatan berkala pada kendaraan’ dan ‘proses perpindahan KWH analog menjadi KWH digital berbasis prabayar’ juga mendapat respon yang baik dari pemangku desa dan warga. Respon baik ini dapat dilihat dari kehadiran Kepala Desa, warga, tersedianya tempat tanpa dipungut biaya, tersedianya makanan ringan dari warga dalam kegiatan ini, serta dapat dilihat juga dari diskusi yang hidup antara kami dan warga.

Kemudian penyuluhan yang kami laksanakan di Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin juga mendapat sambutan hangat oleh pemangku desa dan warga. Hal ini dapat ditunjukkan dari kehadiran Kepala Desa, antusisme warga dalam forum penyuluhan ini, serta tersedianya tempat tanpa dipungut biaya. Penyuluhan ini bertemakan ‘pemanfaatan limbah biji karet sebagai bahan bakar alternatif biofuel’.

Penyuluhan yang dilaksanakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang bertemakan ‘panduan pembuatan pupuk bokashi dari limbah jerami padi’ juga mendapat respon positif dari Kepala Desa dan warga. Respon tersebut dapat dilihat dari tersedianya tempat yang gratis, keaktifan warga dalam forum, serta sambutan hangat dari Kepala Desa.


Dan juga dalam kehidupan bermasyarakat di tempat saya berdomisili, saya juga mendapat respon positif dari warga setempat. Dengan aktifnya saya dalam kegiatan warga seperti gotong royong dan sejenisnya menjadikan saya dan warga tidak ada batas dalam berinteraksi. Respon positif lainnya dari warga seperti dipercayanya saya dalam memandu acara yaitu menjadi MC (master of ceremony) dalam salah satu acara.


C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

14. Kemampuan Berkomunikasi
Saat menjadi mahasiswa, saya pernah mengikuti training komunikasi publik yang diadakan oleh JAN Trainer. Hal itu, saya lakukan bersamaan saat saya menjabat Ketua Umum di salah satu organisasi tingkat fakultas. Dampak dari training yang saya lakukan, kepercayaan diri saya semakin meningkat. Disaat masih menjadi mahasiswa juga, saya diajak oleh forum bapak-bapak takmir masjid dalam mengikuti pelatihan MC (master of ceremony) berbahasa jawa yang dilaksakana setelah sholat isya. Dengan kegiatan tersebut kepercayaan diri saya dan cara komunikasi saya menjadi semakin baik, di saat sebelum sholat Jum’at, saya adalah salah satu orang yang membacakan himbauan kepada jamaah untuk mengisi shof terdepan, mengumumkan saldo kas masjid, dan jadwal penceramah, baik yang sedang berjalan maupun penceramah Jum’at yang akan datang. Masih juga menjadi mahasiswa, saya juga dipercaya oleh perkumpulan salah satu mahasiswa Sumatera Selatan yang merantau di Yogyakarta untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Umum. Dengan jabatan tersebut, cara saya dalam berkomunikasi semakin hari semakin baik. Ditambah juga saat saya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), saya dipercaya oleh teman-teman untuk menjadi ketua kelompok KKN. Dalam KKN tersebut saya juga aktif dalam mengisi kultum (kuliah tujuh menit) di masjid yang pada saat itu KKN dilaksanakan di saat bulan suci Ramadhan. Dengan pengalaman saya berbicara di depan banyak orang yang semakin sering, maka cara berkomunikasi saya semakin baik.

Setelah menjadi dosen, saya tetap berusaha untuk menghasilkan komunikasi yang baik bagi semua kalangan, terkhusus kepada rekan-rekan kerja saya. Belum genap satu tahun menjadi dosen, saya dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Sekretaris Program Studi Teknik Industri dan Kepala Laboratorium Perancangan Teknik Industri. Dengan jabatan tersebut, saya semakin berhati-hati dalam berkomunikasi. Terbukti, setelah keluarnya SK (surat keputusan) dari Rektor terkait posisi jabatan saya, alhamdulillah hingga sampai dengan saat ini saya menjabat tidak ada masalah dan berjalan baik-baik saja.

Komunikasi saya baik dengan mahasiswa, rekan sejawat, atasan saya, dipastikan tetap berjalan dengan baik tanpa ada masalah serius. Meskipun rekan sejawat saya dari sisi umur rata-rata lebih senior dari saya, namun semua berjalan baik-baik saja.

Komunikasi saya dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) juga terbilang mudah dimengerti. Dapat dilihat dari fokusnya warga dalam memperhatikan persentasi saya, dan aktifnya bertanya di sesi diskusi. Hal ini saya nilai, warga benar-benar memperhatikan persentasi yang saya sampaikan.


Komunikasi saya pada warga di lingkungan domisili saya, juga berjalan normal dan baik-baik saja. Nilai positif dari warga yang telah saya dapatkan contohnya ketika warga yang mempercayakan saya untuk menjadi MC (master of ceremony) dalam suatu kegiatan.


15. Kemampuan Kerjasama
Pengalaman saya dalam berorganisasi sejak kuliah sangat membantu saya dalam meningkatkan kemampuan saya dalam bekerjasama dengan banyak kalangan. Dalam bekerjasama tentu tidak terlepas dari kemampuan saya dalam berkomunikasi, semakin baik cara saya berkomunikasi, maka semakin baik pula akibatnya untuk saya dalam menjalin kerjasama. Dari paparan saya sebelumnya tentang ‘kemampuan berkomunikasi’ menunjukkan bahwa saya pernah menjabat pada jabatan tertinggi pada organisasi tingkat fakultas yaitu sebagai ketua umum. Sebelum menduduki jabatan ketua umum, ada proses dimana saya pernah menjabat pada jabatan level di bawahnya, dan bahkan di awal aktif pada organisasi tersebut saya hanya menjadi anggota biasa. Pencapaian tersebut tentu tidak terlepas dari peran kemampuan kerjasama saya yang baik dalam berorganisasi. Hal ini juga dibuktikan setelah saya selesai menjabat sebagai ketua umum di organisasi tingkat organisasi, tidak lama kemudian saya dipercaya menjadi ketua umum di salah satu organisasi perkumpulan mahasiswa Sumatera Selatan yang berkuliah di Yogyakarta. Dan dapat juga dibuktikan dari dipercayanya saya oleh teman-teman kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ketua kelompok KKN. Amanah yang pernah saya emban tersebut, dapat saya selesaikan dengan baik sesuai masa jabatannya dan tidak ada masalah.

Sebagai mahasiswa, saya adalah orang yang dalam satu angkatan diwisuda yang pertama baik dalam jenjang strata 1 maupun pada jenjang strata 2. Tercatat program strata 1 saya, ditempuh selama 3 tahun 10 bulan, sedangkan program strata 2, saya selesaikan dalam waktu 2 tahun. Pencapaian tersebut juga tidak terlepas dari kemampuan kerjasama saya dengan teman-teman kuliah, karena di saat kuliah tentu ada namanya tugas kelompok, di mana dalam mengerjakan tugas kelompok tentu diperlukan kemampuan dalam bekerjasama.


Dengan pengalaman saya tersebut di atas, memudahkan saya  dalam bekerjasama dalam berbagai kegiatan, baik dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kegiatan bermasyarakat, kegiatan di lingkungan kerja, dan di lingkungan manapun. Hal ini dapat dibuktikan dari kepercayaan masyarakat kepada saya untuk menjadi MC (master of ceremony) di salah satu kegiatan, belum satu tahun menjadi dosen saya diberi kepercayaan untuk menduduki jabatan Sekretaris Program Studi dan Kepala Laboratorium dan lain sebagainya.



D. Manajemen/Pengelolaan Institusi
D.1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll), implementasi kegiatasn, dan bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

16. Implementasi Kegiatan dari Usulan Pemikiran
Awal saya masuk ruang Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang, kesan pertama yang saya alami adalah ruang tersebut terlihat tidak rapi dan terasa sempit. Kemudian, di awal saya menerima SK (surat keputusan) jabatan sebagai sekretaris prodi, saya mengusulkan perubahan tata letak ruang prodi. Sebelumnya adalah ruangan kaprodi memiliki skat sendiri yang mengakibatkan memakan tempat dan pemakaian AC (air conditioner) yang hanya untuk ruang kaprodi tersebut (akibatnya ruangan lainnya terasa panas karena hanya dengan satu AC, kemudian saya ajukan usulan tata letak ruang prodi tersebut menjadi: ruang ketua prodi, sekretaris, dan tata usaha menjadi satu ruangan (dengan satu AC). Usulan tersebut diterima oleh pihak yayasan, sehingga perombakan skat dilakukan sesuai dengan usulan tata letak yang saya ajukan.

Dengan ruangan yang baru (sesuai usulan saya), menjadikan ruangan Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang terlihat lapang, rapi, nyaman, dan semua ruangan terasa dingin karena AC yang terdistribusi dengan merata.


Usulan lainnya yaitu penambahan aturan penilaian bagi dosen dalam menguji tugas akhir atau skripsi. Saya melihat ada hubungan yang negatif antara dosen A dan dosen B sehingga berdampak juga saat pengujian dan penilaian skripsi mahasiswa. Sehingga saya berinisiatif mengusulkan penambahan aturan kepada kaprodi yaitu dalam melakukan penilaian, yang dilihat adalah cara mahasiswa menjawab dan isi laporan bukan dilihat dari siapa pembimbingnya. Dan aturan tersebut dibacakan sebelum persidangan dimulai. Di saat dibacakan, Alhamdulillah semua dosen penguji tidak ada yang berkomentar dan semua taat pada aturan tersebut.


17. Dukungan Institusi
Usulan yang pernah saya berikan kepada Program Studi Teknik Industri UTP berupa berubahan tata ruang Program Studi Teknik Industri UTP yang sebelumnya sudah saya paparkan di ‘implementasi kegiatan dari usulan pemikiran’. Usulan tersebut tertuju kepada Dekan, kemudian Dekan menyetujuinya dengan melanjutkan usulan tersebut ke Rektor, kemudian Rektor menyetujuinya dengan melanjutkan usulan tersebut kepada yayasan, dan yayasan pun merestuinya dengan menunjuk bagian aset untuk menghadirkan tukang guna menindaklanjuti usulan saya tersebut.


Kemudian usulan penambahan aturan penilaian bagi dosen penguji Tugas Akhir atau Skripsi yang sebelumnya sudah saya paparkan pada ‘implementasi kegiatan dari usulan pemikiran’ yang isinya bahwa ‘dalam melakukan penilaian, dilihat dari cara mahasiswa menjawab dan isi laporan, buka dilihat dari siapa pembimbingnya’ disambut baik oleh Ketua Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti Palembang dan juga didukung oleh Dekanat. Setelah penambahan aturan tersebut dibuat dan kemudian dibacakan dihadapan para dosen penguji skripsi, Alhamdulillah aturan tersebut dapat diterima, hal tersebut dapat dibuktikan dari tidak adanya komentar dari para dosen penguji.


18. Kendali Diri
Dalam situasi tertentu ada kalanya emosi dalam diri muncul. Hal ini, tentu memerlukan kendali diri agar keadaan tidak semakin memburuk. Kendali diri yang saya lakukan di saat timbul emosi karena sesuatu hal yaitu (1) berusaha selalu berfikir positif, (2) pergi ke masjid untuk melaksakan sholat, (3) mencari tempat baru yang tenang untuk tetap melaksanakan tugas-tugas yang ada.

Saya sangat menikmati pekerjaan yang menjadi tugas saya, pernah saya sedang mengetik notulen hasil rapat (saya adalah sekretaris prodi), tiba-tiba datang mahasiswa meminta waktu saya untuk bimbingan skripsi. Sedang edit jurnal, datang mahasiswa meminta paraf saya, kemudian datang mahasiswa untuk bimbingan. Begitu pula di saat koreksi hasil ujian, di saat baca-baca materi, di saat menyiapkan untuk praktikum (saya adalah kepala laboraturium), dan biasanya ada saja perintah kaprodi, perintah dekan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Meskipun saya menikmati pekerjaan ini, namun lelah juga saya dapatkan. Di saat lelah memuncak, dan dicampuri emosi, saya kendalikan diri saya untuk berusaha berfikir positif, kembali ke masjid untuk sholat bila adzan tiba, dan biasanya saya pergi ke tempat yang lain supaya mendapatkan suasana baru seperti ke perpustakaan, ke ruang dosen prodi lain.

Kejadian juga pernah saya alami di saat saya menerima undangan sosialisasi bagi dosen yang belum disertifikasi oleh Kopertis Wilayah II, undangan tersebut saya dapatkan dua hari sebelum acara. Di saat yang sama kaprodi saya menjadwalkan seminar kerja praktik bagi mahasiswa dan jadwal tersebut sama dengan agenda sosialisasi. Saya meminta untuk hari tersebut diganti saja agar saya dapat ikut menguji, namun kaprodi saya tetap tidak merubahnya  dengan alasan karena sudah terinfokan ke mahasiswa jadi tidak bagus kalau dirubah-rubah. Saya tetap berusaha berfikir positif, dan tetap mengikuti sosilasisasi di Kopertis Wilayah II sampai menjelang sore. Di hari berikutnya, di atas meja saya sudah banyak berkas hasil seminar (seminar diikuti oleh 10 mahasiswa), berupa nilai mahasiswa yang harus saya rekap. Selain itu tugas sekretaris dari kegiatan seminar kerja praktik tersebut adalah mengajukan surat kepanitiaan seminar kerja praktik ke Dekan, mengajukan penarikan dana seminar kerja praktik berupa honor panitia, dan honor penguji, merekap nilai mahasiswa yang kemudian ditempel di papan pengumuman, serta input nilai mahasiswa secara online. Saya tidak menguji, namun harus melaksanakan semuanya, termasuk menghitung honor penguji. Melihat berkas tersebut dan bersamaan pula kesibukan saya dalam mengisi data sebagai syarat serdos (termasuk membuat deskripsi diri ini), maka saya memutuskan untuk mencari tempat lain untuk mengerjakan rangkaian serdos saya. Setelah menjelang siang dan setelah menunaikan sholat, saya berusaha mengendalikan diri saya, kemudian kembali ke prodi untuk mengerjakan semua yang menjadi tanggung jawab saya.


Dengan kejadian seperti ini, saya tetap biasa-biasa saja, tetap menjaga interaksi komunikasi yang baik, tidak mudah untuk menceritakan ke orang lain (curhat) dengan tujuan supaya semua tetap kondusif. Saya tetap berfikir positif, bahwa dibalik ini semua pasti ada hikmahnya, dan bagi saya adalah orang yang kaya adalah orang yang pandai dalam mengambil hikmah.


19. Tanggung Jawab
Sebagai sekretaris program studi, tentu ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan. Melaksanakan pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab. Selama saya menjadi dosen, menjabat sekretaris program studi, serta kepala laboratorium segala yang menjadi pekerjaan saya, maka saya laksanakan dengan maksimal sesuai kemampuan saya. Dengan melaksanakan pekerjaan tersebut, merupakan wujud tanggung jawab saya dalam mengemban amanah yang telah diberikan kepada saya.
Tanggung jawab saya sebagai dosen dapat saya wujudkan seperti melakukan pembelajaran kepada mahasiswa dengan sebaik-baiknya, melakukan penelitian atau publikasi karya ilmiah minimal dua publikasi karya ilmiah dalam setahun, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Contoh dalam pembelajaran adalah masuk dan keluar kelas sesuai jam yang telah ditetapkan berdasarkan SKS nya, memberikan materi yang relevan dengan perkembangan jamannya, dan lain sebagainya. Adapun terkait penelitian, terus saya lakukan dan luangkan waktu untuk terus berinovasi dan berfikir ilmiah, terus update jadwal-jadwal pelaksanaan dana hibah melalui simlibtabmas guna memotivasi diri sendiri dalam penelitian, browsing, dan list penerbit jurnal yang berkaitan dengan Teknik Industri dari yang sudah terakreditasi dan yang belum terakreditasi. Saat ini saya baru sekali mendapatkan dana penelitian yaitu dana DIPA YPNT (Yayasan Pendidikan Nasional Tridinanti) tahun 2017, saya tetap terus berusaha untuk mendapatkan dana penelitian yang lebih tinggi lagi levelnya. Terkait pengabdian kepada masyarakat, terus saya lakukan sebagai wujud tanggung jawab saya dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi dan juga tetap bersikap baik serta berbaur dengan masyarakat, baik di lingkungan saya berdomisili maupun di tempat lain.

Tanggung jawab saya sebagai sekretaris saya wujudkan dengan melaksanakan tugas-tugas yang ada dengan sebaik-baik. Sebagai contohnya yang sebelumnya sudah saya paparkan di ‘kendali diri’ yaitu meskipun saya dalam keadaan emosi, saya tetap menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya dengan baik.


Tanggung jawab saya sebagai kepala laboratorium saya wujudkan dengan mengadakan praktikum dengan sebaik-baiknya, menjaga barang-barang inventaris laboratorium dengan sesekali saya ‘ngantor’ di ruang laboratorium.


20. Keteguhan pada Prinsip
Dalam pengelolaan manajemen institusi saya mempunyai prinsip-prinsip. Yang pertama, ketika saya sibuk, baik itu sibuk pikiran maupun sibuk kerja, sebagai seorang muslim, saya laksanakan sholat. Bagi saya sholat bukan saja sebagai kewajiban saya sebagai seorang muslim, namun melaksanakan sholat adalah kebutuhan saya kepada tuhan saya, karena dengan melaksanakan sholat hati saya menjadi tenang, ‘fresh’ kembali, segala masalah akan menjadi berkurang bahkan hilang, tingkat emosi menjadi menurun bahkan hilang, serta tempat mengadu segala permasalahan yang ada kepada tuhan saya.

Yang kedua, lebih baik mundur selangkah, untuk menghasilkan lari yang kencang, lebih baik mengalah agar semua tetap aman dan damai. Saya tipe orang yang tidak suka mencari masalah, dan saya memastikan kepada diri saya sendiri untuk tidak mencari masalah kepada orang lain. Jika datang masalah menghampiri saya, tentu saya hadapi dengan sebijak-bijaknya, dengan cara-cara yang baik, tidak lari dari masalah, dan disesuaikan dengan tipe masalah yang saya hadapi. Jika masalah berupa kesulitan saya dalam mempelajari materi-materi baru, maka saya hadapi dengan terus belajar, berfikir, dan berkonsultasi dengan yang saya anggap kompeten. Jika masalah berupa salah paham komunikasi antara rekan kerja, atasan, dan stakeholder lainnya, maka saya hadapi dengan cara-cara yang sebijak-bijaknya.

Yang ketiga, orang yang kaya adalah orang yang pandai dalam mengambil hikmah. Dengan prinsip ini, apabila terjadi sesuatu hal yang bisa jadi merugikan saya, maka saya menimbang, lebih baik berlapang dada ataukah mengklarifikasi yang bisa jadi menimbulkan efek yang justru lebih merugikan. Jika hal tersebut, justru menimbulkan efek yang justru lebih merugikan, maka saya memutuskan untuk lebih baik berlapang dada, karena bagi saya orang yang kaya adalah orang yang pandai mengambil hikmah. Seraya berdoa, ya Allah lapangkanlah hati saya dari musibah ini, dan gantilah yang lebih baik dari yang ada.

Yang keempat, memprioritaskan kepentingan bersama. Bagaimanapun suasana hati saya, maka apa-apa yang menjadi tugas saya, akan saya kerjakan dengan sebaik-baiknya. Saya tetap profesional dalam menjalankan tugas. Hal ini, juga telah saya paparkan di ‘kendali diri’ sebagai contohnya.


Semua prinsip tersebut di atas, menjadikan hati saya dan suasana yang aman dan damai. Dengan hati dan suasana yang aman dan damai menjadikan saya lebih jernih dalam berkreatifitas, berkarya, dan bekerja. Sehingga inilah keuntungan terbesar saya yang saya dapatkan.



E. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa
E.1 Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam implementasinya.

21. Peran pada Kegiatan Mahasiswa
Dalam upaya peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa, maka peran yang pernah saya lakukan adalah (1) ikut aktif dalam kepanitiaan seperti ‘panitia pelaksana kuliah umum bagi mahasiswa FT UTP oleh Ir. Djiteng Marsudi (Komisaris Utama PT. Lisna Abdi Prima Jakarta)’, kemudian ‘anniversary ke 23 tahun program studi teknik industry FT UTP’, kemudian ‘panitia pelaksanaan kuliah kerja lapangan Program Studi Teknik Industri FT UTP tahun 2016 dan 2018’ (2) mendukung penuh pada kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa. Pernah suatu ketika Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) UTP mengadakan acara dalam rangka anniversary teknik industri UTP ke 23, segala proses yang ada saya dukung, baik mulai dari merewiew proposal, mengarahkan guna suksesnya acara, sampai kepada membantu dana untuk kegiatan tersebut. Kegiatan berupa lomba desain produk, kunjungan ke panti asuhan, kompetisi band, standup comedy dengan peserta dari berbagai kampus yang ada di Sumatera Selatan. Dan pada acara tersebut saya mendapat perhatian khusus, yaitu sebagai dosen favorit Teknik Industri tahun 2016. Kemudian pada tahun 2017, acara yang serupa yaitu ulang tahun Teknik Industri UTP ke 24, pelantikan IMTI UTP, sekaligus acara buka puasa. Saat itu acara digelar di luar kampus, tepatnya di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo. Dukungan saya dalam acara tersebut berupa kontribusi dana, serta hadir dalam acara tersebut. Di acara tersebut mahasiswa memberi waktu untuk saya untuk kultum (kuliah tujuh menit) sembari menunggu waktu berbuka (3) kunjungan industri melalui program Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Pada tahun 2016 saya masuk dalam kepanitian Kuliah Kerja Lapangan, dimana KKL dilaksakanan pada Februari 2017. Dukungan saya terhadap agenda tersebut berupa: memperlancar surat menyurat yang berkaitan KKL, memberikan arahan-arahan supaya agenda KKL lancar. Kemudian pada tahun 2018, saya ditunjuk sebagai ketua pelaksana KKL. Pada Februari 2018 saya ikut serta mendampingi mahasiswa dalam kunjungan industri, yaitu kunjungan ke PT Bukaka Tbk Banten, kunjungan ke Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, kunjungan ke CV Pudak Bogor, kunjungan ke Teknik Industri Universitas Islam Indonesia - Yogyakarta, dan kunjungan ke PT Madubaru (Madukismo) Yogyakarta.


Selain itu saya juga pernah kunjungan industri ke Tribun Sumsel bersama mahasiswa. Selain merupakan ‘usaha kreatif’ dalam pembelajaran, kegiatan ini juga dapat saya katakan sebagai peran aktif saya dalam kegiatan mahasiswa. Saat itu tujuan kunjungan ke Tribun Sumsel adalah untuk menggali ilmu dari Tribun Sumsel terkhusus ilmu produksi koran, serta tidak ketinggalan juga ilmu terkait jurnalistik, karena pada saat kunjungan, terdapat forum dengan sesi tanya jawab, mahasiswa bukan hanya saja bertanya tentang produksi koran, tapi mereka juga memanfaatkan momen tersebut untuk bertanya terkait jurnalistik.


22. Implementasi Peran
Dalam implementasi kegiatan yang sudah saya paparkan di ‘peran pada kegiatan mahasiswa’, pihak institusi sangat mendukung kegiatan tersebut. Terkait kegiatan kuliah umum, semua pihak sangat pendukung, dapat dibuktikan antusiasme mahasiswa dalam acara tersebut dan dapat dilihat dari hadirnya pihak atasan dalam acara tersebut. Kegiatan anniversary Teknik Industri ke 23 juga didukung oleh banyak pihak, dibuktikan dari banyaknya mahasiswa yang menyaksikan kompetisi, banyaknya mahasiswa kampus lain yang ikut dalam kompetisi,  karyawan yang menyempatkan ikut nonton, kehadiran para dosen, kehadiran Dekan Fakultas Teknik, perwakilan dari Rektorat yang hadir, yayasan yang mensuport melalui dana yang diberikan, dan juga pihak sponsor yang bekerjasama dalam kegiatan ini.


Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), dukungan penuh juga ditunjukkan oleh Rektor yang hadir memberikan sambutan saat pelepasan mahasiswa KKL, Dekan Fakultas Teknik yang hadir memberikan arahan, serta pihak lainnya yang terlibat, seperti kaprodi, para dosen Teknik Industri FT UTP. Implementasi dukungan institusi dalam kegiatan lainnya juga diberikan dalam bentuk restu. Seperti kegiatan ulang tahun, pelantikan pengurus IMTI UTP, sekaligus buka bersama yang diadakan di luar kampus. Kemudian juga kegiatan kunjungan ke Tribun Sumsel juga sangat didukung oleh Dekan, diwujudkan melalui pemberian surat tugas kepada dosen yang mendampingi mahasiswa. Kunjungan ini dimuat di dalam koran, baik online maupun cetak. Antusiasme dukungan dari pihak Rektorat pun muncul ketika pihak rektorat mengetahui berita yang dimuat di dalam koran. Pihak Rektorat melalui Pembantu Rektor 1 menyampaikan ke saya bahwa agenda seperti itu bagus, dan perlu ditingkatkan supaya mahasiswa bertambah wawasannya.


E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

23. Interaksi dengan Mahasiswa
Interaksi saya dengan mahasiswa pada kegiatan mahasiswa saya nilai baik-baik saja. Sebagai dosen, saya tetap menjaga wibawa saya di hadapan mahasiswa, baik dalam kegiatan kuliah umum, anniversary, Kuliah Kerja Lapangan (KKL), dan dalam keseharian. Saat mendampingi KKL contohnya, meskipun lebih santai, saya tetap berusaha hadir di tengah-tengah mereka sebagai dosen, sehingga wibawa sebagai seorang dosen tetap ada, baik saat di bandara, di pesawat, di penginapan, di bus, di lokasi kunjungan, dan lain-lain.

Contoh lagi dalam kegiatan kunjungan ke Tribun Sumsel. Ide tersebut muncul dalam diri saya, yang kemudian saya sampaikan ke mahasiswa yang mengambil mata kuliah saya. Mahasiswa menyambut baik dengan bukti, mereka berinisiatif iuran dana sebesar Rp. 20.000 per/mahasiswa. Dana ini untuk membeli snack, air mineral, serta membeli Koran (syarat kunjungan adalah harus membeli koran) dan lain-lain. Kemudian mereka membuat kepanitiaan guna lancarnya kunjungan tersebut, ada seksi dokumentasi, seksi konsumsi, dan lain sebagainya.

Saya sebagai dosen tidak mengharuskan kepada mahasiswa jika ada keperluan dengan saya harus lewat telfon. Jika memang perlu dan penting, pakai SMS bahkan media whatsapp (WA) pun saya perbolehkan dan saya balas. Namun, saya juga membatasinya jika ada mahasiswa yang bertanya secara berlebihan dan saya anggap tidak layak untuk ditanyakan. Hal ini saya lakukan untuk meningkatkan cara berkomunikasi mahasiswa agar lebih baik lagi, baik dalam keseharian maupun dalam kegiatan lainnya.


Cara-cara berinteraksi yang baik kepada mahasiswa memang wajib saya ketahui, karena hampir setiap hari saya bertemu mahasiswa. Jika ada mahasiswa berbuat kesalahan, saya wajib tahu bagaimana cara menegur yang mendidik, jika ada mahasiswa yang ingin dekat-dekat dengan saya, saya harus tahu cara membatasinya. Saya sebagai dosen pernah menemukan mahasiswa yang berbuat kesalahan, saat itu ada mahasiswa yang meminta paraf saya, mahasiswa tersebut masuk ke ruangan saya dengan membawa berkas yang mau diparaf, mahasiswa tersebut menyampaikan keinginan meminta paraf, tiba dihadapan saya, mahasiswa tersebut bercakap-cakap dengan temannya di luar ruangan saya, tiba-tiba mahasiswa tersebut keluar, berkasnya belum saya paraf, tiba-tiba lagi mahasiswa tersebut masuk kembali menemui saya. Kemudian saya persilahkan duduk, dan saya memberikan arahan kepadanya yaitu ‘jika masuk salam dulu, kemudian izin duduk dahulu, lalu menyampaikan keperluannya tanpa mengobrol dengan yang lainnya, setelah saya paraf, baru izin pamit serta mengucapkan terimakasih dan salam’. Saya sampaikan juga bahwa hal ini berlaku bukan kepada saya saja, tapi juga kepada dosen lainnya. Dengan nasehat tersebut mahasiswa tersebut menunjukkan perubahan yang positif di saat kembali berinteraksi dengan saya.


24. Manfaat Kegiatan
Dalam kegiatan kuliah umum bagi mahasiswa FT UTP oleh Ir. Djiteng Marsudi (Komisaris Utama PT. Lisna Abdi Prima Jakarta yang bertemakan ‘masa depan pendidikan di Indonesia Bidang Teknologi’ mendatangkan manfaat bagi mahasiswa, institusi, dan pihak lainnya. Manfaat yang didapat mahasiswa yaitu bertambahnya wawasan mahasiswa. Manfaat bagi institusi yaitu semakin luasnya kerjasama dengan berbagai pihak, mengangkat nama institusi untuk terus berkembang. Kemudian manfaat bagi pihak lainnya yaitu dalam hal ini bekerjasama dengan Penerbit Erlangga, dengan kegiatan ini, Penerbit Erlangga semakin luas jaringan kerjasamanya, serta penjualan buku semakin meningkat dan dikenal oleh kalangan akademisi.
Dalam kegiatan ‘anniversary ke 23 tahun program studi teknik industri FT UTP’  dengan agenda berupa lomba desain produk, kunjungan ke panti asuhan, kompetisi band, standup comedy dapat mendatangkan manfaat bagi mahasiswa seperti pengalaman mahasiswa dalam me-manaj teamwork, terbangunnya kreatifitas mahasiswa, menumbuhkan mental mahasiswa baik dalam berkompetisi maupun dalam kepanitiaan, menumbuhkan nilai social kemasyarakatan dengan adanya kunjungan ke panti asuhan, dan lain-lain. Manfaat bagi institusi dalam kegiatan ini seperti berupa semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada institusi, dan lain sebagainya. Manfaat bagi pihak sponsor juga didapatkan, sponsor yang ikut andil dalam kegiatan ini seperti PT Pusri, Sari Roti, dan lainnya. Dengan kegiatan ini pihak sponsor dapat meningkatkan eksistensinya serta penjualan produk yang meningkat.


Kemudian dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), manfaat yang didapatkan untuk mahasiswa berupa semakin luasnya wawasan mahasiswa tentang dunia industri nyata, keakraban yang terjalin selama perjalanan enam hari, dan lain sebagainya. Adapun manfaat bagi institusi dan manfaat bagi pihak lainnya adalah semakin luasnya kerjasama dan silaturahim yang terjalin antara kedua belah pihak dan lain sebagainya. Demikian pula sama halnya dengan kunjungan ke Tribun Sumsel, mahasiswa semakin luas wawasannya, kemudian kampus dan Tribun Sumsel dapat terjalin silaturahim dan kerjasama antara keduanya.


Closing:

Mudah-mudahan dapat membantu bagi para bapak-bapak dan ibu-ibu yang sedang mengisi DD Serdos. Saya do'akan semoga lulus ya

0 komentar:

Posting Komentar

اُنْظُرْ مَا قَالَ, وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. [Ali Bin Abi Thalib]

Silahkan tinggalkan pesan dengan baik dan santun.